Kejati NTT Geledah Kantor Camat Komodo dan Lurah Labuan Bajo

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati NTT geledah Kantor Camat Komodo dan Kanto Kelurahan Labuan Bajo.
Sarif Malik, Lurah Labuan Bajo, Kecamatan Komdo, Kabupaten Manggarai Barat NTT saat diwawancarai awak media di Kantornya, Selasa 13 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Pepi Kurniawan)

Labuan Bajo - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT geledah kantor Kelurahan Labuan Bajo dan Kantor Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat NTT, Selasa 13 Oktober 2020.

Penggeledaan itu berkaitan dengan kepemilikan lahan seluas 30 hektare milik Pemkab Mabar yang berlokasi di Keranga, Toro Lema Batu Kalo, Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT.

Seperti apa nantinya, sekarang lagi diproses. Kita mempersilahkan Kejati untuk bekerja sesuai tupoksi.

Lurah Labuan Bajo, Kecamatan Komdo, Sarif Malik, mengaku kaget saat didatangi tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati NTT, sebab sebelumnya tidak mendapatkan informasi terkait pengeledahan tersebut.

Tim penyidik tiba pukul 11.00 Wita. Mereka datang langsung tunjuk surat tugas untuk mencari dokumen dan Lurah Sarif langsung memersilahkan untuk mengecek dokumen yang dibutuhkan. Selain melakukan pemeriksaan di ruangan kerja lurah, penyidik juga menggeledah ruangan arsip.

Baca juga:

Penggeladahan itu jelas Sarif, untuk mencari dokumen terkait persoalan lahan seluas 30 hektar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) yang terletak di Keranga, Toro Lema Batu Kalo, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.

Ia mengaku baru tiga tahun menjabat sebagai Lurah Labuan Bajo sejak tahun 2017. Namun, kala itu persoalan lahan Karanga belum mencuat ke publik seperti yang saat ini.

Luraf Sarif juga mengaku baru pertama kali diperiksa terkait persoalan lahan Karanga yang terletak di wilayah administrasinya.

"Seperti apa nantinya, sekarang lagi diproses. Kita mempersilahkan Kejati untuk bekerja sesuai tupoksi," katanya kepada sejumlah awak media.

Sebelumnya penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Camat Komodo. Enam orang penyidik mengecek sejumlah berkas di ruangan kepala seksi pemerintahan Kantor Camat Komodo, meski ada penggeledahan, aktivitas perkantoran tetap berjalan normal.

Camat Komodo, Imran, mengaku tidak pernah dilibatkan untuk mengurus persoalan lahan Karanga, sebab ia baru dua tahun menjabat jadi Camat Komodo.

Namun Imran mengaku selalu memberikan saran kepada lurah atau pun desa terkait status kepemilkan lahan tersebut. Karena yang tahu betul itu lurah dan desa.

Saat didatangi tim penyidik, Imran tak gentar, ia terlihat santai dan melayani wartawan yang datang mewawancarai dirinya yang berbanding terbalik dengan Bupati Mabar yang selalu menghidar saat diwawancarai terkait kasus tersebut.

"Sejak saya menjabat, saya tidak pernah ikut (perkembangan kasus tanah itu)," tegasnya. []

Berita terkait
Kapolda NTT Pimpin Pasukan Bersihkan Pantai Pede Labuan Bajo
Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Lothakoria Latif memimpin langsung pasukannya untuk membersihkan Pantai Pede Labuan Bajo NTT.
Pemuda Manggarai Ditangkap di Labuan Bajo, Ini Kasusnya
Seorang pemuda asal Rokang, Desa Bangka Ruang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai ditangkap di Labuan Bajo. Ini kasusnya.
Presiden Jokowi Tinjau KSPN Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur
Presiden Jokowi meninjau penataan Kawasan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo,NTT yang dibangun kementerian PUPR.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.