Kencan Tawuran, Geng Klitih Jogja Salah Sasaran Lukai Orang

Dua orang menjadi korban geng klitih di Jalan Paris Yogyakarta. Komplotan klitih mengira korban adalah lawan yang janjian tawuran.
Polresta Yogyakarta menunjukkan barang bukti pedang dan gir yang dipakai geng klitih saat menganiaya orang di Jalan Parangtritis. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Yogyakarta - Enam pelaku kejahatan jalanan atau klitih yang melukai dua orang pengendara di Jalan Parangtritis Kilometer 3, tepatnya warung makan Seafood 99 Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, ternyata salah sasaran.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Riko Sanjaya mengatakan, pelaku mengira korban adalah rombongan lawan yang sebelumnya saling tantang. “Mereka ini hendak tawuran dengan geng lain. Korban dikira rombongan lawan,” katanya di Yogyakarta, Minggu, 7 Februari 2021.

Baca Juga:

Rangkaian kejadian tindak pidana penganiaya berpangkal saat pelaku yang tergabung dalam rombongan geng Vaskal mendapat pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku geng Stepiro. Kedua geng ini sudah menjadi musuh bebuyutan.

Dalam isi pesan itu, rombongan lawan menantang para pelaku untuk tawuran di wilayah perempatan Ringroad Wojo Sewon, Bantul pada 5 Januari 2021. Vaskal pun menyanggupinya.

Mereka ini hendak tawuran dengan geng lain. Korban dikira rombongan lawan.

Rombongan pelaku berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP). Mereka juga sudah melengkapi dengan senjata tajam jenis pedang dan gir untuk menyerang lawan.

Pada Rabu, 6 Januari 2021 pukul 04.00 WIB, Rombongan pelaku kemudian bergerak ke arah Jalan Parangtritis. Mereka melihat rombongan korban dengan tiga motor berboncengan. “Korban dianggap rombongan lawan. Para pelaku mengejar sampai terjadi aksi kejar-kejaran,” ungka Riko.

Dua rombongan motor korban berhasil lolos, sedangkan dua korban meninggalkan kendaraannya setelah terkena sabetan gir milik pelaku pada bagian punggung. “Dua korban yang luka masuk ke warung makan Seafood. Kemudian motornya dirusak para pelaku,” ujarnya.

Baca Juga:

Sebelumnya diberitakan, enam orang pelaku yang masih pelajar melukai korban Vio Reza Noviano, 18 tahun warga Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman dan Yanuar Romy, 16 tahun warga Kapanewon Kalasan, Sleman di Jalan Parangtritis kilometer 3, tepatnya warung makan Seafood 99 Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Setelah melakukan penyelidikan, 6 orang pelaku berhasil ditangkap pada 22 Januari 2021 di rumahnya masing-masing. Atas berbuat pelaku, dikenakan pasal 76 C Jo pasal 80 ayat (2) Undang-undang Pelindungan anak No. 35 tahun 2014 atau pasal 170 KUHP jo 351 jo pasal 406 KUHP. Ancaman hukuman empat tahun penjara. []

Berita terkait
Warga Sleman Jelang Subuh Tangkap Dua Terduga Klitih
Dua terduga klitih ditangkap warga di Jalan Kaliurang Km 7,8 Kalurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, dini hari tadi.
Klitih Bacok Dua Remaja saat Beli Gudeg di Yogyakarta
Dua remaja berniat membeli gudeg menjadi korban klitih di Wirobrajan Kota Yogyakarta, dini hari tadi. Pelaku klitih naik Vario putih.
Fakta Aksi Klitih di Umbulharjo, Residivis dan Tren Scoopy
Fakta penganiayaan geng klitih di Umbulharjo, Kota Yogyakarta menunjukkan, seorang pelaku pernah terlibat kasus hukum dan tren Scoopy geser KLX.
0
Mengenang Kembali Sejarah Hari Lahir Pancasila
Sejarah hari lahirnya Pancasila ditandai oleh pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, Bung Karno berpidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai.