Kemenko Marves Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Nani Hendiarti mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah plastik.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves Nani Hendiarti. (Foto: Tagar/Kemenko Marves)

Jakarta - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti mengapresiasi upaya Danone-AQUA dan H&M untuk mengelola sampah plastik dengan meluncurkan produk Bottle2Fashion pada Selasa, 18 Januari 2022.

“Ini merupakan inovasi sekaligus terobosan untuk pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan untuk membuat produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Suatu bentuk konkret dari ekonomi sirkular,” ucap Deputi Nani dalam sambutannya pada peluncuran produk Bottle2Fashion.

Ia mengatakan bahwa inovasi yang memanfaatkan daur ulang botol plastik memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan kreativitas serta kolaborasi yang efektif dengan berbagai stakeholder.


Inovasi dan kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi perusahaan yang lain karena ini sudah harus menjadi tanggung jawab kita bersama.


“Pendaur-ulangan merupakan salah satu pilar dari prinsip ekonomi sirkular. Penerapan prinsip ini bukan saja dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah dan pencemaran lingkungan tetapi juga dapat menumbuhkan lapangan kerja baru baik pekerja formal maupun informal,” ucapnya.

Deputi Nani menyampaikan bahwa penerapan ekonomi sirkular seperti ini akan dapat menghemat menggunaan sumber daya tidak terbarukan dan mengurangi emisi karbon ke atmosfir yang sangat penting dalam aksi mitigasi perubahan iklim.

“Isu terkait sampah merupakan hal yang nyata dan memang ada di mana-mana. Oleh karena itu, Danone-AQUA bersama H&M berdiskusi terkait komitmen lestari masing-masing organisasi, hal apa yang bisa kami lakukan untuk berkontribusi terkait permasalahn sampah,” tutur social environment program, stake holder engagement and public affair manager H&M Indonesia, Anya Savira.

Menurutnya, komitmen kedua perusahaan tersebut ditunjukkan dengan ditandatanganinya MoU pada acara “Align for Marine Plastic Ocean Hosted by Indonesia Government” yang disaksikan oleh Kemenko Marves pada September 2017 lalu.

“Dari sejak kami meluncurkan koleksi pertama bottle2fashion pada tahun 2020 lalu, kami sudah menggunakan lebih dari 7,5 juta botol plastik untuk produk H&M yang juga tersedia di semua outlet di seluruh dunia,” kata Anya.

“Inovasi dan kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi perusahaan yang lain, karena ini sudah harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucap Deputi Nani.

Ia pun melanjutkan bahwa peluncuran produk ini merupakan bagian dari aksi nyata oleh produsen dalam memenuhi kewajibannya untuk melakukan pengurangan sampah dari produk dan kemasannya untuk dilakukan pendaur-ulangan, serta wujud aksi kolaboratif dalam melakukan pendaur-ulangan sampah plastik menjadi produk baru.

“Kami mengolah sampah botol plastik menjadi kepingan kecil yang kemudian melalui setidaknya 5 tahapan perubahan, akhirnya dari bahan botol plastik menjadi recycle polyester fiber yang kemudian dioleh menjadi kain yang siap diubah menjadi produk fashion,” ujarnya.

“Danone-AQUA secara konsisten melakukan usaha pengumpulan kemasan botol plastik paska konsumsi sebagai sumber material penting dalam produk sirkular. Sampai saat ini, kami sudah mengumpulkan sekitar 13 ribu ton botol plastik bekas dari 6 recycling business unit,” katanya.

Packaging singularity senior manager Danone-AQUA, Jefri Ricardo. Ia berharap upaya yang telah dilakukan ini dapat mendorong sektor swasta lain untuk terus mengkampanyekan secara masif penanganan polusi sampah plastik di Indonesia, melalui aksi nyata pengurangan dan pemanfaatan ber-ulang produk-produk yang terbuat dari plastik.

Deputi Nani kemudian menghimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dan bertanggung jawab atas pengelolaan sampah yang dihasilkan mulai dari diri sendiri dan dari lingkungan terkecil di sekitarnya. Menurutnya, jika dikelola dengan benar, sampah yang dihasilkan masih memiliki nilai ekonomi dan masih bisa dimanfaatkan.

“Pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi akan terus mendukung kerja-kerja gerakan seperti ini yang memiliki semangat tinggi untuk membantu negeri ini keluar dari masalah persampahan,” ucapnya. []

Berita terkait
Angkat Isu Sampah, Film Pulau Plastik Tayang di Bioskop
Film dokumenter yang mengangkat isu global mengenai sampah, Pulau Plastik, dipastikan bakal tayang secara terbatas di bioskop Indonesia.
Alat Pelebur Sampah Kantong Plastik Menjadi BBM di Sleman
Seorang warga Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, merakit alat yang melebur sampah plastik menjadi bahan bakar minyak, namun dia memiliki kendala.
Sampah Plastik Mencemari Habitat Pinguin di Ujung Dunia
Sampah plastik yang mencemari koloni pinguin di ujung selatan Argentina yang mengancam habitat pinguin
0
Kemenko Marves Apresiasi Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Nani Hendiarti mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah plastik.