UNTUK INDONESIA
Kenalan dari Tinder, Tubuh Rinaldi Dimutilasi Jadi 11 Bagian
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi mutilasi yang dialami Rinaldi. Korban dan pelaku berkenalan melalui aplikasi Tinder.
Aplikasi Tinder. (Foto: Antara/REUTERS/Mike Blake)

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana membeberkan kronologi pembunuhan dan mutilasi yang dialami Rinaldi Harley Wismanu. Pemutilasi diketahui sepasang kekasih, yakni perempuan berinisial LAS dan lelaki berinisial DAF.

Nana menuturkan, antara korban dan pelaku sudah saling mengenal selama kurang lebih satu tahun terakhir. Perkenalan berawal dari aplikasi online pencari jodoh, Tinder.

Saya rasa ini perbuatan yang sangat keji, memutilasi menjadi 11 bagian. Bagian-bagian tubuh itu dimasukkan ke dua koper dan satu ransel

"LAS dan korban ini memang sudah lama mereka saling mengenal. Mereka mengenal melalui chatting. LAS ini melakukan chatting dengan korban melalui aplikasi Tinder," kata Nana di Polda Metro Jaya (PMJ), Kamis, 17 September 2020.

Berawal dari Tinder tersebut, keduanya beberapa kali melakukan pertemuan. Setelah itu, Rinaldi meminta nomor handphone milik LAS, yang kemudian melanjutkan komunikasi lewat aplikasi WhatsApp (WA).

"Dan kemudian mereka beberapa kali bertemu, dan korban juga meminta nomor WA (WhatsApp) kepada tersangka. Keduanya sering melakukan chatting dengan menggunakan aplikasi WA. Pada 5 September mereka ada melakukan komunikasi antara LAS dengan korban," ujarnya.

Setelah itu, pada tanggal 7 September 2020, Rinaldi dan LAS sepakat untuk kemudian menyewa Aparteman di Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat.

"Kemudian 7 September mereka ada janjian untuk bertemu disalah satu apartemen di Pasar Baru tadi, dan kemudian mereka menyewa apartemen tersebut dari tanggal 7-12 September. Kemudian sekitar tanggal 9 September mereka masuk ke apartemen tersebut," kata dia.

Sebelum sampai ke apartemen, DAF yang merupakan kekasih LAS ternyata sudah terlebih dahulu memasuki lokasi kejadian, dan bersembunyi di dalam kamar mandi.

"Disitulah mereka merencanakan untuk menghabisi korban RHW. Tanggal 9 masuk, rupanya DAF sudah mendahului masuk ke apartemen tersebut. DAF ini kemudian bersembunyi di kamar mandi. Korban dengan LAS awalnya mereka sempat berbincang kemudian berhubungan. Ketika berhubungan itulah kemudian DAF keluar (kamar mandi)," ucapnya.

Nana mengatakan, sebelum menghabisi Rinaldi, pasangan kekasih ini sudah menyediakan benda padat sebagai alat untuk melumpuhkan manajer perusahaan swasta tersebut.

"Mereka sudah menyiapkan batu bata, langsung dipukulkan ke kepalanya sebanyak 3 kali. 3 kali dipukul kemudian dia melakukan penusukan terhadap korban sebanyak 7 kali sehingga korban meninggal dunia. Kemudian mereka berdua turun. Tapi sebelumnya si korban ini digeser ke kamar mandi supaya tidak kelihatan kalau ada orang lewat," kata dia.

Selanjutnya, kedua pelaku membeli golok dan gergaji untuk memutilasi Rinaldi menjadi 11 bagian. Setelah itu, tubuh korban dimasukkan ke dalam koper dan tas ransel.

"Kemudian mereka membeli golok dan gergaji. Setelah mendapatkan, mereka kembali ke apartemen tersebut dan melakukan mutilasi. Saya rasa ini perbuatan yang sangat keji, memutilasi menjadi 11 bagian. Bagian-bagian tubuh itu dimasukkan ke dua koper dan satu ransel," ucap dia.

Tak hanya itu, kedua pelaku juga membeli sprei dan cat berwarna putih untuk menghilangkan bercak darah yang mengenai tembok apartemen.

"Dan mereka juga membeli sprei baru, dan cat warna putih untuk mengecat bercak-bercak darah yang ada di tembok itu. Kemudian mereka memindahkan koper tadi yang berisi korban ke sebuah apartemen di Kalibata lantai 16," kata Nana Sudjana.

Kedua tersangka, LAS dan DAF membunuh Rinaldi karena ingin menguasai harta korban. Uang sebesar Rp 97 juta milik korban telah digunakan membeli sejumlah barang, mulai dari logam mulia, emas, motor Yamaha Nmax, hingga menyewa rumah di Depok.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.[] 

Berita terkait
3 Pelaku Mutilasi Gadis Cantik Deli Serdang
Kepolisian dari Polrestabes Medan menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembunuhan wanita cantik di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pakistan Blokir Aplikasi Kencan Tinder
Pakistan menyatakan memblokir aplikasi kencan Tinder dan Grindr, karena dinilai tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di negara tersebut.
Tak Ada Tanda Pembunuhan dalam Kematian Oh In Hye
Aparat kepolisian Korea Selatan mengaku tidak menemukan bukti maupun tanda-tanda pembunuhan dalam kasus kematian aktris Oh In Hye.
0
Demo Tolak UU Omnibus Law di Makassar, Mobil NasDem Dibakar
Unjuk rasa mahasiswa UNM Makassar menolak UU omnibus law berlangsung ricuh di Kota Makassar, mobil ambulance milik Partai NasDem dibakar.