UNTUK INDONESIA
IDI Makassar Minta Mendagri Evaluasi KPU Bulukumba
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar mengecam Pasangan Calon (Paslon) di Kabupaten Bulukumba yang tidak menerapkan protokol kesehatan.
Humas IDI Kota Makassar dr. Wahyudi (Foto: Tagar/Dok.ist)

Makassar - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar mengecam Pasangan Calon (Paslon) di Kabupaten Bulukumba yang mengerahkan massa tanpa menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dalam pendaftaran Pemilihan Kepala Daerah di KPU Bulukumba.

Menurut IDI, Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah yang mempunyai penyebaran Covid-19 tertinggi di Sulsel. Sehingga, paslon harus menerapkan protokol kesehatan Corona, agar tidak ada penyebaran virus di Bulukumba.

IDI Makassar minta Mendagri evaluasi KPU yang tidak bisa mengawal pesta demokrasi dengan protap Covid.

"Jangan sampai, akan ada jadi klaster pilkada Covid-19. Karena massa mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak pakai masker dan jaga jarak," kata Humas IDI Makassar, dr Wachyudi Muchsin, Sabtu 5 September 2020.

Wahyudi menerangkan, bencana non alam virus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih bergeliat. Setiap harinya, ratusan warga masih terpapar virus berbahaya ini. Sehingga, masyarakat diminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Sulsel.

Apalagi kata dr Wahyudi, di moment Pilkada ini, akan banyak perkumpulan massa dari pasangan calon. Sehingga KPU selaku penyelenggara dan bahkan wasit harus jeli dan bertindak tegas jika ada dari mereka (paslon) kepala daerah yang tidak menerapkan atau melanggar protokol kesehatan.

"Bulukumba, daerah yang tinggi Covid-19 dan bukan hanya Bulukumba, tapi daerah lain yang gelar Pilkada agar KPU bisa memberikan sanksi tegas kepada pasangan calon yang melanggar protap Covid-19. Kalau tidak bisa sebagai wasit, daripada makan gaji buta Mendagri lebih baik beri sanksi tegas kepada KPU," tegasnya.

Sebaliknya, jika KPU tidak bertindak tegas dan seakan ikut melakukan pembiaran protokol kesehatan Covid-19 dilanggar, maka IDI dengan tegas meminta kepada Menteri Dalam Negeri RI agar menindak tegas KPU. Karena, dokter dan nakes sudah kewalahan dan bahkan banyak jadi korban akibat banyak merawat pasien Covid-19.

"IDI Makassar minta Mendagri evaluasi KPU yang tidak bisa mengawal pesta demokrasi dengan protap Covid yang ketat sebab kita sedang tidak dalam kondisi normal sedang Covid-19," tuturnya.

Sebelumnya, prosesi pendaftaran ke KPU tanpa penerapan protokol kesehatan ini, nampak jelas diperlihatkan oleh pasangan dari Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau. Paslon dengan Tagline Kacamatayya ini mengerahkan ribuan massa untuk datang melakukan pendaftaran di KPU Bulukumba.

Selain tanpa adanya jaga jarak atau Physical Distancing, rombongan massa ini juga nampak banyak yang tidak mengenakan masker atau pelindung wajah (Face Shild). Dan mirisnya lagi, paslon dari Tomy Satria Yulianto (TSY) dan Andi Makkasau ini juga tak mengenakan masker.

Mereka seakan menganggap jika pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Bulukumba sudah berakhir. Padahal, kasus corona di Sulsel belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Per Sabtu 5 September, dilaporkan 153 kasus Corona baru. Dengan penambahan ini, maka total kasus positif Corona di Sulawesi Selatan mencapai 12.465 kasus.

Sementara di Kabupaten Bulukumba, per 4 September 2020, kembali ada penambahan lima kasus baru Corona. Dengan demikian, kasus terkonfirmasi positif Corona di Bulukumba sudah mencapai 249 orang. Jumlah pasien sembuh sebanyak 239 orang, pasien positif meninggal lima orang, satu orang masih dirawat dan empat isolasi mandiri. []

Berita terkait
Massa Paslon di Bulukumba Acuhkan Protokol C-19
Massa salah satu Paslon di Kabupaten Bulukumba acuhkan protokol kesehatan saat mendaftar ke KPU Bulukumba.
Jelang Pendaftaran, Desk Pilkada Pantau KPU Bulukumba
Tim desk Pilkada melakukan pemantauan di kantor KPU Bulukumba jelang pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bulukumba.
Yang Harus Disiapkan Pasien Rujukan RSUD Bulukumba
Pasien rujukan di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba wajib memperlihatkan surat keterangan rujukan dari puskesmas atau dokter keluarga.
0
Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta Dapat 5 Medali
Mewakili Yogyakarta, Tim Olimpiade SMA Kesatuan Bangsa sukses membawa pulang lima medali di ajang Kompetisi Sains Nasional tahun 2020.