UNTUK INDONESIA

Imbauan Relawan Jokowi Centre untuk Para Elit Politik

Relawan Jokowi Centre (RJC) menilai buruknya komunikasi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik ingin mendapatkan empati masyarakat.
Sekretaris RJC, Imanta Ginting. (Foto: Tagar/Dok pribadi)

Jakarta - Relawan Jokowi Centre (RJC) mengimbau kepada para tokoh publik dan elit politik di Indonesia agar dalam memperjuangkan kepentingannya tidak menggunakann cara-cara provokatif yang dapat menibulkan keresahan masyarakat. Hal ini disampaikan Sekretaris RJC, Imanta Ginting di Jakarta, Sabtu, 21 November 2020.

Ginting menyampaikan hal ini karena RJC menilai komunikasi publik di Indonesia akhir-akhir ini cenderung memburuk dan memprihatinkan. Penilaian itu muncul setelah mencermati ucapan dan manuver sejumlah tokoh publik yang cenderung provokatif sehingga menimbulkan suasana panas di tengah masyarakat.

Menurut dia, belakangan ini pihaknya merasakan betapa sering tokoh publik, tokoh politik, menyampaikan kata-kata yang kasar, yang sungguh tidak pantas muncul dalam percakapan publik. 

"Mereka lupa kalau kata-kata kasar mereka didengar banyak orang, lalu ditiru, hingga menimbulkan dampak buruk di tengah masyarakat. Kita, masyarakat yang tinggal di timur ini, dikenal sopan dalam menyampaikan pendapat. Kita cenderung berbicara dengan santun dan menyejukkan,” ujarnya.

Imanta menduga buruknya komunikasi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik di Indonesia disebabkan oleh persaingan dalam merebut pengaruh di tengah masyarakat untuk memuluskan target mereka pada Pilkada 2020 maupun target nasional tahun 2024.

“Demi menang Pilkada 2020 maupun target suksesi nasional 2024, mereka menyampaikan kalimat-kalimat provokatif berbasis identitas dan menyerang pihak lain tanpa argumentasi yang masuk akal," kata dia.

"Mereka tidak peduli bara api kalimat provokatif yang mereka sampaikan membuat antar kelompok masyarakat menjadi saling membenci. Yang penting bagi mereka hanya sebatas bagaimana agar bisa memenangkan Pilkada 2020 dan berkuasa di tingkat nasional tahun 2024, tidak peduli rakyat tidak rukun lagi,” ujarnya.

Jangan tebar kebencian dan provokasi, yang ujung-ujungnya hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tetaplah pegang teguh etika ketimuran dalam menyampaikan pendapat, niscaya rakyat akan mendukung dan berempati.

Imanta meminta semua pihak agar dalam memperjuangkan kepentingannya tetap berpedoman pada etika ketimuran yang memiliki tata krama yang tinggi dalam menyampaikan pendapat.

“Kami prihatin dengan penangkapan sejumlah tokoh dan warga yang ditetapkan polisi menjadi tersangka ujaran kebencian, provokasi, dan makar. Mereka tidak mampu mempraktekkan etika ketimuran dalam menyampaikan pendapat, sehingga harus berurusan dengan penegak hukum. Apa susahnya menyampaikan kritik atau pendapat tanpa harus menebar kebencian, provokasi, dan makar,” ujarnya.

Sebagai negara hukum, lanjut Imanta, tokoh politik dan tokoh masyarakat dapat menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan aspirasi dan keyakinan politiknya. Imanta meyakini jalur hukum memberi kepastian bagi semua pihak untuk memperjuangkan keadilan yang dicita-citakan.

Baca juga: Cari Aman di 2024, Relawan Jokowi Curiga Doni Monardo Main Dua Kaki

Baca juga: Kasih 20 Ribu Masker, Relawan Jokowi Minta Doni Monardo Mundur

Dia berujar, jika merasa dirugikan, dicurangi, dan diperlakukan tidak adil dalam dinamika kehidupan berbangsa kita dewasa ini, silahkan menempuh jalur hukum. Sampaikan argumentasi hukum yang menguatkan agar tuntutannya bisa dikabulkan dalam sistem peradilan kita.

"Jangan tebar kebencian dan provokasi, yang ujung-ujungnya hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Tetaplah pegang teguh etika ketimuran dalam menyampaikan pendapat, niscaya rakyat akan mendukung dan berempati,” ucapnya. []

Berita terkait
Cari Aman di 2024, Relawan Jokowi Curiga Doni Monardo Main Dua Kaki
Relawan Jokowi curiga Doni Monarmo bermain dua kaki, dan pro terhadap Anies Baswedan untuk politik di tahun 2024 mendatang.
Relawan Jokowi Centre Kritik Gubernur DKI Anies Baswedan
Relawan Jokowi Centre menilai Gubernur Anies Baswedan setengah hati menangani Covid-19.
Relawan Masuk BUMN, Adian: Realisasikan Ide Besar Jokowi
Adian Napitupulu angkat bicara terkait kritikan Fadli Zon, Rocky Gerung, Said Didu dan Jansen Sitindaon terkait relawan jadi komisaris BUMN.
0
Imbauan Relawan Jokowi Centre untuk Para Elit Politik
Relawan Jokowi Centre (RJC) menilai buruknya komunikasi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh politik ingin mendapatkan empati masyarakat.