Kemensos Bebaskan Dua Orang ODGJ Korban Pasung di Kuningan

Balai Disabilitas "Phala Matha" Sukabumi membebaskan dan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)/Penyandang Disabilitas Mental di Kuningan.
Balai Disabilitas Phala Matha Sukabumi membebaskan dan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)/Penyandang Disabilitas Mental di Kuningan.(Foto:Tagar/Kemensos)

Jakarta - Kementerian Sosial terus mendorong Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial untuk menggerakkan bebas pasung di masyarakat dengan koordinasi lintas instasi.

Salah satunya dilakukan Balai Disabilitas "Phala Matha" di Sukabumi yang membebaskan dan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)/Penyandang Disabilitas Mental (PDM) korban pasung di Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis, 20 Mei 2021.

Dua warga yang dibebaskan dari pemasungan adalah perempuan berinisial AN (38) dari Dusun Calingcing dan laki-laki berinisial NW (27) yang berasal dari Dusun Wage II Desa Cileuya. Keduanya dipasung oleh keluarga karena perilaku yang dianggap mengganggu seperti suka mengamuk, merusak barang, berjalan tanpa tujuan, serta membahayakan dirinya dan orang lain.

Kegiatan pemberdayaan akan dilakukan secara simultan dalam layanan atensi oleh Graha Berdaya dan Balai Phala Martha dimulai dari proses asesmen dan penyusunan rencana intervensi dan implementasi pemberdayaan.

Keduanya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon. Selanjutnya, pemberdayaan diberikan melalui layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dengan pendekatan keluarga, komunitas dan residensial bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Graha Berdaya.

"Kegiatan pemberdayaan akan dilakukan secara simultan dalam layanan atensi oleh Graha Berdaya dan Balai Phala Martha dimulai dari proses asesmen dan penyusunan rencana intervensi dan implementasi pemberdayaan," ungkap Pekerja Sosial Balai "Phala Martha," tutur Umar Khaerudin.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari asesmen yang telah dilakukan sebelumnya oleh Pekerja Sosial Balai "Phala Martha", Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Graha itiwa Puskesmas Kecamatan Cimahi.

Dalam hal ini, berbagai pihak juga ikut terlibat seperti keluarga ODGJ/PDM, Kepala Desa Cileuya Kecamatan Cimahi, dan Petugas Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Kecamatan Cimahi.

Balai Disabilitas Phala MathaBalai Disabilitas "Phala Matha" Sukabumi membebaskan dan mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)/Penyandang Disabilitas Mental di Kuningan.(Foto:Tagar/Kemensos)

Ibu AN menyampaikan, keluarga sudah mengupayakan pengobatan baik alternatif maupun medis sejak dulu, namun sering kambuh dan kambuh lagi. Sehingga keluarga merasa putus asa dan tidak mampu merawat anaknya yang sakit sehingga AN kemudian dirantai dan dikurung di rumah.

"AN sakit sejak tamat SD ketika usianya 13 tahun dan dirantai sudah selama dua tahun," ungkap Ibu AN.

Sementara Ibu NW menyampaikan bahwa anaknya telah dikurung selama satu tahun. Padahal, lanjutnya, dulu NW sehat dan sempat berdagang di daerah Johar Baru, Jakarta.

"Penghasilnya sering diberikan untuk membantu ekonomi keluarga, namun kondisi NW saat ini menjadi sakit dan memprihatinkan seperti ini," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Cileuya menyampaikan terima kasih kepada Tim Pembebasan dan Evakuasi Korban Pasung dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan LKS Graha Berdaya yang telah membantu AN dan NW serta keluarga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. 

Rangkaian kegiatan yang dilakukan Kemensos mulai dari merencanakan pelepasan pasung, hingga mengevakuasi untuk segera mendapatkan perawatan kesehatan.

Respon cepat ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial agar layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berkomitmen mencakup pendampingan selama perawatan dan pascaperawatan kesehatan di rumah sakit, khususnya membantu pemulihan fungsi sosial AN dan NW serta pemberdayaan ekonomi bagi keduanya dan keluarga. []

Berita terkait
Bencana NTT, Kemensos Terima Donasi Rp100 Juta dari Victoria Community Church
Kementerian Sosial menerima donasi senilai Rp100 juta dari Victory Community Church yang berbasis di Surabaya untuk korban bencana di NTT.
Kemensos Terus Sinergikan Program CSR dengan Dunia Usaha
Kementerian Sosial melaksanakan Sinergitas Pengembangan Program Dunia Usaha untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan CSR.
Kemensos Berikan Ruang Bagi Warga Dapatkan Informasi Melalui PPID
Kemensos memberikan ruang bagi warga untuk mengetahui program dan kinerja yang telah dan sedang dilaksanakan melalui PPID.
0
Dugaan Penipuan Jumlah Tes Covid-19 di Jerman
Dugaan penipuan jumlah tes Covid-19 di Jerman meningkat, otoritas keseharan Jerman membahas mekanisme kontrol jumlah tes