UNTUK INDONESIA
Juara MTQ di Turki, Qori Muda NTB Terima Beasiswa
Qori muda Syamsuri Firdaus asal Bima, NTB, peraih juara pertama pada MTQ Internasional di Turki menerima beasiswa pendidikan
Syamsuri Firdaus dan orang tua menerima penghargaan dari Pemkab Bima. (Foto: Istimewa)

Bima - Qori muda Syamsuri Firdaus asal Bima, NTB, meraih juara pertama pada MTQ Internasional ke-7 di Istanbul, Turki. Pemkab Bima memberikan beasiswa pendidikan atas prestasi Syamsuri.

"Keberhasilan Syamsuri Firdaus ini salah satu bukti yang perlu dicontoh oleh anak muda yang berada di Kabupaten Bima untuk terus belajar kitab suci Alquran. Sehingga ke depan akan lahir Syamsuri Firdaus lainnya," kata Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri saat acara pemberian beasiswa kepada Syamsuri, Minggu 2 Juni 2019.

Indah mengapresiasi prestasi Syamsuri. Dia berharap prestasi ini bisa ditingkatkan ke ajang MTQ lebih tinggi. Atas prestasi itu kemudian Pemkab Bima memberikan bantuan beasiswa pendidikan sebesar Rp 50 juta dan satu unit sepeda motor untuk Syamsuri.

Para guru mengaji maupun pembimbing Syamsuri juga mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta. Selain itu ada juga bantuan untuk kedua orang tua Syamsuri sebesar Rp 20 juta.

Pada kesempatan tersebut Syamsuri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas apresiasi yang diberikan. Selama di Turki dia dibimbing langsung Ali Sibromalisi dari Kementerian Agama.

"Alhamdulillah saat babak kualifikasi saya masuk ke dalam enam besar di mana pada babak semifinal masuk ke dalam urutan ke tiga dan berhak mengikuti babak final," ungkap Syamsuri.

Orang tua Syamsuri, Abdullah Ahmad dan Dahlia menyebut Syamsuri adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak umur tiga tahun, Syamsuri sudah belajar mengaji mengenal huruf-huruf hijaiyah Iqro dari ayahnya.

Kita tinggal di pinggir sawah ketika dia pergi mengaji. Dia jalan kaki melewati sawah. Terkadang dia jatuh dan badannya penuh lumpur, dia pulang dengan badan penuh lumpur

Kegigihan Syamsuri belajar membuat ayahnya mengantarkan dia ke salah satu guru mengaji. Hampir setiap hari Syamsuri belajar mengaji ke rumah gurunya dengan berjalan kaki melewati sawah-sawah warga. Jarak tempuhnya memang cukup jauh dari rumah Syamsuri.

"Kita tinggal di pinggir sawah ketika dia pergi mengaji. Dia jalan kaki melewati sawah. Terkadang dia jatuh dan badannya penuh lumpur, dia pulang dengan badan penuh lumpur," cerita sang ayah.

Ketika sudah bisa dan lancar, Syamsuri ikut mengaji di TPQ yang ada di desa. Pembinaan terhadap murid-murid di TPQ ini dilakukan satu kali dalam seminggu. Setiap ada pembinaan tilawah Syamsuri tetap mengikutinya.

Karier Syamsuri bermula ketika dia mengikuti MTQ tingkat desa. Saat itu dia langsung meraih juara pertama. Syamsuri dua kali mengikuti MTQ tingkat kecamatan. Pada lomba pertama, dia tidak mendapatkan juara, tapi yang ke dua kalinya dia langsung menyabet juara pertama.

Kemudian tingkat kabupaten dia juga juara. Di tingkat provinsi pada 2012 Syamsuri menjadi juara pertama dan juara di tingkat nasional di Ambon, Maluku. Pada November 2012 dia juga juara internasional di Singapura.

Keberangkatan Syamsuri ke Istanbul, Turki, dibiayai penuh oleh pemerintah melalui Duta Besar Indonesia untuk Turki. Berkat hadiah dan bonus yang diperolehnya, Syamsuri mampu membantu ekonomi keluarga dan ikut membiayai sekolah adik-adiknya.

Kepulangan Syamsuri ke kampung halamannya disambut oleh Bupati Bima di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Setelah itu Syamsuri diarak keliling dan berakhir di rumah kediaman orang tuanya yang berada di Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Marak Perempuan Gunakan Narkoba di Gowa
Dalam waktu sepekan dua perempuan yang juga Ibu Rumah Tangga (IRT) di Gowa diringkus menggunakan narkoba.