TAGAR.id, Jakarta - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada pria, salah satunya adalah kadar kolesterol tinggi. Ketika kadar kolesterol di dalam darah lebih tinggi dari batas normal, kolesterol tinggi dapat menumpuk di pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit seperti serangan jantung dan stroke.
Hal ini sangat berbahaya dan membutuhkan pencegahan dengan segera. Prevalensi kolesterol tinggi di seluruh dunia mencapai 33,1%. Kondisi ini terjadi ketika kadar kolesterol total dalam darah ≥160 mg/dL.
PAFI dengan alamat website pafisalakan.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan para ahli farmasi di Indonesia. Ini mencakup pengembangan kompetensi, etika, dan integritas profesi melalui pelatihan dan pendidikan lanjutan.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab kadar kolesterol tinggi pada pria, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya kolesterol tinggi pada pria?
Kolesterol adalah lemak seperti lilin yang diproduksi oleh hati. Makanan juga dapat menghasilkan kolesterol. Untuk memproduksi sel-sel sehat dan membuat sejumlah hormon, tubuh membutuhkan jumlah kolesterol yang cukup. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya kadar kolesterol tinggi pada pria yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Faktor genetik atau keturunan
Kondisi genetik seperti hiperkolesterol familial dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengurai kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein), yang sering disebut sebagai "kolesterol jahat". Jika ada riwayat keluarga dengan kondisi ini, maka risiko mengalami kolesterol tinggi juga meningkat.
2. Pola makan yang tidak sehat
Konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Makanan seperti gorengan, daging merah, kuning telur, dan produk olahan susu yang tinggi lemak jenuh harus dikonsumsi dengan bijak.
Selain itu, makanan yang mengandung lemak trans, seperti beberapa jenis kue dan camilan, juga perlu dihindari karena dapat menurunkan kadar kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein), yang disebut sebagai "kolesterol baik".
3. Kebiasaan merokok
Merokok tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Hal ini memperburuk kondisi kolesterol tinggi karena tubuh kehilangan kolesterol baik yang membantu mengangkut kolesterol jahat dari darah ke hati untuk dikeluarkan.
4. Konsumsi minuman beralkohol
Minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam darah. Meskipun alkohol dalam jumlah sedikit mungkin memiliki efek positif pada kolesterol HDL, konsumsi yang berlebihan justru berdampak negatif secara keseluruhan.
5. Usia dan hormon
Pria yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena kolesterol tinggi. Perubahan hormon, termasuk penurunan testosteron yang alami seiring bertambahnya usia, juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol. Namun, peran hormon testosteron dalam kolesterol masih menjadi topik penelitian lebih lanjut.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati kolesterol tinggi pada pria?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai gejala serta penyebab kolesterol tinggi pada pria. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala kolesterol tinggi pada pria serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Statin
Obat statin adalah pilihan utama dalam pengobatan kolesterol tinggi karena kemampuan mereka untuk menghambat enzim HMG-CoA reductase, yang berperan dalam produksi kolesterol di hati. Salah satu obat golongan statin adalah atorvastatin.
Obat ini sangat efektif dalam menghambat enzim HMG-CoA reductase, sehingga menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida secara signifikan. Obat ini juga umum digunakan untuk mencegah serangan jantung dan stroke.
2. Fibrat
Obat golongan fibrat bekerja dengan cara mengurangi produksi lemak di hati dan meningkatkan penggunaan lemak oleh tubuh. Obat-obatan ini lebih efektif dalam menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol HDL.
Contoh obat ini adalah gemfibrozil yang dapat mengurangi produksi lemak di hati dan menurunkan trigliserida. Obat ini sering digunakan ketika statin tidak dapat digunakan karena alasan tertentu.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi kadar kolesterol tinggi pada pria adalah diet seimbang, olahraga teratur serta berhenti untuk merokok. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan jenis obat serta dosis yang tepat sesuai kebutuhan.
Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafisalakan.org melalui smartphone Anda. []