Jalur Evakuasi Lereng Gunung Merapi Masih Aman

BPBD Kabupaten Sleman menyebut, jalur evakuasi di sekitar lereng Gunung Merapi masih aman bila aktivitas Merapi meningkat.
Kaki Gunung Merapi yang masih diselimuti kabut, terlihat dari sekitar Bukit Bintang, Kabupaten Gunungkidul, Minggu pagi, 7 Juni 2020. (Foto: Dok Tagar/Kurniawan Eka Mulyana)

Sleman - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyebut jalur-jalur evakuasi disekitar lereng Gunung Merapi di Kaliurang, Yogyakarta cukup aman bila aktivitas Merapi meningkat. Pasalnya warga sekitar telah memelihara akses jalan tersebut. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan BPBD Sleman.

"Sejauh ini masih cukup baik. Warga sekitar sudah sadar untuk menjaga akses jalan bila terjadi aktivitas Gunung Merapi yang meningkat," kata Kepala BPBD Sleman, Makwan saat dihubungi wartawan, Kamis, 9 Juli 2020.

Jalur evakuasi yang dapat digunakan dalam keadaan darurat diantaranya berada di wilayah, Cangkringan, Pakem serta Turi, Sleman.

Sejauh ini masih cukup baik. Warga sekitar sudah sadar untuk menjaga akses jalan bila terjadi aktivitas Gunung Merapi yang meningkat.

Makwan juga mengakui ada beberapa jalur evakuasi yang kerap di lintasi kendaraan berat. Terutama kawasan yang biasa digunakan oleh penambang. Namun, pihaknya juga menyiapkan jalur khusus untuk truk tersebut.

"Salah satu jalur kerap dilewati kendaraan besar seperti jalur menuju Kaliadem. Tapi warga juga sudah membuat jalur khusus untuk truk agar tidak merusak jalur evakuasi," ucapnya.

Belakangan ini aktivitas Gunung Merapi mengalami peningkatan yang dapat membahayakan masyarakat. Sehingga pihaknya sewaktu-waktu dapat menutup jalur penambangan.

"Kegiatan penambangan akan dihentikan jika aktivitas Merapi meningkat. Nanti akan ada pemberitahuan dulu," kata Makwan.

Terpisah, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut, bahwa aktivitas masyarakat masih cukup aman di luar radius tiga Kilometer dari puncak Merapi.

Status Gunung Merapi saat ini masih leves dua (waspada) sejak 21 Mei 2018 lalu. Terdapat permukiman warga terletak 4 kilometer dari puncak gunung yang pernah meletus hebat pada 2010 silam.

"Radius tiga Kilometer dari puncak Merapi masih cukup aman bagi masyarakat yang beraktivitas sekitar lokasi," ujar Hanik.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Merapi kembali mengeluarkan letusan awan panas pada Minggu, 21 Juni 2020 sekitar pukul 09.30 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam pemantauanya menyebut, ada dua kali terjadi letusan.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan Merapi mengalami erupsi dengan tinggi kolom mencapai kurang lebih 6.000 meter. Akibat letusan itu terjadi hujan abu vulkanik ke wilayah Magelang. []

Berita terkait:

Berita terkait
Kisah Pria Tua Boyolali Hadapi Erupsi Merapi
Mbah Sumar Sabar, pria tua asal Boyolali. Punya pengalaman menakutkan saat Merapi meletus 2010. Kini ia tak panik jika Merapi erupsi lagi.
Sebelum Merapi Erupsi, Kawanan Monyet Serang Kampung
Akhir-akhir ini monyet turun gunung memasuki perkampungan di lereng Merapi. Apakah ini tanda sebelum Merapi meletus pada Minggu 21 Juni 2020 lalu?
Imajinasi Netizen soal Bentuk Asap Erupsi Merapi
Ragam kreasi netizen soal bentuk asap hasil erupsi Gunung Merapi membuat geli. Editan foto itu menyesuaikan imajinasi pembuatnya.
0
Kebijakan Biden Atasi Kesenjangan Kesejahteraan Antarras
Dalam kunungan Tulsa, Oklahoma ke Biden mengumumkan langkah-langkah untuk mempersempit kesenjangan kesejahteraan antarras