UNTUK INDONESIA
Komentar Inggris Soal Uji dan Sistem Lacak Virus Corona
Uji dan pelacakan publik untuk virus corona disebut pejabat Inggris bukanlah "senjata ampuh" untuk mengekang pandemi
Ketua Eksekutif Tes dan Pelacakan NHS, Baroness Dido Harding di London, Inggris. (Foto: voaindonesia.co - Pippa FOWLES/10 Downing Street/AFP)

London – Pimpinan sistem pelacakan publik untuk virus corona di Inggris, mengatakan pengujian dan pelacakan bukanlah "senjata ampuh" untuk mengekang pandemi. "Saya khawatir sekaligus gembira bahwa pengujian dan penelusuran sendiri bisa menjadi senjata ampuh untuk mengekang gelombang Covid, sayangnya bukti di Inggris dan di setiap negara lain di Eropa tidak demikian," kata Baroness Dido Harding kepada komite anggota parlemen Inggris, 10 November 2020.

"Cara kita menangani penyakit ini adalah melalui berbagai intervensi yang berbeda dan kita melakukan salah satunya, bukan cara satu-satunya," kata Harding.

Laporan situs independen, worldometer, tanggal 11 November 2020, menunjukkan jumlah kasus konfirmasi positif virus corona di Inggris sebanyak 1.233.775 dengan 49.770 kematian. Jumlah kasus ini menempatkan Inggris di peringkat ke-8 dunia dan peringkat ke-4 di Eropa. Kasus harian terbanyak dilaporkan tanggal 21 Oktober 2020 sebanyak 26.684.

Tes dan Pelacakan NHS (Layanan Kesehatan Nasional) mendapat kecaman musim gugur ini, dengan melonjaknya permintaan melebihi sumber daya. "Kita tidak mengantisipasi jumlah pastinya," kata Harding. "Berkaca dari pengalaman,keseimbangan antara perkiraan ketersediaan dan permintaan tidak tepat. Jelas, itu benar."

Kekhawatiran juga dirasakan terkait tidak banyaknya orang yang tidak tinggal di rumah ketika diminta mengisolasi diri. Harding mengakui tekanan keuangan membuat orang sulit tinggal di rumah selama 14 hari. (my/lt)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Inggris Hadapi Ancaman Lonjakan Besar Kasus Covid-19
Wakil Kepala Medis Inggris, Jonathan Van Tam mengingatkan perubahan besar terbaru dalam infeksi Covid-19 di Inggris menjadi perhatian besar.
0
Komentar Inggris Soal Uji dan Sistem Lacak Virus Corona
Uji dan pelacakan publik untuk virus corona disebut pejabat Inggris bukanlah "senjata ampuh" untuk mengekang pandemi