UNTUK INDONESIA
Ineu, Ketua DPRD Jabar yang Segera Turun Tahta
Jabatan Ketua DPRD Jabar saat ini dikuasai PDIP. Nanti dipastikan bakal jatuh ke Partai Gerindra
Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari (kanan) bersama Ketua Komisi IV sekaligus Bendahara Fraksi Golkar DPRD Jabar Ali Hasan. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Jabatan Ketua DPRD Jabar saat ini dikuasai PDIP. Nanti dipastikan bakal jatuh ke Partai Gerindra.

Hal ini berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pileg 2019 untuk DPRD Jabar, Partai Gerindra menempati posisi pertama dengan suara 18,25 persen.

Sedangkan PDIP hanya mampu memperoleh suara 15,27 persen atau hanya menempati posisi runner-up. Maka itu, Ketua DPRD Jabar saat ini Ineu Purwadewi Sundari dipastikan akan turun tahta.

Meski turun tahta, Ineu masih akan menjadi anggota DPRD Jabar. Dia lolos pada Pileg 2019. Suara Ineu di Dapil Jabar 10 meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang sebanyak 88.318 suara.

Ineu merupakan politisi senior PDIP. Dia perempuan pertama menjabat Ketua DPRD Jabar. Ineu lahir di Semarang 10 Mei 1975. Berusia 44 tahun, putri dari mantan Wali Kota Bandung periode 2003-2004 H Jusep Purwasuganda dan ibunya Lukiyat.

Sebelum memasuki dunia politik, Ineu sebelumnya pernah bekerja di sebuah bank swasta selama delapan tahun. Kemudian masuk dunia politik pada 1994 ke kandang PDIP.

Saat ini, dia tinggal di Jalan Terusan Cikampek Raya No.5, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani Kota Bandung.

Rekam jejak pendidikannya, lulus SD, SMPN 2 Taman di Pemalang, Jawa Tengah, SMAN 3 Tasikmalaya. Kemudian dilanjutkan D3 Jurusan Administrasi Keuangan Universitas Padjajaran.

S-1 Teknik Sipil UKI, S2 Universitas Padjajaran Jurusan Ilmu Pemerintahan, dan belum lama ini Ineu baru saja menyelesaikan pendidikan S3, jurusan Ilmu Pemerintah di Universitas Padjajaran Bandung.

Jadi Wakil Ketua DPRD

Meskipun Ineu nanti tak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD Jabar, dia berpeluang sebagai wakil ketua. Dasarnya, suara dia unggul dibandingkan Abdi Yuhana, Sekretaris DPD PDIP Jabar. Ineu mendapatkan suara 88.318, sedangkan Abdi Yuhana hanya 72.286.

Ineu mengaku santai saat ini disinggung. Dia masih menunggu keputusan DPP dan DPD PDIP Jabar. Selain itu, masih ada mekanisme yang harus dilalui kader jika ditunjuk sebagai ketua atau wakil ketua DPRD.

"Ya, belum keluar hasilnya juga. Kita tunggu saja, nantilah pasti ada keputusannya. Masih banyak mekanisme yang harus dilalui dan itu tidak gampang," kata Ineu.

Ineu menjelaskan, sebelum mengamanahkan suatu jabatan ke kadernya, partai akan memerintahkan kader mengikuti fit and proper test, psikotes dan tes lainnya yang hasilnya akan menjadi rekomendasi DPP PDIP menunjuk kandidat kuat.

"Selain itu, perolehan suara terbanyak menjadi salah satu pertimbangan DPP PDIP menunjuk seseorang, dan rekomendasi dari DPD PDIP Jabar pun akan menjadi pertimbangan," ujar dia.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
Pengamat Sebut Kebijakan Susi Langgar Regulasi
Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo diminta tidak melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal karena melanggar banyak regulasi.