UNTUK INDONESIA
Hog Cholera Mulai Serang Ternak Babi di Simalungun
Virus kolera mulai menyerang ternak babi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Jajaran unit kerja terkait di Pemkab Simalungun meninjau lokasi kandang babi di Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Simalungun - Virus kolera mulai menyerang ternak babi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Seekor babi ditemukan mati di Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kamis 28 November 2019. Dugaan kuat karena terserang penyakit kolera atau virus hog cholera.

Pemkab Simalungun melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Camat Kecamatan Siantar, dan Polsek Bangun bergerak cepat ke lokasi babi mati dan memeriksa satu per satu kebersihan hewan berkaki empat itu.

Kabid Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Simalungun Posman Tobing, dalam keterangannya mengatakan penyakit kolera babi ditandai demam tinggi pada ternak babi, selera makan kurang, kejang, pendarahan pada permukaan kulit serta organ bagian dalam pada babi.

"Jika ditemukan babi mati, lakukan pencegahan. Kubur babi dan bersihkan kadang dengan menyemprot disinfektan yang diduga terjangkit hog cholera," katanya, di kantor Camat Siantar, Kabupaten Simalungun, Jumat 29 November 2019.

Terima kasih juga sudah datang ke kandang warga

Dengan begitu, sambungnya, penyakit tidak menjangkit pada hewan peliharaan lainnya. "Selain itu, kandang siram juga dengan air yang panas," tandasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Toni Simanjuntak, menyampaikan dari hasil temuan itu ada lima babi yang diduga tertular virus hog cholera. Namun, ia menegaskan masyarakat tak perlu panik dan khawatir.

"Hog cholera tidak menginfeksi manusia dan tidak berbahaya jika dagingnya dikonsumsi. Aman, tidak bahaya bagi manusia," jelasnya.

"Tapi memang harus dimasak betul-betul di atas 100 derajat. Tidak menular kepada manusia, tapi pig to pig," sambungnya menegaskan kembali.

Camat Siantar, Daniel Silalahi mengimbau warganya jangan salah menanggapi informasi tentang hog cholera belakangan ini yang cukup viral.

"Pemerintah hadir untuk membantu warganya. Jangan membuang babi ke sembarang tempat. Kubur saja kalau babi ditemukan mati," katanya di hadapan tamu undangan.

R boru Pasaribu, salah seorang warga menyampaikan terima kasih pada Pemkab Simalungun atas pemahaman hog cholera tidak menular kepada manusia.

"Sebelumnya kami tidak begitu paham mengenai virus ini, kini kami sudah tau. Terima kasih juga sudah datang ke kandang warga," celetuknya. []

Berita terkait
Nelayan: Ikan Di Aceh Tidak Makan Babi
Di Aceh masyarakat diminta untuk tidak perlu resah terkait mengkonsumsi ikan akibat maraknya isu pembuangan bangkai babi ke sungai.
Babi Mati Dibuang di Pinggir Jalan Kota Medan
Kebiasaan buruk warga membuang bangaki babi masih saja berkangsung di Kota Medan, Sumatera Utara.
Berburu Babi, Tiga Warga Solok Hilang di Hutan
Tiga warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilaporkan hilang di tengah hutan.
0
Setelah 2 Beruang Madu Lepas Kandang di Kulon Progo
Beruang madu yang lepas di Kulon Progo teryata akan dilepasliarkan. Namun belum terlaksana karena wabah Covid-19.