UNTUK INDONESIA
JS Mahasiswa Diisolasi di Bogor Diduga Corona
Virus corona diindikasi menyebar di Bogor. Hal ini setelah mahasiswa asal Bogor berinisial JS 19 tahun, pulang dari China mendadak demam tinggi.
Warga menggunakan masker pelindung di depan pintu masuk Forbidden City di mana ada pengumuman bahwa tempat tersebut ditutup untuk pengunjung untuk keamanan menyusul adanya wabah virus corona baru, di Beijing, China, Sabtu, 25 Januari 2020. (Foto: Antara)

Bogor - Virus corona diindikasi menyebar di Bogor. Hal ini setelah mahasiswa asal Bogor berinisial JS 19 tahun, yang pulang dari China harus diisolasi di Rumah Sakit Eka Hospital, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. JS diisolasi karena demam tinggi secara mendadak yang dikhawatirkan terjangkit virus mematikan asal Wuhan, China ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, kepada Tagar, Jumat, 31 Januari 2020.

Dedy Syarif mengatakan JS adalah satu orang dari rombongan mahasiswa yang pulang dari China dalam rangka pertukaran pelajar. Sesaat pulang dari negeri tirai bambu itu, JS mengalami demam tinggi secara mendadak sehingga terpaksa harus menjalani perawatan intensif dan diisolasi di Rumah Sakit Eka Hospital sejak tiga hari lalu.

Kami masih menunggu hasil pemeriksaannya mungkin sekitar tiga hari akan keluar.

"Di sana ada 20 mahasiswa tapi yang terinfeksi demam cuma dia saja. Mendadak demam tinggi tapi tidak ada batuk dan sesak," kata Dedi. 

Setelah dilakukan observasi sementara di Rumah Sakit Eka Hospital, lanjut Dedi, demam yang dialami JS cenderung mengarah kepada penyakit morbili atau campak. Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, JS tetap harus menjalani isolasi.

"Makanya tidak dirujuk ke Rumah Sakit Sulianti Saroso, arahnya lebih ke morbili. Tapi karena JS habis kontak di sana, China, dan kebetulan pas pulang lagi situasi corona, jadi tetap kita karantina dan protap korona," katanya.

Saat ini, tambah Dedi, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan gejala demam yang dialami JS. "Sudah diobservasi tim kita dengan Kemenkes. Sampelnya juga sudah dibawa ke Balitbangkes Jakarta. Kami masih menunggu hasil pemeriksaannya mungkin sekitar tiga hari akan keluar." []

Baca juga:

Berita terkait
Adisutjipto Yogyakarta Buka Posko Waspada Corona
Bandara Adisutjipto Yogyakarta membuka Posko Waspada virus Corona. Posko yang melibatkan stakeholder ini efektif berlangsung sejak 31 Januari 2020.
Virus Corona, Hindari Makan Daging Hewan Liar
Warga diimbau untuk menghindari mengkonsumsi daging dari jenis hewan liar dan buas karena diduga menjadi penular virus corona baru.
Waswas Virus Corona, Jokowi Evakuasi WNI dari China
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan segera mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, agar terhindar virus corona.
0
BNPB: Pemerintah Jamin Pendanaan Penanganan Corona
Kepala BNPB Doni Monardo memastikan pemerintah bakal menjamin segala pendanaan terkait penanganan virus corona.