UNTUK INDONESIA
Isu C-19 Jualan Politik Gerindra di Pilkada Sumbar
DPD Partai Gerindra Sumatera Barat telah mengumumkan 14 pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada serentak 2020.
Ketua Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade (tengah) saat memberikan pernyataan di depan Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Sumbar terkait Pilkada serentak 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Aidil)

Bukittinggi - Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 di Sumatera Barat, Partai Gerindra menyasar sejumlah isu untuk menarik simpatisan agar bisa memenangi pertarungan politik di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur/wakil gubernur, wali kota/wakil wali kota dan bupati/wakil bupati yang diusung oleh Gerindra Sumbar, Supardi di Kota Bukittinggi, Sumbar.

Masyarakat akan melihat sejauh mana keseriusan calon kepala daerah untuk penanganan kedua permasalahan tersebut, tentu mereka ingin melihat keseriusan calon itu sendiri.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar itu beralasan bahwa isu paling menarik diangkat pada saat pilkada adalah penanganan pandemi Covid-19 dan ketersediaan internet.

Supardi mengatakan, pihaknya sengaja menonjolkan kedua isu tersebut lantaran ia melihat belum ada kandidat atau bakal calon kepala daerah serius dalam pembahasan tersebut.

"Masyarakat akan melihat sejauh mana keseriusan calon kepala daerah untuk penanganan kedua permasalahan tersebut, tentu mereka ingin melihat keseriusan calon itu sendiri," kata Supardi kepada wartawan usai deklarasi calon dan konsolidasi internal partai, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Agar kedua isu tersebut berjalan dengan optimal, Supardi mengatakan mengerahkan kelompok relawan dan simpatisan sebagai sumber meraih suara. Masyarakat katanya butuh program yang sesuai kebutuhan dan keinginan masyarakat.

"Dengan kondisi seperti ini, masyarakat butuh jaminan dan garansi kesehatan mereka, selain juga ekonomi. Kami berharap kepada rekan-rekan yang terlibat tetap berpatokan kepada sopan santun, besarkan api kami, jangan matikan api orang, kami menang dengan terhormat," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade mengatakan bahwa pihaknya akan menargetkan sapu bersih kemenangan di 13 kabupaten dan kota serta satu di Sumbar.

"Jika masyarakat Sumbar ingin daerah ini unggul, maju, dan berubah serta lebih baik, ayo bersama-sama dengan kami untuk mendukung kami," katanya.

Andre mengklaim nama yang diusung sudah final dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Pihaknya akan melakukan pendaftaran sejumlah kandidat yang dimulai dari hari Selasa, 4 September hingga Kamis, 6 September 2020.

"Seluruh kandidat calon wali kota/calon wakil wali kota dan calon bupati/calon wakil bupati akan mendampingi langsung pendaftaran paslon gubernur yang kami usung, yaitu Nasrul Abit dan Indra Catri di KPU Sumbar," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Tagar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa isu penanganan Covid-19 menjadi momentum dalam pilkada di tengah pandemi. Pasalnya, masyarakat akan melihat calon pemimpin yang serius dan memiliki terobosan dalam penanganan kasus yang telah merenggut banyak nyawa manusia itu.

"Pilkada bukan bagian terpisah dari penanganan pandemi. Harusnya jadi momentum penanganan pandemi. Ini menjadi momentum emas untuk penanganan jika settingannya benar dan bisa jadi kluster baru jika tidak benar," ucapnya.

Tito mengatakan, penanganan pandemi ini berbicara tentang kontrol sosial. Momentum pilkada bukan menjadi media penularan, akan tetapi menjadi gelombang untuk memobilisasi masyarakat menjadi agen perlawanan Covid-19.

"Pemerintah daerah memiliki kepentingan dalam hal penanganan pandemi. Ada sekitar 20 petahana dari 270 calon kepala daerah akan bertarung lagi dan ini menjadi momentum meraih kekuasaan, tidak masalah jika caranya dilakukan dengan benar," katanya.

Meskipun demikian, mantan Kapolri itu meminta masyarakat dan media untuk membully para calon kepala daerah yang tidak mentaati protokol kesehatan penanganan pandemi Covid-19.

"Saya meminta media dan masyarakat untuk bully saja calon daerah yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan serius dalam penanganan Covid-19. Jika mengatasi ratusan pendukung saja tidak bisa, bagaimana menghadapi rakyatnya jika seandainya terpilih," tuturnya.

Berikut daftar paslon pilkada 2020 yang diusung oleh Partai Gerindra di Sumbar.

1. Pilgub Sumbar: Nasrul Abit - Indra Catri

2. Pilkada Padang Pariaman: Refrizal - Happy Neldi

3. Pilkada Kota Bukittinggi: Erman Safar - Marfendi

4. Pilkada Agam: Taslim Datuak Tambogo - Syafrizal

5. Pilkada Pasaman Barat: Maryanto - Yulisman

6. Pilkada Pasaman: Atos Pratama - M Saleh

7. Pilkada Limapuluh Kota: M Rahmad - Asyirwan Yunus

8. Pilkada Tanah Datar: Eka Putra - Richi Aprian

9. Pilkada Sijunjung: Arrival Boy - dr Mendro

10. Pilkada Dharmasyara: Panji-Yosrizal

11. Pilkada Solok Selatan: Abdul Rahman - Rosman Efendi

12. Pilkada Solok: Epyardi Asda - Jon Firman Pandu

13. Pilkada Kota Solok: Reinier - Andri Maran

14. Pilkada Pesisir Selatan: Rosma Yul Anwar - Rudi Hariansyah. []

Berita terkait
Alasan Gerindra Usung Nasrul-Indra di Pilgub Sumbar
Ketua Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade menilai pasangan Nasrul-Indra merupakan pasangan yang memiliki rekam jejak dan prestasi luar biasa.
Nama Calon Gubernur Sumbar dari Nasdem Masih Dibahas
Partai Nasdem masih membahas siapa nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat yang akan diusung pada Pilkada 2020.
DPRD Sumbar Tetapkan Perda Perlindungan Pangan
DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan Pangan Berkelanjutan (PLP2B) menjadi peraturan daerah.
0
Jika Terlibat Bentrok, Mahasiswa UNM Kena Sanksi
Universitas Negeri Makassar (UNM) akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku bagi mahasiswa yang terlibat Demo bentrok.