Ke Demokrat, Ferdinand Hutahaean Sebut Omnibus Law RUU Butuh Uang

Politisi Ferdinand Hutahaean mengatakan ke Partai Demokrat dengan konteks candaan bahwa Omnibus Law ialah RUU Butuh uang
Ferdinand Hutahaean sebut Bahlil Kepala BKPM kurang memiliki jaringan di sektro investasi. (Tagar/Tagar TV)

Jakarta - Politisi Ferdinand Hutahaean mengungkapkan secara gamblang ihwal pengunduran dirinya dari Partai Demokrat, bukan terkait perbedaan sikap soal Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja saja.

Dia menerangkan, terdapat beberapa silang pendapat antara dirinya dengan Demokrat, mulai dari isu soal Tenaga Kerja Asing (TKA), menyoal harga Bahan Bakar Minyak (BBM), isu yang terkait dengan penanganan Covid-19 hingga puncaknya pada Omnibus Law Cipta Kerja, di mana Fraksi-Demokrat di DPR kompak memilih walk out, tak mengikuti pengesahan UU tersebut.

Bahkan sampai saya sebut dalam konteks bercanda, ini adalah RUU BU atau RUU butuh uang.

Ferdinand pun mengaku menganalisis situasi, dengan melihat kondisi terkini bangsa dan kebutuhan negara. Dia memosisikan diri betapa sulitnya berada di pemerintahan yang sekarang, karena harus bekerja susah payah dan bekerja keras untuk menyelamatkan bangsa ini dari hantaman pandemi Covid-19.

"Bahkan, kita saat ini menjadi salah satu negara yang cukup kuat bertahan ya, dibanding dengan negara-negara lain. Bahkan negara-negara yang maju ekonominya sudah lebih dulu masuk resesi daripada Indonesia," kata dia saat menjadi pembicara di kanal YouTube Tagar TV dilihat, Selasa, 13 Oktober 2020.

Baca juga: Profil Ferdinand Hutahaean, Mundur dari Demokrat Dukung Jokowi

Ferdinand pun menegaskan, sikapnya memang berbeda dengan kader Demokrat lainnya yang kebanyakan lebih berjalan di garis oposisi pemerintahan. Baginya, menjadi seorang politisi justru memang harus terus-menerus menyampaikan pola pemikiran untuk menjaga eksistensi. Namun, sikap-sikap yang ia utarakan tak jarang malah diabaikan.

Sebagai eks Kepala Biro SDM Energi dan Sumber Daya Mineral Partai Demokrat, dia merasa sempat menyampaikan sikapnya soal TKA untuk dilanjutkan ke pimpinan pusat, sebagai dasar pertimbangan untuk memberikan pernyataan sikap. Namun, aspirasinya tidak kunjung didengar menjadi pernyataan resmi partai.

"Tetapi berbeda juga apa yang saya sampaikan tidak menjadi poin yang disampaikan oleh partai. Sampai akhirnya kemarin di soal Omnibus Law saya berbeda pandangan cukup mendasar ya. Apalagi sangat prinsip itu ketika UU Omnibus Law ini bahkan sampai saya sebut dalam konteks bercanda, ini adalah RUU BU atau RUU butuh uang," tuturnya.

"Saya sampai kasih analogi bagaimana ketika kita yang butuh uang pengen menjual sesuatu barang, contohnya kita taruh harganya Rp50.000 tiba-tiba orang nawar udah Rp30.000 gitu. Karena kita butuh uang, maka kita pun merelakan itu. Sudahlah Rp30.000 yang penting kita dapat dulu sesuatu untuk bertahan, kan kira-kira seperti itu," ujar dia lagi.

Ferdinand yang mengikuti sejak awal perdebatan sengit di tengah publik yang mempersoalkan substansi pasal di dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja, memang ia yakini UU tersebut bisa membuat Indonesia keluar dari pintu krisis ekonomi, ditambah angka pengangguran akibat pandemi ini terus bertambah.

