UNTUK INDONESIA
Kang Emil: Patimban Jangan Kayak Priok yang Semrawut
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pembangunan Pelabuhan Patimban memperhatikan pembangunan wilayah sekitar.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil meminta Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang jangan bernasib seperti Tanjung Priok di masa mendatang. Perlu adanya perencanaan matang agar akses ke Patimban tidak menjadi semrawut.

"Salah satunya, mendesain kota baru di sekitar pelabuhan supaya akses menuju pelabuhan tertata. Jangan sampai seperti Tanjung Priok. Pelabuhannya bagus tapi aksesnya semrawut," tutur nya, Bandung, Kamis 4 Desember 2019.

Menurut Kang Emil pembangunan akses maupun wilayah pendukung merupakan hal penting dalam pembangunan Pelabuhan Patimban. Karenanya perlu persiapan matang untuk menata Patimban City.

"Kira-kira, ya, yang mana nanti di dalamnya memuat ada kota baru, pusat pemerintahan Subang dan lain-lain dan ini harus segera didesain kota barunya seperti apa," kata dia.

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah meminta kepada perwakilan Pemerintah Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA), untuk terlibat dalam pembangunan Patimban. Termasuk mendesain kota baru sebagai kawasan penyokong pelabuhan. 

"Saya sudah minta ke JICA bulan Januari 2020 untuk mulai mendesain masterplan sebuah kota. Sehingga jelas kalau mau ada pusat pemerintahan Subang silakan, rekreasi, industri dan lainnya. Akhirnya Patimban dapat menjadi contoh pelabuhan di Indonesia," terang dia.

Jangan sampai seperti Tanjung Priok. Pelabuhannya bagus tapi aksesnya semrawut.

Kang Emil menambahkan rencananya di Juni 2020 bakal ada soft operation launching Pelabuhan Patimban. Pekerjaan tahap satu tersebut sudah sesuai jadwal.

"Semoga saja semuanya lancar. Kami siap mendukung penuh dan memastikan urusan ini tidak terkendala. Terutamanya proyek dengan nilai investasi hampir Rp 50 triliun ini bisa selesai tepat waktu," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritimin RI Luhut Binsar Panjaitan menyarankan agar pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Subang disertai dengan penataan kota baru.

"Saran saya pemindahan pusat pemerintahan Subang ini langsung sekalian dengan penataan kota barunya ini," kata dia.

Ia pun memastikan masterplan kota baru akan disiapkan oleh Jepang dalam kurun empat bulan. Dan PT RNI (Persero) akan menyiapkan lokasi dengan luas sekira 1.000 hektar.

"Lokasi pembentukan kota baru ini sudah disiapkan 1.000 hektar. Rencananya pemindahan pusat pemerintahan Subang lokasinya mendekati akses tol Patimban," tambahnya.

Bupati Kabupaten Subang Ruhimat menyambut baik rencana pemindahan pusat pemerintahan tersebut. Meski begitu, ia meminta lokasinya tidak terlalu dekat dengan area pelabuhan Patimban.

"Kami berencana untuk memindahkan pusat pemerintahan sehingga menjadi klaster. Tapi lokasinya bukan berarti pindah ke wilayah Pelabuhan Patimban. Tapi masih radius 30 kilometer dari Patimban," katanya.

Ruhimat sangat berharap adanya Pelabuhan Patimban akan membuat roda perekonomian Kabupaten Subang berputar lebih cepat. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat sekitar juga akan meningkat.

"Kota baru yang di dalamnya memuat muntahan-muntahan ekonomi dari pelabuhannya dan di dalamnya ada pusat pemerintahan," ucap dia. []

Baca juga:

 Lihat lainnya: 

Berita terkait
Impian Besar Jokowi Ada di Pelabuhan Patimban
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat,dapat menjadi lokasi ekspor otomotif ke ASEAN dan Australia.
Jokowi: Patimban Akan Jadi Pelabuhan Ekspor Mobil
Presiden Jokowi berharap pembangunan pelabuhan Patimbang segera selesai karena akan dipakai sebagai terminal petikemas an ekspor mobil
Kementerian PUPR Siapkan Jalan Akses Sepanjang 8 KM Ke Pelabuhan Patimban Subang
Kementerian PUPR membangun jalan akses yang menghubungkan Pantura Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang
0
GNPF Ulama Sumbar Tak Ikut Aksi 212 di Jakarta
GNPF Ulama Sumatera Barat mengklaim tidak mengirimkan anggota untuk mengikuti aksi 212 di Jakarta.