Italia Hapus Karantina Wisatawan Mulai Datang ke Venesia

Sejumlah turis kembali berdatangan menikmati keindahan kota terapung, Venesia, setelah Italia menghapus kewajiban karantina bagi pendatang
Turis menikmati suasana di Venesia, Italia, 16 Mei 2021, setelah negara tersebut menghapus kebijakan karantina (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Manuel Silvestri)

Jakarta – Venesia di Italia yang sering dijuluki kota paling romantis di dunia, kembali menggeliat. Sejumlah turis kembali berdatangan menikmati keindahan kota terapung, Venesia, setelah Italia menghapus kewajiban karantina bagi pendatang.

Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun Venesia akhir-akhir ini terkesan hidup. Sejumlah wisatawan asing mulai berdatangan dalam jumlah yang relatif kecil namun stabil.

Para pengamat industri pariwisata mengatakan, jumlah itu kemungkinan akan meningkat signifikan dalam beberapa pekan mendatang. Terhitung mulai Minggu, 16 Mei 2021, dalam upaya untuk menghidupkan kembali industri pariwisata, Italia menghapus ketentuan karantina wajib bagi para pengunjung dari Uni Eropa, negara-negara zona Schengen, Inggris dan Israel yang hasil tes Covid-19-nya negatif.

Di Venesia, sejumlah turis terlihat sedang minum-minum sambil menikmati Grand Canal. Sejumlah lainnya menjadi objek lukisan seniman jalanan, menjelajahi kios-kios suvenir di Lapangan St Mark, atau naik gondola yang terkenal melalui kanal yang berkelok-kelok.

Warga Italia menikmati minuman malamWarga Italia menikmati minuman malam aperitivo sambil duduk di bar di Venesia, Italia, setelah pemerintah setempat menghapus kebijakan karantina di tengah pandemi Covid-19, 26 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Roberto Menin, yang bekerja di sebuah toko es krim, mengaku senang dengan perubahan ini. Namun, ia mengatakan perubahan itu tidak terjadi secepat yang diharapkannya.

"Kami tahu masih butuh waktu sampai situasi terkait pariwisata kembali normal, tapi kami berharap bisa segera terjadi. Kami sudah melihat kehadiran turis selama akhir pekan tapi selama hari kerja masih sangat sepi. Meski demikian, saya juga tidak menginginkan kunjungan turis yang membludak seperti yang pernah terjadi di sini sebelum pandemi," kata Menin.

Berharap untuk memikat wisatawan setelah berbulan-bulan memberlakukan berbagai langkah pembatasan dan lockdown, mulai Minggu, pemerintah Italia menawarkan penerbangan langsung teruji bebas Covid-19 yang juga mencakup beberapa tujuan dari Kanada, Jepang, dan Uni Emirat Arab. Beberapa kota di Italia yang menawarkan penerbangan itu adalah Milan, Roma, Napoli dan Venesia.

Meskipun diminta untuk menunjukkan hasil swab negatif sebelum bepergian, para penumpang penerbangan ini akan diuji pada saat kedatangan dan, jika negatif, dibebaskan dari karantina.

Wisatawan menikmati keindahan kota terapung di VenesiaWisatawan menikmati keindahan kota terapung di Venesia, Italia, setelah pemerintah setempat menghapus karantina di tengah pandemi COVID-19, 26 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Pariwisata menyumbang sekitar sepertiga ekonomi dan pekerjaan Italia, dan -- setelah tahun terburuk dalam catatan industri ini -- negara itu tidak mampu melalui musim panas tanpa kehadiran turis.

Uni Eropa berencana untuk memulai pencatatan sistem terpadu vaksinasi, tes dan pemulihan Covid-19 mulai Juni untuk memungkinkan lebih banyak pergerakan antarnegara di blok itu.

Italia mencatat lebih dari 124.000 kematian akibat virus corona, jumlah tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris. Namun, kasus di Italia terus menurun dalam beberapa pekan terakhir berkat program vaksinasi yang semakin efektif (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Italia Tembus 4 Juta
Jumlah kasus virus corona di Italia per 29 April 2021 dilaporkan worldometer sebanyak 4.009.208 dengan 120.544 kematian
6 Tempat Wisata Baru Masuk Daftar Kota Terindah di Italia
Italia diberkahi panorama yang indah. Banyak lokasi wisata alam memesona terdapat di kota di negara jantung Laut Mediterania tersebut.
0
KPAI Buka Suara soal Polemik Sinetron Suara Hati Istri
KPAI buka suara terkait polemik sinetron berjudul Suara Hati Istri yang dianggap bertentangan dengan upaya pemerintah mencegah pernikahan dini.