Imigran Irak Tunggu Penerbangan Pulang di Bandara Minsk

Puluhan imigran Irak antre untuk naik pesawat di bandara Minsk yang dijadwalkan untuk membawa mereka kembali ke Irak
Imigran dari Irak antre mendaftar penerbangan khusus ke Irak di Bandara Nasional di luar Minsk, Belarus, 18 November 2021 (Foto: voaindonesia.com - Andrey Pokumeiko/BelTA via AP)

Jakarta – Puluhan imigran Irak mengantre untuk naik pesawat di bandara Minsk pada hari Kamis yang dijadwalkan untuk membawa mereka kembali ke Irak.

Mereka akan menjadi kelompok orang pertama yang pulang secara sukarela di tengah krisis politik yang sedang berlangsung di perbatasan antara Belarus dan Polandia. Para migran, kebanyakan orang Kurdi, telah mendaftarkan nama mereka di kedutaan Irak untuk dipulangkan ke Irak.

imigran irak di bandara belarusImigran Irak menunggu penerbangan evakuasi di bandara Minsk, Belarus 18 November 2021 (Foto: voaindonesia.com - Kantor media/Handout Kementerian Luar Negeri Irak via REUTERS)

Penerbangan itu difasilitasi oleh pemerintah Irak dan maskapai nasional Irak, Iraqi Airways. Pesawat akan mendarat terlebih dahulu di Baghdad, kemudian melanjutkan penerbangan ke Irbil di wilayah Kurdi Irak.

Banyak imigran Irak yang bersedia kembali ke negara asal mereka setelah mereka gagal menyeberang dari Belarus ke Polandia.

Ribuan imigran Irak lainnya masih berkemah di perbatasan Belarus-Polandia dalam kondisi tidak pasti dengan harapan mereka dapat masuk ke Uni Eropa (lt/uh)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Bagaimana Cara Pengungsi Irak Bisa Sampai ke Eropa?

Usai Kekalahan IS, Anak-anak Irak Trauma

Perdebatan Nasib Pengungsi di Perbatasan Belarus dan Polandia

Lithuania Pakai Anjing Cegah Imigran Menerobos Perbatasan

Berita terkait
Bagaimana Cara Pengungsi Irak Bisa Sampai ke Eropa?
Perjalanan pengungsi kali ini berbeda dari tahun 2015, sekarang libatkan perusahaan penyewaan pesawat dan permainan layanan visa dan paspor
0
Imigran Irak Tunggu Penerbangan Pulang di Bandara Minsk
Puluhan imigran Irak antre untuk naik pesawat di bandara Minsk yang dijadwalkan untuk membawa mereka kembali ke Irak