UNTUK INDONESIA
Ini Langkah PLN untuk Dorong Energi Ramah Lingkungan
PLN mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.
PLN. (Foto: Instagram/@pln_id)

Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dalam penyediaan energi listrik. Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pengembangan energi baru terbarukan merupakan salah satu tanggung jawab PLN untuk generasi yang akan datang.

“Pengembangan energi baru terbarukan bukan semata pemenuhan target pemerintah, tetapi dilakukan sebagai tanggung jawab PLN untuk generasi mendatang. Power Beyond Generations,” kata Zulkifli Zaini seperti dikutip Tagar dalam siaran pers PLN, Minggu, 26 Juli 2020.

Untuk mendorong energi baru terbarukan, menurut dia PLN akan menjalankan strategi dengan memanfaatkan potensi yang ada. Strategi yang digunakan antara lain, yaitu co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang telah beroperasi dan program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) Biomassa.

Selanjutnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang sudah ada untuk membangkitkan listrik. “Kita berinovasi dan memanfaatkan potensi-potensi yang ada guna meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan,” ujarnya.

Adapun co-firing, kata dia dikembangkan oleh PLN di beberapa PLTU, seperti PLTU Paiton berkapasitas 2×400 MW menggunakan olahan serbuk kayu, PLTU Ketapang berkapasitas 2×10 MW, dan PLTU Tembilahan berkapasitas 2×7 MW menggunakan olahan cangkang sawit. 

dilakukan dengan mencampurkan olahan tersebut sebesar lima persen dari total kebutuhan bahan bakar. Sementara untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.Co-firing dilakukan dengan mencampurkan olahan tersebut sebesar lima persen dari total kebutuhan bahan bakar. Sementara untuk konversi dari PLTD ke PLT Biomassa, PLN mencatat terdapat 1,3 Gigawatt PLTD yang dapat dikonversi menjadi PLT Biomassa.

PLN juga mendorong pembangunan PLTS Terapung berkapasitas besar dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, pada Januari 2020 PLN telah menandatangani kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan Konsorsium PT PJBI-Masdar untuk membangun PLTS Terapung di Cirata, Jawa Barat.

Dengan total kapasitas mencapai 145 MW, pembangunan PLTS ini akan dimulai pada awal 2021 dan akan menjadi PLTS Terapung terbesar di Asia Tenggara.

“Kami berhasil mendapatkan tarif EBT yang murah yaitu sebesar 5,8 cUSD/kWh. Ke depan kami akan mendorong pembangkit seperti ini dan pastinya dengan harga yang lebih murah,” tuturnya.

Saat ini, PLN juga tengah mengembangkan Renewable Certificate Energy (REC). REC akan ditawarkan kepada pelanggan yang memiliki komitmen penggunaan EBT dimana setiap penggunaan 1 MWH EBT akan mendapatkan 1 unit REC.

Selain penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, PLN menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kehadiran kendaraan listrik. Menurutnya PLN telah melakukan inovasi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listirik Umum (SPKLU). []


Berita terkait
PLN Banyuwangi: Listrik Padam Dipicu Layang-layang
Layang-layang menjadi penyebab tertinggi kedua padamnya listrik di Banyuwagi. PLN meminta kesadaran para pemain layangan.
Buat Penanganan Covid-19, PLN Sumbang Rp 42,9 M
PT PLN (Persero) menggelontorkan dana sebesar Rp 42,9 miliar untuk mendukung penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.
Subsidi Listrik PLN Diperpanjang, Siapa yang Dapat?
Pemerintah memutuskan memperpanjang waktu kebijakan subsidi listrik gratis dan diskon tarif listrik 50 persen kepada pelanggan PLN.
0
Ini Langkah PLN untuk Dorong Energi Ramah Lingkungan
PLN mendorong penggunaan energi rendah karbon yang ramah lingkungan, khususnya dengan memanfaatkan energi baru terbarukan.