UNTUK INDONESIA
Kongres LMND ke-8 Bertema Menangkan Pancasila
LMND) akan melaksanakan kongres ke-8 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat-Minggu 25-27 Oktober 2019.
Monumen Pancasila Sakti terletak di Jalan Raya Pondok Gede Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) akan melaksanakan kongres ke-8 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat-Minggu 25-27 Oktober 2019. Ini merupakan forum tertinggi konsolidasi LMND yang dihadiri 500 orang delegasi mahasiswa dari 27 provinsi seluruh Indonesia.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) LMND, Muhammad Asrul, delegasi tersebut terdiri dari eksekutif (pengurus) wilayah, eksekutif kota, eksekutif komisariat, serta perwakilan organisasi yang direkomenasikan oleh eksekutif nasional maupun wilayah.

Asrul mengatakan kongres LMND tersebut terbesar sejak LMND berdiri 1999. "Sejak berdiri LMND tahun 1999, kali ini kongres terbesar jumlah pesertanya," ujar Asrul dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

Dia menyampaikan kongres kali ini mengangkat tema 'Menangkan Pancasila, Perkuat Persatuan Nasional untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur'. 

"Tema ini menegaskan sikap perjuangan kami dalam mengkampanyekan gagasan menangkan Pancasila di tengah situasi polarisasi politik pascapemilu 2019," katanya.

Ia mengatakan rongrongan terhadap posisi Pancasila sebagai dasar negara merupakan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kata Asrul, gagasan LMND dalam mengkampanyekan menangkan Pancasila bukan menjadikan Pancasila sebagai alat permersatu dan konsepsi belaka, tetapi mendorong pemerintah dan legislatif agar melahirkan kebijakan-kebijakan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Ya seperti mencabut subsidi, biaya pendidikan mahal, kenaikan iuran BPJS, kenaikan kebutuhan pokok, regulasi yang tidak pro-rakyat, konflik agraria, akses lapangan kerja susah, hukum tumpul di atas tajam ke bawah dan masih banyak kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila," ujar Asrul.

Ia menyebut kongres akan membahas agenda terkait perkembangan situasi internasional dan nasional serta problem gerakan mahasiswa dan rakyat Indonesia. Selain itu juga merumuskan program perjuangan organisasi, perumusan strategi dan taktik, mendemisioner pengurus lama dan pemilihan struktural kepengurusan LMND periode 2019-2021.

"Semoga kongres ke-8 ini melahirkan gagasan-gagasan jalan keluar, atas banyaknya problem rakyat Indonesia, serta mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan LMND yang bisa mendorong LMND jadi organisasi modern, progresif revolusioner, serta mampu membangun jaringan gerakan mahasiswa internasional," kata pria kelahiran Sulawesi Tenggara ini. []

Berita terkait
Saatnya Radikal Dalam Tindakan Beradab dan Pancasilais
Radikal atau radikalisme, mulai populer di akhir abad ke-18 di Britania Raya.
Menhan Bersama Tokoh Agama dan Adat Gelorakan Pancasila
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa harus terus disosialisasikan.
Mahfud MD: Ideologi Indonesia Tetap Pancasila
Mahfud MD menyatakan ideologi Pancasila yang dianut oleh bangsa Indonesia mempersatukan hati masyarakat.
0
Bappenas: Indonesia Memerlukan Tata Kelola Perikanan yang Terintegrasi
Bappenas menggelar Workshop Perikanan Berkelanjutan dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional, di Bali, 11-12 Desember 2019.