UNTUK INDONESIA

Kemenparekraf Dukung Konser Musik Jazz Goes to Campus

Konser musik Jazz Goes to Campus (JGTC) ke-43 yang bakal digelar secara virtual mendapat dukungan penuh dari Kementerian Parekraf.
Konser musik jazz digelar secara virtual. (Foto:Tagar/Kemenparekraf)

Jakarta - Konser musik Jazz Goes to Campus (JGTC) ke-43 yang bakal digelar secara virtual mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani menuturkan bahwa hal itu merupakan upaya mendukung perguruan tinggi, khususnya para mahasiswa, agar tetap berkarya dan menciptakan kreativitas tanpa batas di masa pandemi.

“Apresiasi kepada penyelenggara The 43rd Jazz Goes to Campus atas upaya dan kerja kerasnya untuk tetap melaksanakan kegiatan ini secara online sebagai cara membangkitkan antusiasme penggemar jazz bahwa konser tetap bisa dinikmati di situasi pandemi secara daring,” kata Rizki, Sabtu, 13 Februari 2021.

Menurut Rizki, festival jazz yang memadukan unsur kreativitas dengan teknologi ini diharapkan menjadi solusi untuk tetap menghadirkan konser jazz di Indonesia serta memberikan hiburan bagi masyarakat dan komunitas penikmat musik jazz di tengah pandemi COVID-19.

"Suguhan dari para pengisi acara itu kemudian disiarkan secara live streaming sehingga dapat dinikmati penonton dari rumah," katanya.

Rizki juga mengapresiasi kesadaran mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI selaku panitia pelaksana festival ini. Sebab, menggaungkan pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) secara ketat di lokasi acara.

Konser musik jazz virtual ini tetap diselenggarakan dengan selalu memperhatikan protokol-protokol kesehatan berbasis CHSE pada penyelenggaraan kegiatan (events) kepada seluruh panitia, tim produksi, dan pengisi acara

Hal ini terbukti dengan penayangan video penerapan protokol kesehatan oleh panitia yang ditayangkan di sela-sela pergantian penampil.

"Konser musik jazz virtual ini tetap diselenggarakan dengan selalu memperhatikan protokol-protokol kesehatan berbasis CHSE pada penyelenggaraan kegiatan (events) kepada seluruh panitia, tim produksi, dan pengisi acara," ujar Rizki.

Konser yang pertama kali digagas pada 1978 ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu, 13 Februari dan Minggu, 14 Februari 2021 dengan mengusung tema “Rediscover Your Jazzpression!” yang dapat disaksikan secara daring melalui media streaming GoPlay dan LOKET Live.

Pada hari pertama, acara ini dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Kunto Aji, Fariz RM, Adikara Fardy, dan TEN2FIVE.

Dalam kesempatan tersebut, Kunto Aji mengungkapkan pandemi ini membuat semua orang, termasuk musisi, harus bersabar karena banyaknya panggung pagelaran musik yang ditunda ataupun dibatalkan.

Namun, ia berharap agar masyarakat Indonesia dapat tetap kreatif di tengah-tengah masa sulit karena pandemi COVID-19.

"Panggung kami tentu tidak sebanyak biasanya. Cuma, kita berharap bisa bertahan, itu saja. Di masa pandemi ini paling penting survive dulu, setelah itu kita bangun sama-sama," ujar Kunto Aji. []

Baca juga:

Berita terkait
Menko Luhut Ingin Seluruh Aspek Pariwisata Toba Terintegrasi
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ingin seluruh aspek pariwisata Toba terintegrasi agar dapat merangkai simpul ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Menparekraf Tinjau Proyek Bali Maritime Tourism Hub
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peninjauan proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Kawasan Pelabuhan Benoa.
Langkah Menparekraf Pulihkan Desa Wisata
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membantu pemulihan desa wisata.
0
Soal PPKM Mikro, Hendi: Sudah Ada Kampung Siaga di Semarang
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini tak akan kesulitan mengimplementasikan PPKM Mikro sebab telah memiliki Kampung Siaga Candi Hebat.