UNTUK INDONESIA
Humbahas Menjadi Tujuan Wisata Edukasi Indonesia
BODT bersama kurator wisata edukasi di Jakarta, menetapkan Kecamatan Baktiraja, Humbahas sebagai daerah tujuan wisata edukasi tahun 2020.
Salah satu lokasi air terjun di Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Ist)

Doloksanggul - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) bersama dengan kurator wisata edukasi di Jakarta, menetapkan Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, sebagai daerah tujuan wisata edukasi tahun 2020.

”Penilaian itu berdasarkan pertimbangan dan karakteristik Baktiraja, dan terpilih menjadi tempat wisata edukasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Humbahas, Sabar Purba di Doloksanggul.

Disebutkan, tiga destinasi wisata menjadi pilihan utama program nasional paket wisata edukasi, yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

”Dari beberapa kawasan di Danau Toba, Baktiraja menjadi pilihan utama paket wisata edukasi Indonesia,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, wisata edukasi adalah program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan, dan belajar tentang berbagai hal.

"Wisata edukasi berbeda dengan wisata lain, karena pengunjung tidak sebatas menikmati atraksi pariwisata. Wisatawan akan tinggal dengan warga serta berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal,” ujarnya.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kabupaten Humbahas, Bantor Naibaho pada Selasa, 18 Februari 2020 di Doloksanggul, menyebut manfaat wisata edukasi untuk merangsang minat pada suatu objek.

"Setelah mengetahui materi di lapangan, selanjutnya akan menambah wawasan. Kemudian memperluas pengalaman kepada yang lain, dan informasi itu akan tetap berantai,” katanya.

Dampak terhadap masyarakat, dari segi pendapatan akan berlangsung berbagai layanan transaksi di bidang jasa. 

Karena paket wisata edukasi tidak hanya bersifat nasional bahkan sudah internasional

"Terbuka lapangan kerja dan semakin berkembang transaksi layanan dan kebutuhan lain," ujar Barton.

Khusus kepada pengunjung dari kalangan pelajar, akan menambah khazanah ilmu pengetahuan, sehingga memahami metode pendidikan.

"Setiap saat daerah kita menjadi tujuan wisata, dikunjungi para wisatawan. Khusus untuk pelajar, berwisata sambil belajar," katanya.

Direncanakan launching wisata edukasi pada April 2020, dengan melibatkan perwakilan sekolah dari dalam negeri dan luar negeri.

"Selanjutnya membuat list aktivitas masyarakat yang layak dikunjungi dan konsep ini akan ditawarkan ke BPODT," ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Parawisata Kabupaten Humbahas, Nelson Lumbantoruan, mengatakan bahwa konsep pengembangan wisata edukasi dari segi budaya, masyarakat lokal di lokasi wisata dipersiapkan mengenal lingkungan dan budayanya.

"Konsep pengembangann wisata edukasi adalah penyiapan masyarakat serta lingkungan. Masyarakat dapat mengedukasi pengunjung, dengan berbagai ilmu sosial budaya masyarakat,” kata pria yang dikenal sebagai penjaga aksara Batak.

Karena konsep kegiatan wisata edukasi bukanlah program pemerintah yang menggunakan anggaran negara, maka pelaku wisata didorong memahami pengelolaan usaha kepariwisataan tersebut.

"Masyarakat harus dibekali dan didorong lebih kepada pelaku dengan paket wisata edukasi," kata mantan asisten Uli Kozok itu.

Salah satu paket wisata edukasi, menyangkut budaya dan sejarah, akan memberikan informasi tentang kearifan lokal. Masyarakat harus mampu menuturkan naskah Batak, pengobatan, etika perang, perdukunan atau mistisme, hingga ilmu supernatural lain.

"Karena paket wisata edukasi tidak hanya bersifat nasional bahkan sudah internasional, perlu dipersiapkan literatur yang bersifat atraksi, seperti sihali aek, pesta kematian, atraksi menanam padi, atraksi ratapan tangis atau andung, manghala solu, dan berbagai atraksi lain," kata tenaga pengajar di School of Asian Studies University Auckland, Selandia Baru itu.[]


Berita terkait
Wabah Virus Tak Surutkan Kuliner Babi di Humbahas
Wabah virus african swine fever yang menyerang ternak babi, tidak membuat usaha kuliner khas Batak menjadi surut.
Jonius TP Hutabarat: Evaluasi Kadis Pariwisata Sumut
Anggota DPRD Sumut tidak setuju Festival Danau Toba (FDT) tahun 2020 ditiadakan. Sebaliknya, Kadis Pariwisata Sumatera Utara yang perlu dievaluasi.
Kisruh Festival Danau Toba, Bupati Humbahas Bungkam
Rencana Gubernur Sumatera Utara menghapus Festival Danau Toba tahun 2020, tak mendapat respons dari Bupati Humbahas.
0
Cara Startup di Bali Bertahan dari Badai Covid-19
Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah perusahaan startup.