UNTUK INDONESIA
Ketika Semua Hening Total di Hari Raya Nyepi
Kecuali rumah sakit, aktivitas hening total.
mat Hindu membawa benda-benda sakral saat upacara ritual Melasti menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali, Rabu (14/3). Umat Hindu di Bali menggelar ritual Melasti selama tiga hari secara bergantian yang sebagian besar digelar di pantai, danau dan sungai di seluruh Bali untuk menyucikan alam sehingga Hari Raya Nyepi dapat berjalan hening serta damai. (Foto: Ant/Fikri Yusuf)

Jakarta, (Tagar 7/3/2019) - Umat Hindu akan merayakan hari raya Nyepi pada Kamis (7/3). Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan tidak ada aktivitas seperti biasanya.

Peringati hari raya Nyepi ini semua  kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, tetapi tidak untuk rumah sakit. Titik puncak perayaan 6 hari Tahun Baru Hindu Bali ditujukan untuk keheningan total. 

Pada hari ke-3 seluruh pulau menjadi sunyi, tanpa jadwal penerbangan tiba atau berangkat dari Bandara Ngurah Rai di Denpasar (DPS).  Hari Nyepi bermakna ''tetap hening'' dan jatuh di hari setelah bulan mati pada masa semi ketika siang dan malam rata-rata memiliki panjang yang sama.

Di hari Nyepi ini, hotel juga diminta untuk menutupi jendela, semua toko tutup. Bahkan tidak ada cahaya atau lilin dinyalakan di rumah-rumah, tidak ada mobil, motor dan orang lalu-lalang di jalan. Bahkan semua pasar, toko baju dan segala jenis jual beli pun juga tutup, restoran tutup. Pantai pun ditutup. Nyepi pada dasarnya semua kegiatan selain di dalam rumah dilarang.   

Sementara di dalam rumah penduduk harus memastikan semua peralatan yang bersuara dikecilkan hingga suara minimal. Ketika hari mulai beranjak senja, semua tirai harus diturunkan menutup, dengan sekecil mungkin cahaya digunakan dimana seseorang memerlukannya.  

Hari Nyepi seperti sebagian besar festival keagamaan dan hari suci Bali selalu ditandai berdasarkan penanggalan Bali (Caka atau Saka). Satu tahun penuh dalam penanggalan Bali terdiri dari 12 sasih (bulan Bali). Tiap bulan (sasih) terdiri dari 35 hari yang biasanya adalah siklus penuh bulan baru (bulan mati atau Tilem) dan satu bulan purnama (Purnama)

Hari raya Nyepi bagi umat Hindu Bali adalah hari menetapkan dirinya untuk lebih dekat kepada Tuhan (Hyang Widi Wasa) melalui sembahyang, puasa dan meditasi dengan tambahan introspeksi diri, untuk mengevalusi nilai pribadi seperti cinta, kebenaran, kesabaran, kebaikan, dan kemurahan hati.   

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Tradisi Ogoh-ogoh di Hari Raya Nyepi

Berita terkait
0
Solusi Polemik Aset First Travel Dirampas Negara
Pakar hukum memberikan solusi terkait jeritan ribuan korban First Travel lantaran hakim MA memutuskan aset First Travel dirampas negara.