UNTUK INDONESIA
Hukum Islam Jenazah Positif Corona Tidak Disalati
Pasien positif terinfeksi virus corona yang meninggal dunia apakah perlu dimandikan dan disalati?
Simulasi Polres Cianjur, Jawa Barat, dalam penanganan pasien virus corona (Covid-19). (Foto: Tagar/Muhammad Ginanjar).

Jakarta - Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Yahya Zainul Ma'arif atau karib disapa Buya Yahya mengatakan pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 yang meninggal dunia tidak perlu dimandikan. Bahkan, kata dia, tidak perlu disalati.

Hal itu disampaikannya dalam video berjudul Jenazah tidak dimandikan & tidak dishalati karena corona, bagaimana hukumnya? Buya yahya menjawab di akun Youtube, Al-Bahjah TV. Di dalam video tersebut, Buya Yahya diminta jelaskan bagaimana menurut pandangan Islam bila jenazah positif virus corona tidak dimandikan dan disalati.

"Ini pendapat ulama. Kalau Anda ikut ini gak ada masalah maka wafat kena corona ya sudah. Dibungkus, selesai dikubur. Kok kasian? Gak perlu kasian, dia mati syahid," kata Yahya dalam di akun YouTube Al-Bahjah TV, seperti dikutip Tagar, Rabu, 25 Maret 2020.

Baca juga: Bisakah Jenazah Positif Corona Menularkan Virus?

Yahya menjelaskan jika menurut ilmu medis wabah Covid-19 yang menjangkiti jenazah dapat berisiko menularkan. Sebab itu, kata dia, jenazah tersebut tidak perlu dimandikan. "Jika tidak bisa dimandikan maka yasudah tidak usah ditayamumi," ucapnya.

Dia menjelaskan tidak berdosa bagi keluarga atau masyarakat yang masih hidup tidak men-tayamumi dan memandikan jenazah positif cirona. Menurut dia, hukumnya fardu kifayah, karena yang masih hidup tidak mampu melaksanakannya dan menjaga yang hidup lebih penting.

"Jadi yang keluarga tidak usah larut dirundung sedih karena tidak ada yang memandikannya, menyolatinya," kata dia.

Baca juga: Cara Memandikan Jenazah Positif Corona

Yahya menuturkan penilaian di tingkatan ulama tentang jenazah Covid-19 tidak disalati dan ditayamumi berbagai macam. Namun menurutnya, kebanyakan ulama sepakat untuk tidak disalati. "Karena secara syarat sahnya disalati adalah dimandikan atau menggantikan mandi namamya tayamum," tutur dia.

Adapun kepada keluarga atau siapapun yang tertimpa ujian Covid-19, Yahya menegaskan untuk tidak bersedih hati. Menurut dia, tidak ada tho'un (wabah) yang Allah timpakan kecuali Allah ingin menjadikan orang tersebut mati syahid.

"Jadi bagi yang meninggal dalam keadaan kena wabah apa saja, termasuk tho'un virus corona ini, maka InsyaAllah orang-orang itu dia mati syahid. Sampaikan kabar gembira ini kepada keluarganya agar mereka tidak larut dalam kesedihan," tutur dia. []

Berita terkait
LBM PBNU Ungkap Tata Cara Pemulsaraan Jenazah Corona
LBM PBNU menyebutkan tata cara pemulasaraan pasien terinfeksi virus corona yang meninggal dunia.
Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Terpapar Corona?
Ruangan berpendingin udara atau ber-AC apakah akan meningkatkan risiko terpapar virus corona?
Kemendagri Minta Pemda Realokasi Dana untuk Corona
Kemendagri minta pemerintah daerah (pemda) realokasi anggaran dana untuk difokuskan kepada pencegahan dan penanganan corona.
0
Jenis Olahraga yang Aman Selama Puasa
Namun, saat menjalani puasa Ramadan banyak orang yang malas berolahraga karena takut kelelahan, dan batal puasanya.