UNTUK INDONESIA
KPAI Ungkap Tiga Kasus Tertinggi Kaum Anak
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasa Putra mengungkap tiga kasus tertinggi yang dialami kaum anak Indonesia selama kurun waktu lima tahun.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasa Putra memberikan keterangan kepada pers usai mengisi materi dalam talkshow bertajuk 'Berpihak Pada Anak' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7). (Foto: Rizkia Sasi)

Jakarta, (Tagar 22/7/2017) – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasa Putra mengungkap tiga kasus tertinggi yang dialami kaum anak Indonesia selama kurun waktu lima tahun terakhir (2012-2016).

"Pertama saya ucapkan selamat Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari esok 23 Juli 2017 untuk 80 juta anak Indonesia. Laporan lima tahun belakangan ini, ada 23.858 kasus yang masuk KPAI dan tiga persoalan tertinggi adalah persoalan anak terhadap hukum, pengasuhan alternatif anak dan persoalan pendidikan," paparnya dalam acara talkshow yang mengangkat tema 'Berpihak Pada Anak' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/7).

Ia merinci, laporan yang masuk kepada KPAI yakni persoalan anak terhadap hukum ada 8.279 kasus baik anak sebagai korban ataupun anak sebagai pelaku, sedangkan kasus pengasuhan anak baik yang terjadi di keluarga, gugatan perceraian, panti asuhan dan lainnya 4.556 kasus serta persoalan pendidikan 2.595 kasus, termasuk kasus bullying yang terjadi pada tahun 2016 dan 2017 kembali marak.

"KPAI melihat bahwa persoalan anak tidak dapat dilihat hanya sebelah mata. Kita berharap semua institusi pemerintahan baik terkait maupun tidak terkait untuk mentransformasikan upaya dalam bentuk nyata di lapangan dan mendekteksi dini persoalan anak agar tak ada korban selanjutnya," tegasnya. (sas)

Berita terkait
0
GNPF Ulama Sumbar Tak Ikut Aksi 212 di Jakarta
GNPF Ulama Sumatera Barat mengklaim tidak mengirimkan anggota untuk mengikuti aksi 212 di Jakarta.