Hotel di Narita Jepang Tempat Tidurnya Kardus

Untuk menunggu hasil tes pelacong yang datang ke Jepang melalui Bandara Narita disediakan hotel dadakan dengan tempat tidur dari kardus
Foto udara tunjukkan pejalan kaki sedikit dari biasanya di penyeberangan distrik perbelanjaan dan hiburan Ginza setelah Gubernur Tokyo Yuriko Koike imbau warga tinggal di rumah sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19, di Tokyo, Jepang, Minggu, 5 April 2020. (Foto: Antara/REUTERS/KYODO).

Tokyo - Bandara Narita Jepang telah menyiapkan hotel dadakan yang menyediakan tempat tidur kardus dan selimut di area klaim bagasi untuk pelancong dari luar negeri yang mungkin harus tinggal di sana sambil menunggu hasil tes untuk virus corona baru (Covid-19).

Meskipun penerbangan di Narita sudah turun sangat tajam sehingga bandara itu telah menutup salah satu landasan pacunya, pesawat masih mendarat dengan penumpang -- yang datang dari beberapa negara termasuk Amerika Serikat dan Italia -- yang diharuskan menjalani tes untuk virus corona sebelum mereka bisa pulang.

.Hasil tes bisa keluar paling cepat enam jam, tetapi beberapa penundaan sekarang membuat banyak tes memakan waktu selama satu atau dua hari. Ini keterangan dari seorang pejabat di Departemen Kesehatan, yang menolak untuk menyebutkan namanya, seperti dilaporkan Reuters yang dilansir Antara.

Dengan larangan bagi penumpang pesawat yang baru sampai untuk mengambil transportasi umum, mereka yang tidak memiliki siapa pun untuk menjemput harus menunggu. Untuk itu, tempat tidur kardus telah disiapkan di bandara Narita seandainya fasilitas terdekat yang saat ini digunakan untuk menampung penumpang sudah penuh.

Tempat tidur yang disediakan oleh bandara tersebut terbuat dari kardus berbahan tebal serta berisi kasur dan selimut. Tempat tidur itu merupakan jenis yang dikembangkan untuk digunakan di pusat-pusat evakuasi selama bencana dan saat-saat lain yang memerlukan tempat tidur sementara.

"Ada fasilitas di dekat bandara untuk orang-orang dapat tinggal, maka setahu saya tempat tidur itu belum digunakan - kalaupun digunakan, itu hanya sebentar," kata petugas Bandara Narita.

Jepang pekan lalu menyatakan keadaan darurat di pusat-pusat populasi utama untuk memerangi penyebaran virus corona. Jumlah kasus di negara itu setidaknya ada 7.400, dengan 137 kematian. Ini dilaporkan oleh media Jepang, NHK. []

Berita terkait
Viral Cara Warga Jepang Merespons Virus Corona
Sebuah pesan inspiratif mengenai cara warga Jepang merespons virus corona (Covid-19) viral di media sosial.
Pulang dari Jepang Warga Jeneponto PDP Corona
Satu warga Jeneponto dicurigai terpapar wabah virus corona. Pasien tersebut kini ditangani di ruang isolasi.
Avigan Favipiravir, Obat Corona Bikinan Jepang
Obat influenza yang diberi nama Favipiravir atau Avigan buatan Jepang diakui oleh China dapat mengobativirus Corona.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.