Di sisi bersamaan, generasi bangsa terus lahir, setelah lulus SMA dan SMK, ataupun lulus kuliah, negara harus memastikan dan menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi warga. Ia optimis UU sapu jagat ini dapat mengakomodir itu semua.

Baca juga:  Ferdinand Hutahaean Minta Aparat Bertindak Tegas

Lebih lanjut eks anggota Bara JP itu melihat substansi pasal di dalam UU Omnibus Law mengemban misi mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan pemerintah, sebesar 6%. 

Belum lagi negara memiliki pekerjaan rumah, 26,5 juta lebih masyarakat miskin harus dipelihara oleh negara dengan disubsidi listrik gratis, anak-anaknya disekolahkan gratis, masyarakat diberikan bantuan sembako setiap bulan, diberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) setiap bulannya, agar daya beli tetap ada.

"Dari mana negara akan memberikan, memelihara mereka dengan beban sebesar ini tiap bulan kalau tidak ada pertumbuhan ekonomi?" ucapnya.

Ferdinand kembali mengungkapkan rasa optimisnya bahwa ia melihat Omnibus Law Cipta Kerja memiliki roh berkeadilan sosial dengan menjalankan misi Pancasila menuju Indonesia yang lebih merdeka, karena ke depan ia meyakini pemerintah dapat memelihara masyarakat miskin dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya. 

Namun demikan, ia juga melihat ada hak buruh seperti pesangonnya menurun. Hal ini yang justru harus dipastikan, pemerintah harus didesak dan ia sarankan dapat mengelola keuangan sebaik mungkin dengan melibatkan asuransi Jamsostek.

"Supaya apa yang berkurang ini menjadi tidak berkurang, diambil alih oleh pemerintah. Itu saya dorong. Jadi saya melihatnya objektif, tidak asal mendukung, dan tidak menyatakan bahwa semua ini baik, tidak," kata dia.

"Ketika (buruh) dipecat pesangonnya berkurang, ayo pemerintah hadir dong. Di situ Jamsostek kerahkan ke situ untuk mengurusnya, bertanggung jawab di situ dalam bentuk asuransi. Itu yang saya lakukan. Jadi substansi utamanya (UU Cipta Kerja) bagi saya adalah untuk mewujudkan berkeadilan sosial, buruh tetap bekerja, investor datang, lapangan kerja terbuka, pertumbuhan ekonomi naik, masyarakat miskin dipelihara oleh negara," ujar dia lagi.

Menurut Ferdinand, pandangannya ini berbeda dengan Partai Demokrat yang menyatakan UU Cipta Kerja ini tidak Pancasilais, bahkan disebut liberalistik dan kapitalistik. 

"Itu sangat mendasar kan perbedaan antara saya dengan partai. Saya menyebutnya ini rohnya Pancasila, partai menyebutnya tidak pancasilais, kapitalistik, liberalistik. Bahkan, saya juga agak janggal dengan istilah liberalistik dan kapitalistik ini ya. Kalau disebut begitu di mana liberalistiknya, dimana kapitalistiknya," kata Ferdinand Hutahaean. []

Berita terkait
Kegiatan Ferdinand Hutahaean Setelah Mundur dari Demokrat
Setelah mengumumkan mundur dari Partai Demokrat, partai yang didirikan SBY yang kini dipimpin AHY, ini yang akan dilakukan Ferdinand Hutahaean.
Denny Siregar ke Ferdinand Hutahaean : Clear Ya
Ada pesan khusus yang disampaikan Denny Siregar kepda Ferdinand Hutahaean. Apa ya kira-kira pesan khusus Denny untuk Ferdinand?
Ferdinand Hutahaean Ungkap Alasan Mundur dari Demokrat
Ferdinand Hutahaean ungkap beberapa alasannya ia mundur dari partai Demokrat, Benarkah salah satunya karena tidak cocok dengan Ketum Demokrat, AHY?
0
Naomi Osaka Mundur Dari Grand Slam Prancis Terbuka 2021
Naomi Osaka, petenis Jepang peringkat dua dunia, menolak konferensi pers setelah pertandingan akhirnya mengundurkan diri dari Prancis Terbuka