Khutbah Pertama Salat Jumat di Hagia Sophia Turki

Turki melaksanakan salat Jumat pertama di masjid Hagia Sophia dengan dihadiri ribuan jemaah, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Hagia Sophia Turki. (Foto: Tagar/LR.Baskoro)

Jakarta - Turki melaksanakan salat Jumat pertama di masjid Hagia Sophia dengan dihadiri ribuan jemaah, termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan. Khutbah Jumat disampaikan oleh Ali Erbas, Kepala Direktorat Keagamaan Turki.

Dalam khutbahnya, Erbas mengatakan Jumat ini sama  seperti 60 tahun lalu, saat 16 muazin menara Masjid Sultan Ahmet, yang terletak tepat di seberang Hagia Sophia, mengelilingi tempat itu dengan azan, setelah jeda 18 tahun. “Hari ini adalah hari ketika Muslim berdiri melaksanakan salat dengan air mata sukacita, sujud dengan penuh rasa tunduk dan syukur. Hari ini juga adalah hari kehormatan dan kerendahan hati,” ucapnya, mengutip dari Ayasofya Camii Istanbul.

Baca Juga: Puncak Kejayaan Erdogan, Hagia Sophia Jadi Masjid

Erbas menceritakan penaklukan kota Konstantinopel oleh tentara Islam. "Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan," tuturnya.

Erbas menekankan bahwa penaklukan itu adalah kebangkitan, bukan penganiayaan, dan itu adalah rekonstruksi, bukan kehancuran. “Dalam peradaban kita, penaklukan merupakan pembuka pintu sebuah kota bagi Islam, perdamaian, dan keadilan,” katanya lagi.

Hagia Sophia adalah simbol penghormatan terhadap semua kepercayaan dan keberagaman.

Menurutnya  hal tersebut sudah disampaikan di Quran surat Ali Imran ayat 159 yang isinya: "Dan ketika kamu telah bertekad bulat, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bersandar (kepada-Nya)."

Tayyip ErdoganPresiden Turki Tayyip Erdogan dan istrinya Emine Erdogan menyapa pendukungnya yang berkumpul di depan kantor pusat Partai AKP di Ankara, Turki, Senin (25/6/2018). (Foto: Ant/Reuters/Umit Bektas)

Erbas juga menyampaikan bahwa Sultan Ottoman Muhammad al-Fatih menaklukkan Istanbul dengan izin dan rahmat Allah, dan Sultan tidak mengizinkan perusakan satu batu pun dari kota yang sangat berharga ini. Ia pun mengucapkan salam hormat untuk arsitek terkenal Mimar Sinan, yang menghiasi Hagia Sophia dengan menara, yang telah memperkuat konstruksi dan membuatnya tetap berdiri selama berabad-abad.

“Salam kepada semua saudara dan saudari kita dari penjuru dunia yang menunggu Hagia Sophia dibuka kembali untuk ibadah, dan merayakan pembukaannya dengan sukacita,” kata Erbas.

Selama 15 abad, Hagia Sophia adalah salah satu tempat paling berharga dalam ilmu pengetahuan, peradaban dan peribadatan dalam sejarah manusia. Al-Fatih mengamanahkan bangunan yang luar biasa ini kepada para mukmin agar tetap terjaga sebagai masjid sampai hari kiamat.

Masjid-masjid kami adalah sumber persatuan, keimanan, dan ketenangan.

“Dalam keyakinan kami, wakaf, atau properti yayasan, tidak dapat diganggu gugat, dan yang melanggarnya didoakan agar dilaknat,” kata Erbas.

Erbas juga menyampaikan bahwa setelah penaklukan, Sultan al-Fatih meminta warga yang berlindung di Hagia Sophia untuk tidak takut akan kedatangan Islam. Ia menirukan ucapan Sultan al-Fatih yang mengatakan pada warga bahwa mulai sekarang, jangan takut dengan kebebasan dan hidupmu. Harta benda kalian tidak akan dijarah, tidak ada yang akan dianiaya, tidak ada yang akan dihukum karena agama mereka.

“Itulah sebabnya Hagia Sophia adalah simbol penghormatan terhadap semua kepercayaan dan keberagaman,” kata Erbas.

Hagia SophiaHagia Sophia Turki. (Foto: Tagar/LR.Baskoro)

Menurutnya, pembukaan Hagia Sophia sebagai tempat ibadah adalah tanggung jawab kesetiaan kepada alur sejarah. “Ini adalah transformasi tempat suci, yang digunakan sebagai masjid selama lima abad, ke asalnya,” tutur Erbas.

Erbas juga mengingatkan bahwa peradaban Turki adalah peradaban yang berpusat pada masjid. “Masjid-masjid kami adalah sumber persatuan, keimanan, dan ketenangan kami,” tekan Erbas.

Ia  menambahkan, muslim di berbagai belahan dunia masih mengalami penganiayaan, masjid-masjid terkena serangan Islamofobia, pintunya dikunci, bahkan dibom dan dihancurkan. “Saya menyampaikan perilaku luar biasa Sultan Fatih di Hagia Sophia kepada dunia, dan mengajak semua umat manusia untuk mengatakan ‘setop’ terhadap retorika, aksi teror dan tindakan penganiayaan anti-Islam,” ujar Erbas.

Erbas mengingatkan bahwa sebagai umat muslim, tugas terbesar adalah bersama-sama mengadopsi rasa kasih sayang sesama dan toleransi, kedamaian, ketenangan, dan kebaikan di seluruh dunia. “Tugas kita adalah bekerja agar kebaikan dan keadilan selalu ada di bumi siang dan malam. Tugas kita adalah menjadi penjamin keadilan di wilayah yang dikelilingi oleh kekejaman dan ketidakadilan, air mata, dan ketidakberdayaan,” kata dia.

Dia menambahkan Turki percaya bahwa bumi adalah rumah bersama. Setiap orang di rumah ini, terlepas dari kepercayaan, ras, dan warna kulit, memiliki hak untuk hidup dengan aman, bermartabat, kebebasan, dan kemanusiaan. 

Simak Pula: Menikmati Keindahan Hagia Sophia di Turki

“Di bawah kubah Hagia Sophia, saya mengundang semua umat manusia untuk menegakkan keadilan, perdamaian, kasih sayang, dan kesetaraan. Saya mendesak Anda untuk mempertahankan nilai-nilai universal dan prinsip-prinsip moral yang melindungi kehormatan manusia,” ucap Erbas.


Berita terkait
Erdogan Kembalikan Fungsi Hagia Sophia Menjadi Masjid
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan keputusan pengadilan untuk mengembalikan fungsi bangunan museum Hagia Sophia menjadi masjid.
Gli, Kucing Selebriti di Hagia Sophia Turki
Gli merupakan seekor kucing peranakan Eropa berbulu pendek. Namanya menjadi terkenal lantaran menjadi penghuni tetap di Hagia Sophia.
Keresahan Pedagang, Hagia Shopia Berubah Jadi Masjid
Peralihan fungsi situs bersejarah Hagia Shopia di Instanbul, Turki dari museum menjadi masjid menuai perdebatan, termasuk pedagang.
0
Indonesia Kembangkan Industri Hijau Terbesar di Dunia
Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sedang mengembangkan industri hijau terbesar di dunia yang terletak di Kalimantan Utara sesuai visi RI.