Indonesia
Ini Tiga Tanaman Obat yang Bikin Jokowi Segar Bugar
Mengenal lebih dalam dan cari tahu cara kerja tiga tanaman obat yang biasa digunakan Jokowi untuk merawat kebugarannya.
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana dalam perjalanan ke Nusa Tenggara Barat untuk meninjau proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Lombok dan sekitarnya, 18 Oktober 2018. (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)

Jakarta, (Tagar 3/2/2019) - Presiden Joko Widodo diketahui sejak lama mengkonsumsi jamu tradisional untuk menjaga kebugarannya. Jamu yang merupakan ramuan temulawak, kunyit dan jahe. 

Tiga tanaman obat tersebut mudah tumbuh di Indonesia, menjadi obat yang  manjur dalam menangkal nyeri sendi hingga kanker yang mematikan.

Baca juga:  Kenapa Jokowi Tidak Pernah Sakit?

Bukan sekadar obat, lebih dari itu tiga tanaman obat ini bisa dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit. 

Berikut ini lebih dalam tentang tiga tanaman obat yang diakrabi Jokowi:

1. Temulawak

TemulawakTemulawak. (Foto: Pixabay)

Temulawak merupakan salah satu rempah yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain digunakan sebagai penyedap masakan, rempah ini ternyata sangat manjur dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Baik penyakit yang sepele sampai penyakit serius.

Kerap digunakan sebagai penyedap masakan, aromanya cukup harum dan rasa yang sedikit pahit pedas dapat berfungsi sebagai penambah nafsu makan. Curcuma Xanthorhiza, nama latin temulawak memiliki segudang nutrisi baik untuk kesehatan tubuh.

Sejak lama, rempah dengan rasa pahit dan pedasnya dipercaya sebagai obat tradisional. Khasiatnya, baik untuk mengatasi masuk angin. 

Tri Sudaryono peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, mengatakan temulawak baik digunakan untuk melancarkan Air Susu Ibu (ASI) dan membersihkan darah. 

Selain itu juga dapat memperbaiki fungsi pencernaan, memelihara fungsi hati, pereda nyeri sendi, menurunkan lemak darah, dan menghambat penggumpalan darah.

Studi yang dilakukan di The University of Maryland Medical Center juga menyebutkan bahwa kandungan nutrisi temulawak yang dikonsumsi dengan rutin,  bisa membunuh pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. 

Hal sama juga dikatakan dalam jurnal ilmiah berjudul The Prostate, temulawak sebagai rempah yang efektif mengobati kanker, seperti kanker payudara, kanker usus, dan prostat.

2. Kunyit

KunyitKunyit. (Foto: Pixabay)

Kunyit juga memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Dikenal sebagai pelengkap makanan dengan cita rasa dan warna yang khas, juga digunakan oleh sebagian masyarakat untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan.

Kunyit memiliki senyawa kimia bernama kurkumin. Zat pewarna kuning tersebut mampu membantu proses penyembuhan pada tubuh. Manfaat kunyit telah lama dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai gangguan nyeri pada penderita osteoarthritis atau sendi nyeri, kaku dan kehilangan fleksibilitasnya.

Selain itu bumbu dapur ini ampuh dalam mengatasi iritasi kulit, tukak lambung, dan mengurangi gejala perut kembung pada penderitaan Maag (Dipepsia). Dan yang paling ampuhnya lagi Kurkumin dapat mengurangi pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor, penyebaran kanker, serta berkontribusi terhadap kematian sel kanker.

Sebaiknya konsumsi kunyit sebagai suplemen dilakukan secara berhati-hati, dan dihindari ibu hamil dan menyusui, penderita diabetes, penderita gangguan pendarahan, pria yang ingin memiliki anak, karena jika berlebihan akan mengurangi tingkat kesuburan pada pria, bahkan orang kekurangan zat besi, dan pasien yang akan menjalani operasi.

3. Jahe

JaheJahe. (Foto: Pixabay)

Tanaman asal Asia Tenggara, jahe dikenal sebagai tumbuhan yang bisa menghangatkan tubuh. terkenal dengan aromanya yang khas, jahe dijadikan bahan masakan sekaligus pengobatan alternatif di China, India, hingga Timur Tengah.

Berdasarkan penelitian Banerjee, manfaat jahe berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular, yaitu membantu mengurangi tekanan darah dan beban kerja jantung, memberikan bantuan terhadap serangan sakit kepala, mengurangi mual dan muntah, menghambat pertumbuhan bakteri, dan menekan pertumbuhan sel-sel kanker pada usus besar.

Kandungan air dan minyak yang tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enchanner yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin. 

Berdasarkan sejarah, dokter di Perancis pada tahun 1920 menggunakan jahe sebagai obat aromaterapi yang sangat efektif untuk mengobati gangguan pencernaan, bahkan minyak jahe digunakan juga dalam aplikasi pijat dan kompres. 

Sementara menurut penelitian Lee Aromaterapi, jahe diolah menjadi minyak esensial yang memiliki sifat terapetik yang  digunakan untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit. []

Berita terkait
0
Ditolak Ambulans, Orang Tua Gendong Jasad Anaknya
Seorang ayah di Tangerang, menggendong jasad anaknya menuju pulang karena Puskesmas tidak mau menyediakan ambulans untuknya.