IHSG Terkoreksi 0,6 Persen, 3 Saham Bank Ini Diborong Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Senin, 26 Oktober 2020 terkoreksi 0,6 persen di 5.144,05 poin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Senin, 26 Oktober 2020 terkoreksi 0,6 persen di 5.144,05 poin. (Foto: Tagar/En 24 News).

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin, 26 Oktober 2020 terkoreksi 0,6 persen atau 31,86 di posisi 5.144,05 poin. Aksi jual asing (net foreign sell) yang terbilang kecil membuat Indeks Saham mengalami tekanan.

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.113,02 poin dan tertinggi di 5.158,27 poin. Sebanyak 263 saham naik, 206 saham menurun, dan 197 saham statis. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 7,13 triliun. Volume perdagangan mencapai 12 miliar lembar dengan 670.155 kali transaksi.

Investor asing mencatat pembelian bersih oleh asing alias net foreign buy Rp 128 miliar di seluruh pasar. Saham-saham yang mencatat pembelian bersih terbesar oleh asing adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI senilai Rp 242,5 miliar. Setelah itu saham PT Astra International Tbk atau ASII senilai Rp 66,8 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI senilai Rp 58,8 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA Rp 56 miliar.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Pollux Properti Indonesia Tbk atau POLL senilai Rp 1.075 menjadi Rp 6.475 per lembar. Setelah itu saham PT Citra Turbindo Tbk atau CTBN senilai Rp 610 menjadi Rp 3.060 per lembar serta PT Bank Mayapada Internasional Tbk atau MAYA Rp 400 menjadi Rp 6.500 per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya antara lain PT Gudang Garam Tbk atau GGRM senilai Rp 425 menjadi Rp 40.500 per lembar. Setelah itu saham PT United Tractors Tbk atau UNTR senilai Rp 200 menjadi Rp 21.725 per lembar serta PT Bank BRI Agroniaga Tbk atau AGRO Rp 120 menjadi Rp 1.630 per lembar.

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRIS sebanyak 29.107 kali senilai Rp 272,4 miliar. Setelah itu saham PT Sky Energy Indonesia Tbk atau JSKY sebanyak 21.900 kali senilai Rp 74,2 miliar serta PT Alam Sutra Realty Tbk atau ASRI sebanyak 20.947 kali senilai Rp 136,5 miliar.

Sebelumnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 23 Oktober 2020 mengalami kenaikan. Penyebabnya karena seiring pelaporan kinerja emiten pada kuartal III tahun 2020.

IHSG ditutup menguat 0,4 persen atau 20,37 poin di posisi 5.112,19. Sedangkan, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,16 persen atau 1,25 poin menjadi 789,82. []

Berita terkait
Sentimen Stimulus AS Tekan IHSG Terkoreksi Tipis 0,07 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Rabu, 21 Oktober 2020 terkoreksi tipis 0,07 persen di posisi 5.096,45 poin.
IHSG Terkoreksi 0,51 Persen, 5 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Selasa, 20 Oktober 2020 terkoreksi 0,51 persen di posisi 5.009,84 poin.
IHSG Naik 0,45 Persen, Saham Telkom dan BRI Dilepas Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin, 19 Oktober 2020 menguat 0,45 persen di posisi 5.126,33 poin.
0
Pengamat: Laksamana Yudo Margono Layak jadi Panglima TNI
Pengamat Intelejen Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengatakan Yudo Margono layak menjadi Panglima TNI gantikan Hadi Tjahjanto.