UNTUK INDONESIA
Imbas Bakar Bendera PDIP, FPI Siaga I Jihad Qital
Sekum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai kondisi saat ini sudah siaga I siap kumandangkan jihad qilal pascapembakaran bendera PDIP.
Aksi pembakaran poster perdana menteri India Narendra Modi di Kedubes India, Kuningan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020. (foto: Tagar/Husen M).

Bekasi - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai kondisi saat ini sudah siaga I bagi aliansi nasional anti komunis (Anak NKRI) pascakejadian pembakaran bendera PDI Perjuangan (PDIP) saat aksi demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, 24 Juni 2020.

Terlebih, kemarin Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga mengeluarkan surat perintah harian kepada kadernya di seluruh Indonesia untuk siap siaga namun mengedepankan proses hukum terhadap kasus pembakaran bendera partai.

Kumandangkan jihad qital apabila serangan dilakukan oleh kaum komunis Trisila dan Ekasila.

Menanggapi hal tersebut Munarman mengimbau kepada seluruh komponen Anak NKRI termasuk pemuda, pemudi, dan seluruh laskar yang bernaung di setiap organisasi kemasyarakatan jangan pernah gentar dan ragu.

Baca juga: Hasto Minta Pembakar Bendera Dihukum, PA 212: PDIP Lebay

Sebab, kata dia, ada gerombolan komunis Trisila dan Ekasila yang terus-menerus merongrong untuk mengganti Pancasila dan mengerahkan massanya yang mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.

"Merespons perkembangan indikasi bangkitnya komunis gaya baru yang akan membahayakan keselamatan bangsa Indonesia, maka kami menginstruksikan untuk mengadakan apel siaga bagi seluruh rakyat Indonesia untuk ganyang komunis," kata Munarman melalui keterangan tertulis yang diterima Tagar, Jumat, 26 Juni 2020.

Bakar Bendera PDIPMassa penolak RUU HIP membakar bendera PDIP di depan gedung DPR/MPR. (foto: tangkapan layar Twitter).

Dia menekankan kepada laskarnya selalu waspada dan siaga 1, untuk sewaktu-waktu menghadapi serangan gerombolan Trisila dan Ekasila.

"Kumandangkan jihad qital apabila serangan dilakukan oleh kaum komunis Trisila dan Ekasila. Sosialisasikan terus ciri komunis Trisila dan Ekasila ke seluruh pelosok daerah agar segenap rakyat Indonesia tahu dan waspada. Jangan pernah gentar dan ragu," kata Munarman. 

Baca juga: Bendera PDIP Dibakar, Megawati Tulis Surat Perintah

Sebelumnya, beredar video yang menampilkan aksi pembakaran bendera PDIP viral di media sosial, yang dilakukan sekelompok massa penolak RUU HIP di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 24 Juni 2020.

Menyikap hal tersebut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partainya merupakan partai militan yang memiliki kekuatan hingga ke akar rumput. Dirinya mengklaim kekuatan itu didedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Hasto sangat menyesalkan tindakan yang dianggapnya sebagai sebuah aksi provokasi untuk mengadu domba rakyat. Untuk itu pihaknya akan menempuh jalur hukum terkait insiden pembakaran bendera PDIP.

"Jalan hukum inilah yang dilakukan oleh PDI saat itu, ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. []

Berita terkait
Bendera Dibakar, Budiman: Bahaya Kader PDIP Bergerak
Budiman menegaskan PDI Perjuangan merupakan partai besar yang tidak mudah diprovokasi. Hal itu berkaitan dengan pembakaran bendera PDIP.
Ganjar Pranowo: Saya PDIP, PDIP Bukan PKI
Ganjar Pranowo meminta seluruh kader PDIP tidak terprovokasi aksi pembakaran bendera partai. Ia juga tegas menyatakan PDIP bukan PKI.
Pakar Sebut Pembakar Bendera PDIP Tak Bisa Dipidana
Pengamat Hukum Pidana Fachrizal Afandi mengatakan bahwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak bisa mempidanakan pembakar bendera partainya.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.