UNTUK INDONESIA
Khofifah Sebut 365 Desa di Jatim Kategori Tertinggal
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut dari 365 desa tertinggal, ada dua desa di Sidoarjo dan Bondowoso masuk kategori sangat tertinggal.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Jatim Expo 2020. (Foto: Pemprov Jatim/Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatat dari 7.724 desa yang ada di Jatim, 365 desa yang masuk kategori tertinggal. Ironisnya lagi, satu desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo dan Bondowoso masuk kategori daerah sangat tertinggal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku desa di Kecamatan Porong ini karena terkena dampak lumpur Lapindo beberapa tahun yang lalu. Sementara desa di Bondowoso, karena akses untuk menuju wilayah tersebut sulit dijangkau.

"Maka tadi saya sebut dari sisi keterjangkauan harus bersinergi dengan desa sekitarnya. Kabupaten harus sering turun supaya koneksitas antar desa dibantu," ujar Khofifah usai menghadiri rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa 2020 di Jatim Expo, Surabaya, Selasa 25 Februari 2020.

Khofifah menyebut total dana desa yang digelontorkan pada tahun 2020 untuk 7.724 desa, mencapai Rp 7,654 triliun. Tahap pertama dana desa yang siap dicairkan sebesar 40 persen dari alokasi.

Maka tadi saya sebut dari sisi keterjangkauan harus bersinergi dengan desa sekitarnya.

Khofifah berharap tahun 2020, zero desa tertinggal bisa terealisasi. Untuk mewujudkan hal tersebut, Khofifah pun mengeluarkan surat edaran agar kepala desa bisa memanfaatkan dana untuk menurunkan angka kemiskinan di perdesaan.

Selama ini kemiskinan di desa lebih tinggi jika dibanding di perkotaan. Hal itu terjadi baik di tingkat nasional, maupun secara regional Jawa Timur. Kemiskinan di desa jumlahnya naik dua kali lipat, jika dibandingkan dengan perkotaan.

"Sensus penduduk yang dilakukan BPS, kita januari kemarin melakukan konsolidasi data ada 14,16 persen kemiskinan perdesaan di Jatim. Sementara kemiskinan di perkotaan 6,77 persen," ungkapnya.

Ketimpangan antara kota dan desa yang masih cukup tinggi di Jatim bisa menjadi referensi bagi para kepala desa. Artinya, tahap pertama pencairan dana desa diharapkan lebih tepat sasaran, untuk mengentaskan kemiskinan.

Khofifah sengaja menghadirkan narasumber dari kejaksaan, BPKP dalam rapat kerja yang dihadiri oleh 7.724 kepala desa agar ada pendampingan secara berkelanjutan. Selain itu, bisa dijadikan referensi oleh para kepala desa dari pelaksanaan dana desa ini.

Mantan menteri sosial berharap agar cash for work menjadi bagian yang diprioritaskan oleh para kepala desa dalam menggunakan dana desa. []

Berita terkait
Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Malang melakukan pencegatan terhadap sebuah mobil yang mengangkat rokok ilegal.
Curanmor Ditangkap Polrestabes Surabaya Usai Beraksi
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Polrestabes Surabaya menduga komplotan curanmor tersebut sudah beraksi sebanyak 11 kali.
Radikalisme, Jusuf Kalla: Karena Ada Menjual Surga
Jusuf Kalla mengatakan akibat radikalisme memunculkan konflik berdarah yang mengorbankan ratusan ribu nyawa manusia karena dalih janji surga palsu.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.