Gunungkidul - Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di tanjakan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020 malam. Kecelakaan ini terjadi saat mobil boks menabrak angkringan lalu terjun ke jurang sedalam 10 meter.
Kepala Unit Laka Lantas Polres Gunungkidul Iptu Sony Yuniawan membenarkan adanya insiden kecelakaan di jalur maut ini. Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Selain itu, empat korban mengalami luka.
Baca Juga:
Seperti diberitakan Tagar sebelumnya, lima orang mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam Cawas di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun, dokter rumah sakit menyatakan satu orang meninggal, yakni atas nama Supardi, 65 tahun, warga Bundelan 01/08, Tancep, Kapanewon Ngawen.
Akibat kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Sedangkan empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Mereka adalah pemilik angkringan Supriyatno, 45 tahun dan ankanya, Muhammad Serkkam Gani, 5 tahun, warga Bundelan 02/08, Tancep, Ngawen. Dua lainnya Suherman, 40 tahun, warga Pakusari, Jember, Jawa Timur dan kernet bernama Riko Panca Pangestu, 30 tahun, warga Jalan MT. Haryono Karangrejo, Jember, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan ini terjadi saat mobil boks bernomor polisi DK 8631 BE melaju dari selatan menuju utara arah Klaten. Saat tiba di jalan turunan, pengemudi Suherman tidak bisa mengendalikan laju mobil boks bermuatan pupuk organik ini karena diduga rem blong.
Baca Juga:
Laju mobil oleng kemudian menabrak angkringan yang berada di pinggir jalan. Setelah menabrak, angkringan dan mobil boks masuk ke jurang. Saat itu di angkringan ada tiga orang yakni pemilik dan anaknya serta seoranng pengunjung. Ketiga orang ini ikut masuk ke jurang. Selain itu, motor Suzuki bernomor polisi B 3837 QN yang parkir di angkringan tersebut juga ikut terjun ke jurang setelah dihantam mobil boks.
Akibat kecelakaan ini, selain menyebabkan seorang meninggal dan melukai empat orang, mobil boks mengalami kerusakan pada bagian depan dan atas. Selain itu, satu unit motor juga ringsek serta warung angkringan yang porak poranda. []