Jakarta - Pemain sayap Daniel James tentu kurang akrab di pentas sepak bola Eropa. Namun kini James menjadi sorotan saat didatangkan Manchester United dari klub Divisi Championship, Swansea. 

Sebelumnya tak ada yang mengenal James karena dia bermain di kasta kedua di Liga Inggris. Namun tidak ada yang memungkiri bila dirinya disebut-sebut bakal menjadi bintang masa depan di sepak bola Eropa. 

Apalagi, James yang disebut sebagai the Next Ryan Giggs karena kecepatannya ini akhirnya bergabung dengan Man United raksasa Liga Premier Inggris. Menariknya, Man United yang menjadikan Giggs sebagai salah satu legenda. 

Bila lulus tes medis yang sudah diselesaikannya, James menjadi rekrutan pertama Man United. Untuk mendapatkan pemain tim nasional Wales ini, Man United merogoh kocek 17 juta poundsterling atau Rp 308 miliar. 

Sedangkan gaji pemain sayap itu naik berlipat-lipat. Sebelumnya di klub kasta kedua, dia hanya menerima gaji 4.000 atau Rp 72 juta setiap pekan. Kini, James menerima gaji 67 ribu poundsterling atau Rp 1,2 miliar setiap pekan. 

Rekrutan James sesungguhnya tidak terlepas dari tradisi Man United yang kerap membeli pemain dari klub yang kurang ngetop. Di era Sir Alex Ferguson, Man United pernah memboyong Roy Keane dari Nottingham Forest. Hasilnya, Keane menjadi pilar kekuatan The Red Devils dan menjadi kapten menggantikan Eric Cantona. 

Kylian Mbappe

James dinilai sebagai the next rising star. Dengan kecepatan dan kelincahannya, karakter bermain dia disebut mirip dengan Kylian Mbappe atau Mohamed Salah. Menurut Wales Online, keistimewaan James yang membuat dirinya diincar Liverpool, Arsenal, Tottenham Hotspur dan Monaco. Namun dia memilih menerima tawaran Man United. 

Sebelum ke Man United, James sesungguhnya sudah menerima tawaran dari Leeds United. Bahkan James sudah akan bergabung pada bursa transfer musim dingin, Januari 2019. Saat itu, Leeds dan Swansea sudah sepakat dengan transfer 10 juta poundsterling. James pun sudah menjalani tes medis. 

Namun menjelang ditutupnya bursa transfer pada 31 Januari 2019, Swansea membatalkan kepindahan pemainnya. Mereka tidak sepakat dengan struktur uang transfer yang ditawarkan Leeds. 

Hanya satu jam sebelum ditutupnya bursa, negosiasi itu mengalami kemacetan. Sampai lewat deadline, tidak ada kesepakatan sehingga James akhirnya bertahan di Swansea. 

Kegagalan transfer itu membuat James kecewa dan terpukul. Menyadari hal itu, Swansea akhirnya tak keberatan bila James meninggalkan klub. Kontrak James pun tidak diperbarui. 

Di hadapan James, manajemen menyatakan akan langsung menyetujui tawaran yang pertama kali datang untuk dirinya. Dan, ternyata Man United yang pertama kali mengetuk pintu Swansea. 

Tawaran dari Man United langsung disetujui Swansea. Selain harganya lebih tinggi dari Leeds, James juga mendapat kesempatan bermain di Liga Premier Inggris. Lebih dari itu, gaji yang diterimanya pun jauh lebih besar. Akhir kisah bahagia dari James tetapi dia bakal menghadapi tantangan yang lebih keras dibandingkan saat bermain di Championship. []

Berita terkait transfer Manchester United: