UNTUK INDONESIA
Ibu Positif Corona, Jangan Putus Menyusui Begini Protokolnya
Air susu ibu (ASI) merupakan dasar kehidupan. Bayi berhak memperoleh ASI bagaimanapun konsisi ibu.
Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: iStockphoto)

Jakarta - Air susu ibu (ASI) merupakan dasar kehidupan. Anak yang cerdas dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk asupannya. Bayi juga berhak memperoleh ASI bagaimanapun kondisi ibu. Namun, bagaimana seharusnya ibu bersikap ketika dinyatakan positif terpapar virus corona?

Bagi ibu yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun Covid-19. 

Seperti diketahui, virus corona belum ditemukan terdeteksi pada ASI sampai Oktober 2020. Para peneliti juga terus-menerus melakukan penelitian terhadap ibu hamil dan menyusui yang terpapar virus corona.

Dokter Umum Konsultan Laktasi RS Pondok Indah Jakarta, dr. Meutia Ayuputeri Kumaheri, M.Res, IBCLC, CIMI, menyampaikan ibu menyusui di tengah pandemi Covid-19 sebaiknya mengikuti anjuran Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO.

"Penularan virus penyebab sakit pernapasan melalui ASI tergolong rendah, sehingga WHO tetap memberikan rekomendasi bagi ibu yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun Covid-19 untuk tetap menyusui," tutur dr. Meutia.

Ibu menyusui - ASI 2Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Pixabay)

Dr. Meutia menjelaskan, seorang ibu yang positif Covid-19 atau yang mengalami gejala diduga terpapar virus corona dalam isolasi mandiri dapat menyusui dan menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi, peralatan pompa, dan peralatan minum bayi

2. Ikuti semua petunjuk cara membersihkan peralatan pompa dan minum bayi

3. Gunakan masker wajah saat menyusui bayi

4. Ganti masker apabila lembab atau basah

5. Segera buang masker sekali pakai setelah tidak digunakan

6. Saat memakai dan membuka masker, hindari memegang wajah bagian depan

Ilustrasi MenyusuiIlustrasi menyusui ASI. (Foto: sherights.com)

7. Apabila ibu harus dalam perawatan terpisah dengan bayi, cari informasi terkait donor ASI atau orang sehat yang dapat memberikan ASI perah kepada bayi. Orang sehat yang merawat dan memberikan ASI perah kepada bayi juga harus menjalankan protokol kesehatan yang sama dengan ibu

8. Bersihkan area permukaan perabotan di rumah dengan cairan pembersih secara berkala

9. Ibu tidak perlu membersihkan kulit payudara secara teratur sebelum menyusui atau perah ASI. Namun demikian, apabila ibu batuk atau bersin mengenai kulit payudara, ibu dapat segera mandi dan membersihkan area kulit payudara dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, sebelum menyusui

10. Apabila ibu merasakan gejala-gejala Covid-19 seperti demam, sakit kepala, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lainnya, segera konsultasikan ke dokter

11. Apabila ibu mengalami keraguan, dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang dapat membimbing menyusui dalam kondisi Covid-19

12. Pilih fasilitas kesehatan untuk konsultasi dokter atau konsultasi laktasi yang menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Ia menyampaikan, protokol kesehatan ketat memang sangat penting dijalani saat masa pandemi. Apabila ibu menyusui menemukan kesulitan dalam kegiatan menyusui, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konselor atau konsultan laktasi.

Berita terkait
Survei Populi Center Sebut 40 Persen Masyarakat Tolak Divaksin
Sebanyak 40 persen masyarakat di Indonesia enggan menggunakan vaksin corona. Demikian survei terbaru Lembaga Populi Center.
Efektif Vape Nikotin atau Permen Karet untuk Berhenti Merokok?
Tinjauan penelitian terbaru mengungkapkan vape (rokok elektrik) atau mengunyah permen karet lebih efektif berhenti merokok.
3 Makanan Penumbuh Rambut Berewok, Biar Ikut No Shave November!
Anda yang tidak punya kumis atau janggut mungkin keki tak bisa merayakan tradisi No Shave November. So, konsumsi makanan penumbuh berewok ini.
0
Maestro Gamelan Rahayu Supanggah Meninggal Dunia
Maestro Gamelan bergelar profesor doktor, Rahayu Supanggah, dikabarkan meninggal dunia dalam usia 71 tahun, pada Selasa, 10 November 2020.