Konsumsi Sawit Diperkirakan Meningkat

GAPKI memperkirakan produksi CPO di tahun 2022 mencapai 49 juta ton.
Kelapa Sawit. (Foto:Tagar/Pixabay)

Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan konsumsi minyak kelapa sawit di dalam negeri untuk berbagai kebutuhan akan meningkat pada 2022 namun dengan produksi yang masih tidak menentu akibat beberapa kendala. 

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menerangkan, salah satu faktor yang menjadi kendala dalam produksi kelapa sawit yaitu pemupukan yang terkendala di tahun 2021 akibat kelangkaan dan kenaikan harga pupuk yang akan mempengaruhi produktivitas dan produksi 2022. Selain itu, ada fenomena La Ninayang juga berdampak pada produksi kelapa sawit dalam negeri. 

"Cuaca ekstrem basah yang terjadi di awal 2022 bukan hanya akan mempengaruhi produksi di semester I, tetapi juga di semester II 2022," kata Mukti, Jumat, 28 Januari 2022, dikutip dari Antara.

Mukti menuturkan, produksi minyak sawit 2021 menunjukkan anomali di mana pada semester II yang biasanya lebih tinggi dari semester I di tahun 2021 justru lebih rendah. 

Karena itulah, menurut Mukti, produksi semester I 2022 akan menjadi petunjuk apakah penurunan produksi akan terus berlanjut atau akan terjadi kenaikan. Mukti memperkirakan produksi CPO (crude palm oil) tahun 2022  mencapai 49 juta ton sedangkan PKO (palm kernel oil) mencapai 4,8 juta ton sehingga total CPO dan PKO mencapai 53,8 juta ton. Jumlah tersebut naik sebesar 4,87 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2021 sebesar 51,3 juta ton.

Konsumsi dalam negeri, menurut Gapki, akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan Covid-19 di Indonesia. Pada tahun 2021, total konsumsi dalam negeri untuk pangan naik 6 persen, untuk industri oleokimia naik 25 persen, dan kebutuhan biodiesel naik 2 persen.

Untuk tahun 2022, Mukti memperkirakan konsumsi untuk pangan naik dengan laju yang hampir sama menjadi sekitar 800 ribu ton per bulan atau 9,6 juta ton per tahun. Untuk kebutuhan oleokimia tahun 2021, konsumsi sawit mendatar selama bulan terakhir pada sekitar 180 ribu ton per bulan dan diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2022 sehingga konsumsi untuk oleokimia diperkirakan 2,16 juta ton per tahun.

Konsumsi biodiesel, kata Mukti, tergantung pada program mandatori biodiesel yang ditetapkan pemerintah. Sesuai program tahun 2022, program mandatori B30 dengan konsumsi biodiesel 2022 diperkirakan 8,83 juta ton.

"Dengan demikian, konsumsi dalam negeri 2022 diperkirakan sekitar 20,59 juta ton. Dengan produksi 53,8 juta ton dan konsumsi dalam negeri 20,59 juta ton, maka volume untuk ekspor diperkirakan adalah 33,21 juta ton atau sekitar minus 3 persen dari tahun 2021," ujar Mukti. []


Baca Juga

Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Dijual Ratusan Juta, Ini Sejarah Uang Kelapa Sawit

 Menteri ATR/BPN Kunker ke Aceh Bahas Soal Tol Binjai-Langsa 

 Kementerian ATR/BPN Sambut Baik Peluncuran OSS 







Berita terkait
Kelapa Sawit, Diyakini Dapat Mengatasi Krisis Energi Dunia
Minyak sawit diperkirakan dapat membantu mengatasi Krisis yang telah dihadapi oleh banyak negara termasuk Indonesia sebagai primadona global.
3,12 Juta Hektare Sawit Ada Kawasan Hutan Lindung dan Konservasi
Laporan Greenpeace Indonesia sebutkan 3,12 juta hektare perkebunan sawit ada di dalam kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi
Jokowi Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Industrialisasi Kelapa Sawit
Presiden Jokowi menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit untuk dilakukan di Tanah Air
0
Danielle Collins vs Ashleigh Barty di Final Australia Open 2022
Petenis AS, Danielle Collins, akan menghadapi petenis terbaik saat ini, petenis Australia, Ashleigh Barty, di final Australia Terbuka 2022