Kemenperin Siapkan Strategi Percepat Pulihkan Industri TPT

Kemenperin menyiapkan berbagai strategi untuk mempercepat pemulihan industri tekstil dan produk tekstil (TPT)
Kemenperin Industri TPT. (Foto: Tagar/Dok. Kementerian Perindustrian)

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendongkrak kinerja sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar tetap produktif di tengah benturan akibat pandemi Covid-19. 

Terlebih, sektor tersebut menjadi salah satu andalan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 dan yang diprioritaskan pengembangannya berdasarkan peta jalan Makin Indonesia 4.0.

"Industri TPT adalah salah satu sektor yang paling tua, yang struktur industrinya paling besar dan kuat, serta merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat pembukaan Seminar Nasional Tekstil 2020 yang digelar secara daring oleh Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung, Selasa, 3 November 2020 seperti dikutip dari siaran pers Kemenperin.

Kami juga melanjutkan program restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri TPT sebagai momentum untuk bisa selaras dengan revolusi industri 4.0, serta meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kualitas produk.

Baca juga: Kemenperin Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Teknologi

Industri TPT, kata Achmad, juga menjadi penghasil devisa yang cukup signifikan. Pada 2019, nilai ekspornya mencapai USD 12,9 miliar dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 3,74 juta orang.

"Pandemi Covid-19 menyebabkan industri ini menjadi salah yang terdampak cukup berat atau hard hit," ucapnya.

Untuk itu, industri TPT menjadi salah satu sektor yang diutamakan untuk percepatan pemulihan kinerjanya. Ini mengingat besarnya peran industri TPT terhadap perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam mengatakan pihaknya telah berusaha menyusun berbagai strategi guna membangkitkan kembali geliat industri TPT pada saat dan pasca pandemi Covid-19. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Road Map Tekstil 4.0, dengan menekankan tiga jangkauan, yakni horizon 1 (jangka pendek atau dalam kurun 3-5 tahun), horizon 2 (jangka menengah 5-10 tahun), serta horizon 3 (jangka panjang 10-15 tahun).

"Horizon 1 berfokus pada pengembangan synthetic fibers, high quality yarn, specialty & industrial fabrics. Selanjutnya, horizon 2 dan 3 berkembang pada pengembangan apparel with embedded technology dengan fokus produk technical multi-fabric textiles, leather fabrics, functional clothing dan smart footwear," ujar Khayam.

Secara simultan, Kemenperin terus mendorong implementasi teknologi industri 4.0 di sektor TPT. Adapun upaya yang dilakukan, seperti melalui pemberian insentif kepada pelaku usaha lewat insentif super tax deduction untuk industri yang berkegiatan R&D serta pendidikan vokasi.

"Kami juga melanjutkan program restrukturisasi mesin dan peralatan pada industri TPT sebagai momentum untuk bisa selaras dengan revolusi industri 4.0, serta meningkatkan produktivitas, efisiensi dan kualitas produk," tutur Khayam.

Kemudian, Kemenperin bertekad meningkatkan konektivitas sektor hulu-hilir di industri TPT dengan platform Indonesia Smart Textile Industry Hub (ISTIH) serta mengusulkan Insentif Kemudahan Lokal Tujuan Ekspor (KLTE) dan Kemudahan Lokal Tujuan Lokal (KLTL) untuk penggunaan bahan baku dari dalam negeri. Bahkan, Kemenperin terus mendorong penurunan harga gas agar segera direalisasikan bagi industri hulu tekstil sehingga daya saingnya terdongkrak sekaligus memberikan multiplier effect untuk rantai industri tersebut.

Selain itu, kata Khayam, upaya lainnya yakni memberikan fasilitas pendirian pilot plant textile 4.0 atau lighthouse project sebagai benchmark implementasi industri 4.0 di tingkat perusahaa. "Kemenperin juga mengembangkan ekosistem industri special fiber, high quality yarn, dan functional clothing berbasis polyester, rayon dan padat karya di Batang, Karawang, Riau, dan Brebes," katanya.

Baca juga: Upaya Kemenperin Pulihkan Dampak Ekonomi Sektor Industri

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi menjelaskan pandemi Covid-19 yang berimbas ke sektor industri harus dihadapi dengan berbagai strategi. Menurutnya, salah satu caranya dengan pemanfaatan teknologi dan efisiensi proses produksi.

"Hal tersebut akan menjadi kunci utama penguatan daya saing industri manufaktur nasional," kata Doddy.

Kemenperin, kata dia, memberikan perhatian besar terhadap pengembangan industri tekstil secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Adapun beberapa industri ramah lingkungan yang kini didorong seperti industri serat rayon, industri recycle stapel fiber polyester, serta industri dyeing printing dan finishing.

"Sehingga, industri tersebut juga bisa menghasilkan produk jadi yang nyaman dan fungsional ketika dipakai," ucap Doddy.

Tekanan yang terjadi terhadap industri TPT akibat pandemi Covid-19, kata Doddy, mendorong inovasi teknologi yang bisa melahirkan berbagai produk tekstil fungsional yang berkelanjutan. Kemenperin juga berusaha guna memudahkan ketersediaan bahan baku lokal dan memastikan terjaminnya pasokan energi.

"Kemenperin bertekad untuk secara aktif memacu ekspor produk TPT nasional dengan tetap mengedepankan pemanfaatan bahan baku lokal sehingga meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri TPT nasional, khususnya tekstil fungsional," ujarnya.

Doddy menambahkan, permintaan produk tekstil dengan teknologi tinggi akan terus meningkat di masa depan. Ini lantaran dibantu oleh teknologi terbaru yang meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta kualitas produk.

"Negara berkembang seperti Indonesia perlu berbenah dengan terus meningkatkan inovasi teknologi tekstil fungsional, sembari tetap menjaga kelestarian sumber daya alam serta meningkatkan kualitas hidup manusia," tutur Doddy. []

Berita terkait
Kemenperin Perhatikan Ketersediaan Listrik Bagi Industri
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menaruh perhatian besar terhadap ketersediaan energi listrik bagi sektor industri
Kemenperin Dorong Industri Perluas Pangsa Pasar
Kemenperin terus mendorong sektor industri untuk memperluas pangsa pasarnya, terutama menembus ke kancah internasional.
Kemenperin Ingin Pelaku IKM Manfaatkan Teknologi Digital
Kemenprin menilai pentingnya pemanfaatan teknologi digital ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
0
Pengamat: Laksamana Yudo Margono Layak jadi Panglima TNI
Pengamat Intelejen Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengatakan Yudo Margono layak menjadi Panglima TNI gantikan Hadi Tjahjanto.