Kamboja Pelajari Kelelawar, Laos Lockdown dan Filipina Buka Sekolah

Lewat kelelawar tapal kuda, para peneliti di Kamboja berusaha cari tahu asal-usul dan bagaimana cara virus corona berevolusi
Kelelawar tapal kuda (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Lewat kelelawar tapal kuda, para peneliti di Kamboja berusaha untuk mencari tahu asal-usul dan bagaimana cara virus corona berevolusi. Penelitian serupa juga sedang dilakukan di Filipina.

Para peneliti tengah mengumpulkan sampel dari sejumlah kelelawar di Kamboja utara dalam upaya untuk memahami pandemi virus corona, di mana virus yang sangat mirip pernah ditemukan pada kelelawar di wilayah tersebut satu dekade lalu.

Sebelumnya, dua sampel dari kelelawar tapal kuda dikumpulkan pada tahun 2010 di provinsi Stung Treng dekat Laos dan disimpan di Institut Pasteur du Cambodge (IPC) di Phnom Penh.

remaja kamboja vaksinasiPara remaja menunggu untuk menerima vaksin Sinovac di sebuah pusat kesehatan di Phnom Penh pada 1 Agustus 2021, saat Kamboja mulai memvaksinasi remaja berusia antara 12 hingga 17 tahun (Foto: voaindonesia.com - AFP/Pring Samrang)

Tes yang dilakukan pada sampel tersebut pada tahun lalu mengungkapkan virus yang terdapat pada kelawar tersebut adalah kerabat dekat dengan virus SARS-CoV-2 yang telah menewaskan lebih dari 4,6 juta orang di seluruh dunia.

Tim peneliti IPC yang beranggotakan delapan orang telah mengumpulkan sampel dari kelelawar dan mencatat spesies, jenis kelamin, usia, dan detail lainnya selama seminggu. Penelitian serupa juga sedang dilakukan di Filipina.

"Kami berharap hasil dari penelitian ini dapat membantu dunia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Covid-19,” kata koordinator lapangan Thavry Hoem kepada Reuters.

1. Mencari Tahu Bagaimana Birus Berevolusi

Spesies inang seperti kelelawar biasanya tidak menunjukan gejala patogen, tetapi ini bisa sangat membahyakan jika ditransmisikan ke manusia atau hewan lainnya.

penumpang di bandara manilaPenumpang pakai hazmat untuk perlindungan terhadap Covid-19 berjalan di dalam Bandara Internasional Ninoy Aquino di Paranaque, Metro Manila, Filipina, 14 Januari 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Eloisa Lopez)

Dr Veasna Duong, Kepala Virologi di IPC, mengatakan pihaknya telah melakukan empat kali perjalanan dalam dua tahun terakhir untuk mencari petunjuk tentang asal-usul dan evolusi virus yang ditularkan kelelawar.

"Kami ingin mencari tahu apakah virus itu masih ada dan...untuk tahu bagaimana virus berevolusi," ungkap Duong.

Adapun penyakit yang disebabkan virus mematikan yang berasal dari kelelawar antara lain Ebola, Sindrom Saluran Pernafasan Akut Berat (SARS), dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

"Kalau kita coba dekat-dekat dengan satwa liar, kemungkinan virus dibawa oleh satwa liar lebih besar dari biasanya. Kemungkinan virus bertransformasi hingga menginfeksi manusia juga lebih besar," katanya.

2. Laos Berlakukan Lockdown

Laos mulai hari Minggu, 19 September 2021, memberlakukan lockdown ketat di Ibu Kota Vientiane setelah kasus Covid-19 akibat virus corna varian Delta mencatat rekor tertinggi. Sejak pertengah bulan April 2021 lalu, kasus harian di sana terus meningkat dan hingga pada hari Sabtu, 18 September 2021, lalu kasus harian baru di negara itu tercatat sebanyak 467 kasus.

Vientiane yang menyumbang kasus paling banyak memberlakukan lockdown selama dua mingu dan meminta warganya tetap berada di rumah. Warga dilarang meninggalkan Vientiane, dan mereka yang masuk ke ibu kota harus menjalani karantina selama 14 hari. Acara publik juga sementara ini dilarang diselenggarakan.

Sementara itu, pelonggaran lockdown ibu kota Vietnam, Hanoi, mulai akan diberlakukan minggu ini. Pemerintah mengatakan pelonggaran dilakukan setelah terjadi penurunan kasus harian dan semakin banyaknya orang dewasa di sana yang telah mendapatkan vaksin. Pelonggaran dimulai pada Rabu, 22 September 2021, mendatang, demikan kata pemerintah pada Minggu, 19 September 2021.

3. Ratusan Sekolah di Filipina Dibuka Kembali

Pemerintah Filipina pada Senin, 20 September 2021, mengumumkan akan membuka kembali 120 sekolah untuk kegiatan sekolah tatap muka terbatas, setelah mendapatkan izin dari Presiden Rodrigo Duterte. Kegiatan belajar mengajar di negara itu telah beralih ke metode daring sejak awal pandemi tahun lalu.

"Kami harus melakukan uji coba (kelas) tatap muka karena ini bukan hanya masalah pendidikan, ini masalah kesehatan mental anak-anak," kata juru bicara kepresidenan Harry Roque kepada wartawan, dikutip dari Kantor Berita AFP.

warga filipina antre vaksinasi covid di manilaWarga Filipina antre untuk vaksinasi Covid-19 gratis di Kompleks Olahraga San Andres, Manila, Filipina, 21 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Eloisa Lopez)

Berdasarkan pedoman yang disetujui oleh Duterte, sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan "risiko minimal" untuk penularan virus corona akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam uji coba yang akan berlangsung selama dua bulan. itu

Sekolah akan dibuka bagi anak-anak di taman kanak-kanak hingga kelas tiga, dan sekolah menengah atas. Jumlah siswa dan jam yang dihabiskan untuk pelajaran tatap muka akan dibatasi. Belum jelas kapan pelajaran tatap muka terbatas ini akan dimulai dan sekolah mana saja yang mendapatkan izin [rap/hp (Reuters, AFP)]/dw.com/id. []

Kamboja Dukung Vaksinasi Saat Jumlah Kasus Covid-19 Melonjak

Turis di Kamboja Wajib Bayar Deposit Tes Covid-19

Negara-negara ASEAN Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19

Jumlah Kasus Covid-19 di Filipina Tembus 2 Juta

Berita terkait
Anak-anak Usia 6-11 Tahun di Kamboja Vaksinasi Covid-19
Kamboja memulai vaksinasi anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun dengan harapan sekolah-sekolah dapat dibuka kembal
0
Kamboja Pelajari Kelelawar, Laos Lockdown dan Filipina Buka Sekolah
Lewat kelelawar tapal kuda, para peneliti di Kamboja berusaha cari tahu asal-usul dan bagaimana cara virus corona berevolusi