UNTUK INDONESIA
Kesehatan Digital untuk Durasi Bermedsos yang Sehat
Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan ini durasi pemakaian medsos meningkat 60 persen, padahal ada risiko terhadap kesehatan fisik dan mental
Ilustrasi, ujaran kebencian di medsos. (Gambar: Ist)

London - Pernahkah Anda menghitung waktu yang Anda habiskan untuk blablabla …. di media sosial (Medsos)?

Sebuah perusahaan riset di London, Inggris, GlobalWebIndex, menganalisis data dari 45 pasar internet terbesar di dunia dengan 1,8 juta responden terkait dengan waktu yang dihabiskan seseorang untuk ber-medsos-ria. Hasilnya, seperti dilaporkan “BBC News Indonesia”, 9 September 2019, ternyata terjadi peningkatan. 

Dalam tujuh tahun terakhir survei menunjukkan rata-rata yang dihabiskan seseorang di medsos secara global meningkat sampai 60 persen. Memang, jika dirinci per negara ada yang meningkat tapi ada juga yang turun.

Amerika Latin

Jika dihitung berdasarkan durasi waktu, peningkatkan terjadi dari 90 menit per hari di tahun 2012 jadi 143 menit per hari pada tiga bulan pertama di tahun 2019.

Ini tentu saja bisa jadi wasting time jika ratusan menit di medsos hanya untuk kegiatan yang tidak produktif, seperti menyebar fitnah, ujaran kebencian atau mencari berita hoax. Sebelumnya juga ada survei yang menunjukkan banyak pengguna medsos yang merasa kesepian di social settings karena tidak punya teman yang riil. Padahal, di medsos ada ribuan pertemanan. Tapi, celakanya itu di dunia maya.

Survei menghasilkan fakta tentang variasi pemakaian medsos di tingkat regional dan nasional. Disebutkan warga Amerika Latin sebagai pengguna medsos terbesar di dunia dengan menghabiskan waktu rata-rata 212 menit setiap hari. Di atas Amerika Latin ternyata ada Filipina. Warga Filipina rata-rata menghabiskan waktu di medsos 241 menit setiap hari.

Sedangkan pengguna terendah di Amerika Utara yaitu 116 menit. Di Jepang warga yang memakai medsos hanya menghabiskan waktu 45 menit setiap hari.

Terkait dengan penggunaan internet, GlobalWebIndex, menemukan mulai pengguna internet mulai banyak yang menyadari hal yang lebih baik terkait dengan waktu yang mereka habiskan untuk melihat layar.

Kepada “BBC”, Chase Buckle, manajer tren GlobalWebIndex, mengatakan: "Pengguna internet sekarang menghabiskan lebih dari enam jam online setiap harinya, dan sepertiga dari waktu tersebut ditujukan untuk media sosial."  

Thailand menunjukkan penurunan waktu yang paling berarti dalam penggunaan medsos yaitu turun dari 194 ke 171 antara tahun 2018 dan 2019. Di Di Vietnam turun 10 menit dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan Indonesia, Belgia, Ghana dan Amerika Serikat juga menunjukkan angka penurunan yang tajam. Di Arab SaudipPenggunaan harian meningkat 14 menit dan 13 menit di Turki.

Kesehatan Digital

Tampaknya, pemakaian waktu yang lama di beberapa negara, seperti Indonesia, karena medsos semata-mata tidak hanya untuk saling berhubungan dengan teman, tapi juga untuk keperluan lain. Seperti dikatakan oleh Chase Buckle ini: "Tidak hanya memungkinkan penggunanya terhubung dengan teman, tetapi juga melakukan segala sesuatu, mulai dari membayar berbagai tagihan, mem-booking restoran, memesan taksi dan membayar barang-barang yang ada di toko."  

Lalu, berapa waktu yang dihabiskan rata-rata orang Indonesia ber-medsos-ria?

Indonesia ada di peringkat ke-6 dengan 203 menit di tahun 2018 dan 195 dalam tiga bulan pertama di tahun 2019. Peringkat ini di bawah Argentina, Nigeria, Kolombia, Brasil dan Filipina. Sedangkan AS ada di peringkat ke-25.

Biar pun medsos dipakai untuk berbagai keperluan, tapi memakai waktu yang lama untuk medsos juga perlu memperhatikan aspek lain. Pakar sudah mengingatkan durasi aktivitas di depan layar lama-lama bisa berkaitan dengan sejumlah kesehatan fisik dan mental.

Adalah Ashley Williams, asisten profesor di Sekolah Bisnis Harvard, menunjukkan fakta ini: "Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial kurang bahagia.” Penggunaan teknologi yang berlebihan bisa menimbulkan masalah. Pada kasus ekstrem, hal itu berkaitan dengan depresi, kecelakaan dan bahkan kematian. 

Kini aplikasi “kesehaan digital” kian populer karena berguna untuk membatasi dan menghitung durasi yang sehat di depan layar untuk ber-medsos. Ini mendorong perubahan perilaku ber-medsos karena ada risiko yang sangat potensial terkait dengan penggunaan medsos yang berlebihan. []

Berita terkait
Pria asal Simalungun Maki Ketua KPU RI di Medsos
Pria 31 tahun itu menuliskan kata hinaan kepada Ketua KPU RI Arief Budiman, di laman Facebook milik KPU RI.
Cara BNPT Perangi Hoaks dan Konten Radikal di Medsos
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius punya cara jitu memerangi penyebaran hoaks dan konten radikal.
Anak Muda Lebih Asyik dengan Medsos, Bukan Pancasila
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau agar pengenalan dan penanaman nasionalisme dan patriotisme penting dilakukan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Ini alasannya
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.