UNTUK INDONESIA
IBC Sebut Nilai Bansos PSBB Pemprov DKI Terlalu Rendah
IBC menganggap bansos yang didistribusikan Pemprov DKI selama PSBB nilainya terlalu rendah.
Ilustrasi pemberian bantuan sosial (bansos) selama PSBB. (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Jakarta - Indonesia Budget Center (IBC) menganggap bantuan sosial (bansos) yang didistribusikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama Pembatasan Sososial Bersekala Besar (PSBB) nilainya terlalu rendah jumlahnya dibandingkan kapasitas fiskal Ibu Kota Negara.

"Dilihat dari besaran paket bantuan sembako saat ini masih terlampau kecil untuk memenuhi kebutuhan kalori per orang dalam satu kepala keluarga (KK)," kata Direktur Eksekutif IBC Roy Salam dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 19 Maret 2020

Mengutip TGUPP DKI Jakarta, Roy menyebutkan, total nilai bansos sembako yang disalurkan selama periode PSBB sebesar Rp 598.000 per KK. Bansos dibagikan kepada 1,25 juta KK melalui 4 tahap per minggu sejak tanggal 9 s.d 23 April 2020. "Berarti setiap minggu Rp 149 ribu per KK," ujarnya.

Sementara asumsi biaya makan 1 hari Rp 25.000 per orang dengan 3 kali makan atau Rp 100.000 per hari per KK (1 KK = 4 jiwa), kata Roy, maka biaya makan 1 KK x 7 hari = Rp 700.000. Jadi, biaya makan selama 4 minggu sebesar Rp 2,80 juta atau 5 kali lipat dari total nilai bantuan sembako.

Maka sewajarnya Gubernur DKI Jakarta memberikan nilai bantuan di atas angka rata-rata garis kemiskinan.

"Dibandingkan pengeluaran per kapita penduduk DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp 1,54 juta per kapita per bulan atau menggunakan angka bantuan tunai korona (BATUNA) Rp 2 juta per KK, masih 3 – 4 kali lipatnya," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mesti meninjau ulang besaran nilai bantuan jaring pengaman sosial. Tujuannya agar penyaluran lebih efektif menstimulasi warga untuk mematuhi kebijakan PSBB.

"Usulan ini sangat realistis mengingat kapasitas fiskal DKI Jakarta tertinggi dibandingkan dengan Provinsi lain di Indonesia. Maka sewajarnya Gubernur DKI Jakarta memberikan nilai bantuan di atas angka rata-rata garis kemiskinan sesuai kemampuan fiskalnya," ujarnya.

Kemarin, Minggu, 19 April 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta mengatakan, bantuan sosial telah didistribusikan di 14 Kelurahan di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

"Total paket yang didistribusikan sebanyak 100.323 paket. Pemprov DKI Jakarta berupaya maksimal agar distribusi bantuan sosial dapat dilaksanakan sesuai jadwal," Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Jakarta Catur Leswanto di Jakarta, Minggu, 19 April 2020.

Adapun bantuan yang diberikan, kata dia, berupa paket bahan pangan pokok: beras 5 kg 1 karung, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 lt 1 pouch, biskuit 2 bungkus. Bantuan lain berupa masker kain 2 pcs, dan sabun mandi 2 batang. "Tidak ada pemberian berupa uang tunai pada bantuan sosial ini," ujarnya.

Ia mengatakan, target penerima bantuan sosial sebanyak 1,2 juta KK yang bermukim di DKI Jakarta. Program ini bersumber dari realokasi anggaran APBD Provinsi DKI Jakarta.

Berita terkait
PAN Usul Kartu Prakerja Diganti Jadi Bantuan Sosial
PAN mengapresiasi langkah pemerintah pusat meluncurkan program kartu prakerja, Namun sebaiknya diganti dengan banruan sosial (bansos)
Soal Sistem Bansos, PSI Puji Bekasi Daripada Jakarta
Anggota‌ ‌Fraksi‌ ‌PSI DPRD DKI‌ ‌memuji langkah Pemkot Bekasi daripada Pemrov DKI Jakarta soal sistem bansos Covid-19.
Walkot Tangerang Sentil Proyek Runway Soetta saat PSBB
Walkot Tangerang Arief R. Wismansyah menyentil proyek runway Terminal 3 Bandara Soetta yang masih beroperasi saat PSBB di wilayahnya.
0
Sindir Politik Dinasti, PKS: Ini Bukan Perusahaan Keluarga
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto mengaku prihatin dengan sikap abai Pemerintahan Presiden Jokowi atas perkembangan politik dinasti saat ini.