UNTUK INDONESIA
Jemaah Umrah Terlunta-lunta, PA 212 Ungkit Dana Haji
Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengungkit dana haji. Musababnya karena Arab Saudi larang datang jemaah umroh asal Indonesia.
Calon Jamaah Umroh menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 27 Februari 2020. Ribuan calon Jamaah Umroh yang melalui bandara Soetta dipastikan gagal berangkat menuju Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan ibadah Umroh dan Ziarah ke Masjid Nabawi, karena adanya penghentian sementara masuknya warga negara asing ke wilayah kerajaan Arab Saudi hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mencegah penularaan virus corona. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak pemerintah harus bertanggung jawab akibat adanya pembatalan keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi. Umat Islam di Indonesia dicegah ke Tanah Suci Mekkah terkait virus corona.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menilai, banyak masalah yang ditimbulkan akibat larangan dari Arab Saudi itu. 

Sehingga, menurutnya, pemerintah perlu hadir dan memberikan perhatian khusus kepada jemaah umrah yang batal menunaikan ibadah umrah sesuai tanggal keberangkatan, padahal dana sudah terserap.

Baca juga: PA 212 Anggap Pemerintah Dusta soal Virus Corona

Sehingga berimbas tidak masuknya pendapatan negara dari kelangsungan haji dan umrah, di saat Indonesia terbelit utang dan korupsi.

"Jangan hanya mau memakai dana haji saja yang dipergunakan untuk tidak semestinya, saat ini pemerintah harus bertanggung jawab," ujar Novel Bamukmin kepada Tagar, Kamis malam, 27 Februari 2020.

Mantan kader Partai Bulan Bintang (PBB) itu menilai kebijakan terbaru Arab Saudi ini bakalan berimbas terhadap stabilitas ekonomi, negara terutama pada pengelola biro haji dan umrah. Selain itu, Indonesia disebutnya memiliki jemaah haji dan umrah terbesar di dunia.

"Sehingga berimbas tidak masuknya pendapatan negara dari kelangsungan haji dan umrah, saat Indonesia terbelit utang dan korupsi," kata dia.

Novel mengatakan semestinya dana haji dan umrah mampu membangkitkan perekonomian Indonesia yang kini dianggapnya melesu. Kendati demikian, dia mengaku prihatin kepada jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Corona IndonesiaKeterangan dari Kedutaan Besar Arab Saudi soal virus corona. (foto: ist).

Baca juga: PA 212: Pengkritik Anies Baswedan Sudah Hilang Akal

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menangguhkan seluruh kunjungan, baik untuk tujuan umrah maupun kunjungan ke Masjid Nabawi, untuk sementara waktu. 

Hal itu menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) di sejumlah negara dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam keterangan resminya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menganggap hal itu telah sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna menghentikan, mengendalikan, dan menghilangkan virus corona.

Kerajaan menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara dan harus terus-menerus dievaluasi oleh pihak yang berwenang,” tulis keterangan resmi Kemenlu Arab Saudi, Kamis, 27 Februari 2020 waktu setempat. []

Berita terkait
PM Jepang Liburkan Sekolah Antisipasi Virus Corona
Pemerintah Jepang meminta semua sekolah diliburkan untuk mengantisipasi dampak penyebaran virus corona baru jenis COVID-19,
Wapres Iran Masoumeh Ebtekar Kena Virus Corona
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar dinyatakan positif mengidap virus corona baru jenis COVID-19.
Dampak Corona, Garuda Indonesia Tambah 7 Rute Baru
Maskapai penerbangan milik pemerintah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana menambah tujuh rute baru penerbangan internasional.
0
Jokowi Keluhkan Biaya Logistik Masih Mahal
Presiden Joko Widodo mengeluhkan masih mahalnya biaya logistik meskipun sudah ada program tol laut.