UNTUK INDONESIA
Ignasius Jonan Lekas Tatap Kerugian Garuda Indonesia
Eks Menteri ESDM Ignasius Jonan didorong segera menatap kerugian Garuda Indonesia bila duduk menjadi bos maskapai BUMN tersebut.
Tampilan baru pada armada Garuda Indonesia pada dekade 80-an. (Foto: Wikipedia).

Jakarta - Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman menilai eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan membenahi tata kelola hingga kerugian PT Garuda Indonesia (Persero) bila duduk menjadi bos maskapai BUMN tersebut.

Garuda ini salah satu maskapai penerbangan yang walaupun pelayanannya sudah agak bagus, tetapi soal tata kelola keuangannya masih agak 'susah'.

Perusahaan berpelat merah itu rugi 175 juta dolar atau setara Rp 2,45 triliun pada tahun 2018. Hal itu diterangkan pihak Garuda Indonesia dalam materi keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) soal penyajian ulang laporan keuangan tahun buku 2018.

"Menurut saya penempatan Jonan ini angin segar untuk bisa mengatasi krisis finansial yang terjadi di Garuda," kata Ferdy kepada Tagar pada Rabu 27 November 2019.

Buruknya laporan keuangan tahun buku 2018 itu juga menyangkut berbagai macam sistem bisnis yang diterapkan maskapai Garuda Indonesia. Pada Juli 2019 misalnya, Garuda pernah dicecar Komisi V DPR yang menyoroti mahalnya tarif tiket tetapi maskapai masih merugi.

"Pak Jonan diharapkan bisa mengubah pola bisnis Garuda," ujarnya.

Sejumlah tantangan lain dalam perusahaan maskapai BUMN tersebut terkait kurangnya transparansi hingga dugaan penyimpangan korupsi yang bermula dari hulu juga harus ditatap dan dibereskan Jonan bila duduk di kursi petinggi Garuda Indonesia.

"Lalu harus membersihkan korupsi-korupsi yang ada di dalam internal garuda sendiri. Karena ini terkait dengan keuangan negara juga," ujarnya.

Menurut Ferdy, upaya Menteri BUMN Erick Thohir melakukan bongkar-pasang bos BUMN untuk melakukan perubahan sejalan dengan penilaian pemilik Mahaka Group tersebut terhadap Jonan. Melihat dari sepak terjang Jonan di masa lalu.

Jonan diketahui berpengalaman dalam mengelola infrastruktur dan merumuskan kebijakan Kementerian Perhubungan saat menjawat sebagai Menteri Perhubungan dari 2014-2016. Dia juga dianggap berhasil mengatur PT Kereta Api Indonesia (Persero) ketika ketika menjabat sebagai Direktur Utama dari 2009–2014.

"Karena itu saya menyambut baik jika Pak Jonan dipilih jadi petinggi Garuda. Garuda ini salah satu maskapai penerbangan yang walaupun pelayanannya sudah agak bagus, tetapi soal tata kelola keuangannya masih agak 'susah'," ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Ferdy, menjadi modal utama menduduki jabatan petinggi Garuda Indonesia. Pasalnya, Jonan diyakini sudah paham akan seluk beluk BUMN yang memiliki aset triliunan rupiah tersebut. "Struktur BUMN dia paham, budaya kerja BUMN, standar kerja di BUMN, lalu keungan dan tata kelola juga dia pasti paham," tuturnya.

Berita terkait
Suara Moeldoko soal Susi Pudjiastuti-Jonan di BUMN
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko bersuara soal Susi Pudjiastuti, Ignasius Jonan, dan Rudiantara mendapat tempat di perusahaan BUMN.
Bos Garuda Indonesia Dirombak Ignasius Jonan Disorot
Petinggi maskapai BUMN Garuda Indonesia dirombak. Eks Menteri ESDM Ignasius Jonan disorot dalam pergantian direksi maupun komisaris.
Ketum Bara JP: Jonan Tak Boleh Lempar Tanggungjawab Soal PLN
Viktor S. Sirait meminta Ignasius Jonan, dan Rini Soewarno bertanggungjawab atas padamnya listrik di Jawa-Bali
0
Polda Sumut Bekuk 2 Perwira Polisi Terlibat Narkoba
Polisi antinarkoba Polda Sumatera Utara menangkap dua perwira yang bertugas di Kepolisian Sektor Hamparan Perak, Pelabuhan Belawan.