Jakarta -  Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan Status Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, meningkat menjadi siaga I pada pukul 22.50 WIB. Tinggi muka air (TMA) sudah mencapai 250 cm. Warga Jakarta, terutama 13 wilayah rawan banjir. 

Informasi siaga I ini  disampaikan oleh akun Twitter resmi BPBD DKI Jakarta @BPBDJakarta pada Kamis 25 April 2019 malam. Air diprediksi akan tiba di Pintu Air Manggarai dalam waktu ± 6-9 jam ke depan.

"Pukul 22.50 WIB. #TinggiMukaAir di Bendung Katulampa 250 cm (Siaga 1), #Cuaca Hujan. #PeringatanDiniJKT : Waspada aliran sungai ciliwung," tulis akun Twitter tersebut.

Baca juga: PBB Gratis Zaman Ahok, Zaman Anies Bayar

Mengutip Antara, Kepala UPT Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) BPBD DKI Jakarta M Ridwan saat dihubungi di Jakarta, Kamis malam, menjelaskan 13 wilayah yang berpotensi dilalui luapan air Sungai Ciliwung, di antaranya Srengseng Sawah, Rawajati, Pengadegan, Cikoko, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Manggarai.

"Bendung Katulampa ke (Pintu Air) Depok jaraknya tiga jam, sementara ke Manggarai enam jam. Jadi kemungkinan beberapa wilayah mulai terendam pada Jumat sekitar pukul 05.00 WIB," kata Ridwan.

Walaupun demikian, ia mengatakan kemungkinan luapan air yang melalui 13 wilayah tersebut akan cepat surut.

Pasalnya, total waktu permukaan air naik dari level Siaga IV (status aman) ke Siaga II (kritis) dan Siaga I berlangsung relatif singkat selama 20 menit.

Baca juga: Perilaku Pengguna MRT Luar Negeri Ini Patut Ditiru Jakarta

"Kronologisnya pada pukul 20.00 WIB Bendung Katulampa masih Siaga IV. Biasanya kita update (perbarui, red) empat jam setelahnya. Cuma di Bogor hujan, dan dalam waktu 10 menit langsung naik ke Siaga II, dan 10 menit kemudian naik ke Siaga I," Ridwan menerangkan.

Namun status ketinggian air per 20.35 WIB bertahan di ketinggian 200 TMA atau berada pada level Siaga II.

Demi mengantisipasi dampak banjir, Ridwan mengatakan pihak BPBD DKI telah menghubungi langsung camat dan lurah, serta warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Informasi diberikan melalui grup Whatsapp, pesan singkat, dan pesan berantai. []