UNTUK INDONESIA
Kesal Pemadaman PLN, Warga Gunakan Listrik Tenaga Surya
Gunakan listrik tenaga surya, tak lagi kesal ketika ada pemadaman listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Bagyo, 60 tahun, warga Dusun Ngemplek memperlihatkan komponen yang dipakai dalam penggunaan listrik tenaga surya di rumahnya. (Foto: Tagar/ Hidayat)

Gunungkidul - Gunakan listrik tenaga surya, sebagian warga di Dusun Ngemplek, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul tak lagi kesal ketika ada pemadaman listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bahkan pembayaran listrik bulanan bisa ditekan hampir separuhnya.

Salah seorang warga Dusun Ngemplek, Ngadiyem, 63 tahun mengatakan, dirinya sudah memakai listrik tenaga surya sejak tiga tahun terakhir ini.

"Untuk menyalakan lampu rumah di dalam rumah dan penerangan jalan. Sampai mengisi daya baterai handphone juga," kata dia, saat ditemui Tagar di rumahnya Rabu, 7 Agustus 2019.

Lampu-lampu rumah maupun penerang jalan itu, sudah memakai setingan. Akan menyala secara otomatis mulai pukul 18.00 dan mati pukul 06.00. "Perawatannya juga cukup mudah, hanya mengecek ketinggian air aki saja," ujarnya.

Sampai mengisi daya baterai handphone juga.

Bagyo, 60 tahun, yang juga warga Dusun Ngemplek mengatakan, pemanfaatan listrik tenaga surya ini berkat sosialisasi dari seorang warganya yang bernama Muhammad Ahab. Puluhan warga Dusun kemudian tertarik, dan perlahan memasangnya di rumah masing-masing.

Menurut Bagyo, selain solar cell juga dibutuhkan komponen lain seperti aki, dan kabel. Tenaga surya yang diserap dari solar cell, disalurkan ke aki baru ke komponen listrik lain seperti lampu maupun pompa air.

"Satu aki bekas yang kondisinya bagus bisa untuk menyalakan delapan lampu sekaligus saat musim kemarau. Kalau musim hujan, beberapa lampu saja. Soalnya dihemat," katanya.

Menurut Bagyo, pemasangan solar cell ini menghabiskan uang sebesar Rp2 juta. Selepas itu tak lagi memikirkan biaya pengeluaran bulanan.

"Kalaupun keluar uang, hanya untuk ganti lampu atau aki jika rusak. Tapi kalau langganan listrik dari PLN, kan masih harus keluar uang bulanan," kata dia.

Semenjak memakai listrik tenaga surya ini, pengeluaran bulanan untuk membayar listrik ke PLN juga bisa ditekan. Sebelum memakai teknologi ini, ia keluar uang lebih dari Rp100 ribu untuk langganan. "Kalau sekarang paling sekitar Rp50 ribu saja. Sangat terasa dampaknya," ucap dia.

Saat ditanyai mengenai setiap adanya pemadaman listrik oleh PLN, Bagyo pun tersenyum. Ia mengatakan listrik di rumahnya dan milik beberapa tetangganya tetap mengalir.

"Kalau listrik dari PLN padam, di sini masih terang (menyala)," katanya.

Baca juga:

Berita terkait
0
Relawan Minta Jokowi Pilih Menteri yang Selama Ini Berkeringat
Tokoh relawan Jokowi meminta Presiden lebih memilih dan mempercayai pendukung setianya yang selama ini telah berkontribusi lebih dan berkeringat.