UNTUK INDONESIA
Indonesia Masuk Daftar Negara Maju di Dunia
Amerika Serikat (AS) mencoret Indonesia dari daftar negara berkembang dan memasukan ke dalam list negara-negara maju di dunia.
Presiden Joko Widodo memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Amerika Serikat (AS) mencoret status Indonesia dari daftar negara berkembang atau Developing and Least-Developed Countries (LDGCs). Dengan demikian, Indonesia berada dalam daftar negara-negara maju di dunia.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Minggu, 23 Februari 2020, Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Perwakilan Dagang AS atau Office of The US Trade Representative (USTR) resmi mengeluarkan status Indonesia dari list negara berkembang pada Minggu, 23 Februari 2020.

Tak hanya Indonesia, China, Korea Selatan, Brasil, India, Thailand, Vietnam hingga Malaysia masuk dalam daftar negara maju setelah dikeluarkan dari LDGCs di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Imbasnya, Indonesia tidak lagi mendapatkan Special Differential Treatment (SDT) yang tersedia dalam WTO Agreement on Subsidies and Countervailing Measures. Atau dalam artian, kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump ini mempunyai efek negara-negara yang dalam daftar negara maju tidak mendapatkan perlakuan istimewa lagi dalam perdagangan internasional.

Negara-negara berkembang diketahui mendapatkan langkah istimewa dibandingkan negara maju. Beberapa contohnya seperti barang impor yang masuk ke AS mendapatkan perlakukan berbeda dengan mendapatkan bea masuk lebih rendah dibandingkan dengan komoditas negara maju.

The Star dalam laporannya menyebutkan USTR telah mengubah metodologi penilaian negara berkembang lewat investigasi mendalam terkait bea balik. Musababnya, dasar penilaian yang digunakan sejak 1998 dinilai tak lagi mengikuti perkembangan zaman.

Wakil Direktur China Society untuk Studi WTO, Xue Rongjiu mengaku keputusan AS mengeluarkan China, Indonesia, hingga Vietnam dari negara berkembang kemudian memasukan ke daftar negara maju bakal merusak perdagangan multilateral. "Sikap unilateralis dan proteksionis seperti itu akan mengganggu kepentingan China dan anggota WTO lainnya," kata Xue.

Padahal, kata Xue, AS harus mempertimbangkan penilaian lain mencoret China ataupun Indonesia dalam daftar negara berkembang bukan hanya kontribusi negara terhadap perdagangan internasional telah melebihi 0,5 persen. "Dasar lainnya seperti tingkat kematian usia bayi, tingkat literasi, dan harapan hidup pasca-melahirkan juga sebagai dasar menaikkan level ke negara maju," tutur Xue.

Berita terkait
Jokowi akan Bangun Pusat Riset Wadah Ribuan Peneliti
Presiden Jokowi akan membangun pusat riset dan inovasi. Tenaga ahli diperkirakan puluhan ribu peneliti. Di mana Jokowi akan membangun?
Jokowi Ingin Tiru Desa Kumuh di Korea Selatan
Jokowi ingin tiru desa kumuh di Korea Selatan yang kini Instagrammable mirip Kota Santorini di Yunani.
Banjir Jakarta Wantimpres Jokowi Bela Anies Baswedan
Anggota Wantimpres Jokowi membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir di Ibu Kota.
0
Tingkatkan Minat Baca dan Literasi Indonesia
Tingkat baca rendah jadi alasan BBW hadir membawa bazar buku murah dan berkualitas ke Indonesia