Kanker Serviks Penyebab Kematian Perempuan Nomor 2 di Indonesia

Kanker serviks merupakan kasus penyakit tertinggi nomor 2 di Indonesia setelah kanker payudara, penyebab umum virus Human Papillomavirus (HPV)
Lambang kepedulian terhadap Human Papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks. (Foto: healthywomen.org)

Jakarta - Human Papillomavirus (HPV) merupakan virus infeksi menular umum yang biasanya tidak menunjukkan gejala dan akan hilang sendirinya, namun bisa juga menjadi masalah yang serius. Virus ini menular melalui kontak intim seksual yang dapat menginfeksi pria dan wanita.

Beberapa tahun yang lalu seorang pesohor perempuan meninggal karena kanker serviks. Persoalan tentang penyakit ini ramai ketika salah satu pengguna Twitter memposting tweet yang berbunyi “Sekadar Saran: Jangan lupa vaksinasi Hep-B dan HPV”, tutur pengguna Twitter @bitchinomics pada, 12 September 2021, lalu.

Menurut pengunggah twit itu, Hep-B dan HPV merupakan dua virus yang apabila menyerang tubuh akan menyebabkan kanker. Untungnya penyakit tersebut masih bisa dicegah dengan vaksinasi. Hep-B sendiri merupakan penyakit peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menular melalui cairan tubuh yang terinfeksi.

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang tumbuh pada sel leher rahim. Penyakit ini merupakan kasus kanker tertinggi di Indonesia dan menduduki posisi ke-2 setelah kanker payudara. Penyebab utama dari penyakit ini adalah virus HPV.

kanker serviksDisarankan agar memeriksa secara rutin untuk mengetahui penyakit kanker serviks, salah satunya dengan skrining (Foto: newsverge.com)

Data Global Burden of Cancer Study (Globocan) 2020 memaparkan tiga besar kasus kanker tertinggi pada perempuan Indonesia, 65.858 kasus kanker payudara (30,8%), 36.633 kanker leher rahim (17,2%), dan 14.896 kanker ovarium (7%). Walaupun penyakit ini bisa menjangkit perempuan dan laki-laki, namun kasus terbesar dialami oleh perempuan. Untuk angka kematian akibat kanker serviks mencapai 234.511 kasus.

1. Gejala Kanker Serviks

Penyakit ini seringkali tidak menunjukkan adanya gejala, satu satunya cara untuk mengetahuinya adalah melakukan tes rutin.

Namun, tak berarti tidak ada gejala sama sekali, berikut ini merupakan beberapa gejala yang muncul:

  • Mengalami pendarahan atau flek di luar jadwal haid
  • Waktu haid lebih lama dan lebih berat
  • Mengalami pendarahan ketika berhubungan seks
  • Terasa sakit ketika berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal
  • Pendarahan setelah menopause
  • Badan terasa lelah padahal tidak melakukan banyak aktivitas
  • Kaki terasa sakit atau bengkak
  • Punggung bawah terasa sakit

Beberapa pasien kanker serviks dinilai terlambat dalam untuk tes skrining, rata-rata dari mereka sudah berada di stadium lanjut saat didiagnosa.

2. Pencegahan Kanker Serviks

Cara pencegahan kanker serviks termudah adalah melakukan pemeriksaan rutin seperti Pap smear. Cara lain adalah dengan melakukan vaksinasi Gardasil dan Cervarix. Vaksinasi tersebut lebih baik dilakukan sebelum seseorang aktif secara seksual. Laki-laki dan perempuan dapat melakukan vaksin HPV mulai dari 9 tahun hingga maksimal 55 tahun dengan dosis yang sudah ditentukan.

Beberapa cara lain untuk menghindari penyakit ini adalah membatasi jumlah pasangan seksual, selalu gunakan pelindung saat berhubungan seks, dan hindari merokok.

3. Pengobatan Kanker Serviks

Kanker serviks akan lebih mudah diobati apabila seseorang mengetahui penyakitnya sejak dini. Kalau sudah memasuki masalah serius ada beberapa pengobatan yang bisa dijalani seperti, operasi pengangkatan sel kanker, terapi radiasi untuk membunuh sel kanker, kemoterapi, dan terapi yang ditargetkan dengan pemberian obat Bevacizumab (Avastin).

Dengan demikian, dibutuhkan juga pola hidup yang sehat untuk terhindar dari penyakit ini. Meskipun sudah terdapat vaksinasi untuk mencegah terjadinya kanker serviks diperlukan pula menghindari beberapa hal, terutama seks bebas dengan tidak menggunakan pengaman. Bagaimanapun juga lebih baik mencegah daripada mengobati (dari berbagai sumber). []

- Dwi Oktaviani

Kenali Penyebab dan Pengobatan Kanker Payudara

Benarkah Virus Corona Lebih Berbahaya dari Kanker?

Ciri-ciri Kanker Rahim yang Harus Diketahui

Mengapa Harus Merayakan Hari Kanker Sedunia?

Berita terkait
Kanker Serviks Pembunuh No 2 Perempuan Indonesia
4 Februari 2020 sebagai Hari Kanker Sedunia untuk mendorong semua negara menyelamatkan perempuan agar tidak mati sia-sia karena kanker serviks
0
Kanker Serviks Penyebab Kematian Perempuan Nomor 2 di Indonesia
Kanker serviks merupakan kasus penyakit tertinggi nomor 2 di Indonesia setelah kanker payudara, penyebab umum virus Human Papillomavirus (HPV)