UNTUK INDONESIA
Ini Siswa SMA Siantar Peraih Nilai Tertinggi UNBK
10 besar siswa-siswi se-Kota Pematangsiantar dengan perolehan nilai tertinggi
Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Pematangsiantar Hamonangan Aruan. (Foto: Tagar/Fernandho Pasaribu).

Pematangsiantar - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA se-Kota Pematangsiantar tahun pelajaran 2018/2019 telah usai pada April 2019 lalu.

Siswa-siswi yang ikut ujian diwajibkan mengerjakan soal mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan pelajaran pilihan, seperti untuk kelompok IPS ada Ekonomi, Geografi, Sosiologi. Sedangkan IPA ada Fisika, Kimia dan Biologi.

Dari hasil ujian yang diikuti seluruh siswa-siswi se-Kota Pematangsiantar, diperoleh 10 besar yang memiliki nilai tertinggi.

1. Silvia Wijaya, SMA Swasta Methodis - 372,5

2. Silvia Rumondang Tamba, SMA Budi Mulia - 372,0

3. Enrique Owen, SMA Kalam Kudus - 369,5

4. Heldiva Panjaitan, SMA Negeri 4 - 362,0

5. Rezki Ciarchi Frendi Napitupulu, SMA Negeri 4 - 361,5

6. Kezia Theofani Saragih, SMA Negeri 4 - 359,0

7. Fran Stinky Simbolon, SMA Negeri 1 - 355,5

8. Yessi Afrianty Siahaan, SMA Negeri 4 - 355,0

9. Like Hana Fourmida Purba, SMA Negeri 4 - 339,5

10. Johanna Agnes Saragi, SMA Negeri 4 - 337,5

Kepala Seksi SMA Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Pematangsiantar Hamonangan Aruan mengaku sangat bangga dengan hasil yang diraih para siswa-siswi yang ikut UNBK.

"Setelah kita analisis hasilnya bahwa mencapai 90 sekian persen (dengan nilai 372,5). Kita cukup bangga dengan prestasi itu, meskipun UNBK itu tidak penentu lulus," katanya.

Padahal, kata Hamonangan, dia sempat berpikir bahwa murid-murid di sekolah tidak begitu antusias dan tidak berusaha mendapatkan nilai yang baik karena bukan penentu kelulusan seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ternyata anak-anak itu cukup memberikan perhatiannya untuk berusaha sehingga dapat memiliki nilai yang cukup memuaskan," katanya.

Nilai tidak penentu, namun UN juga merupakan suatu prasyarat yang harus dipenuhi oleh murid-murid di sekolah untuk dilalui. Artinya ada beberapa kriteria untuk kelulusan

Dia kemudian berharap agar siswa-siswi peraih tertinggi tersebut lebih meningkatkan prestasi agar mampu bersaing di provinsi dan nasional.

"Selamat buat yang sudah juara. Semoga juara 1 dapat dipertahankan juga untuk juara 2 dan 3 supaya berupaya meningkatkan prestasinya. Demikian juga untuk pihak sekolah agar terus berpacu," tukasnya.

Hamonangan mengingatkan, nilai tertinggi bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Karena ada tiga kriteria yang harus dikuasai untuk memperoleh kelulusan murni.

"Nilai tidak penentu, namun UN juga merupakan suatu prasyarat yang harus dipenuhi oleh murid-murid di sekolah untuk dilalui. Artinya ada beberapa kriteria untuk kelulusan," katanya.

Kriteria dimaksud yakni anak didik harus menjalani semua mata pelajaran yang disajikan mulai dari kelas sepuluh sampai dengan kelas dua belas. Kedua, mereka harus mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dan Ujian Nasional serta yang terakhir harus memiliki nilai sikap yang baik, setelah itu dibawa dalam rapat pleno dewan guru.

"Kalau nilai akademiknya tinggi tetapi nilai sikap kurang, dia tidak akan lulus. Harus dipenuhi semua itu, minimal nilai sikapnya baik," tandasnya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Kurang Minum dan 4 Kebiasaan Bikin Gula Darah Naik
Kebiasaan sehari-hari sering kali diabaikan ternyata bisa menjadi faktot pernyebab kenaikan gula darah.