Jakarta, (Tagar 3/1/2019) - Relawan Jokowi-Ma'ruf, Negeri Indonesia Jaya (Ninja) datangi Bareskrim Polri, melaporkan tiga orang pelaku yang diduga menyebarkan berita hoaks terkait surat suara yang telah dicoblos, Kamis (3/1).
"Yang dilaporkan ada tiga orang, dua di antaranya berinisial A. Satunya saya belum tahu karena bentuknya voice ada di video. Jadi itu biar kita serahkan ke penyidik untuk ditelusuri siapa orang tersebut. Sebetulnya banyak kalau saya lihat. Tapi saya gak mau terlalu melebar persoalan ini. Saya liat hanya orang-orang tertentu aja yang kita laporkan," kata Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya C. Suhadi SH di Bareskrim Polri, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (3/1).
Baca juga: Hoaks Surat Suara, Mendagri: Racun Demokrasi Harus Dilawan
Suhadi mengatakan, perbuatan para pelaku yang membuat dirinya tergerak membuat laporan kepada polisi, untuk segera ditindak lanjuti melalui jalur hukum. Lantaran perbuatan ketiga pelaku telah merugikan masyarakat.
"Kami sebagai warga sangat dirugikan dengan berita tersebut, karena kita mau menginginkan adanya Pilpres yang tanpa hoaks dan tanpa ada ribut-ribut yang sifatnya merugikan semua pihak. Kalau berita ini didiamkan ini juga nanti jadi antipati bagi masyarakat, jangan-jangan masyarakat udah gak mau lagi ke TPS," ujar dia.
Suhadi melanjutkan, oleh karena itu diklarifikasi hari ini. Hal itu tidak benar, dan bentuknya sebagai ketidakbenaran. Untuk itu, dilaporkan agar yang menyebarkan hoaks ditindak secara hukum.
Baca juga: Hoaks Awal Tahun Andi Arief, PSI: Dia Politikus Paling Jahat
Dengan adanya laporan ini, Suhadi berharap Pemilu 2019 berjalan dengan baik tanpa ada unsur hoaks atau apapun yang bersifat merugikan berbagai pihak.
"Kami laporkan persoalan ini kesini karena kita menginginkan adanya Pilpres ataupun Pileg yang bersih tanpa hoaks. Itu yang kita harapkan," pungkasnya. []