UNTUK INDONESIA
Hina Jokowi di Medsos, Warga Blitar Diamankan
Warga Blitar diamankan polisi karena diduga menyebarkan konten penghinaan dan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi.
Warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar diamankan di Polres Blitar, Selasa 2 Juli 2019. (Foto: dok.Polda Jatim)

Surabaya - Seorang perempuan berinisial IF (44) warga Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar diamankan polisi karena diduga menyebarkan konten penghinaan dan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi melalui akun Facebook miliknya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, IF diamankan polisi diduga menyebar penghinaan dan ujaran kebencian menggunakan gambar terhadap Presiden Jokowi.

Sejumlah bukti capture dari akun Facebook milik IF bernama Aida Konveksi sudah dimiliki polisi. Dalam akun tersebut, kata Barung, IF membagikan gambar foto mirip Jokowi seperti mumi dengan kata "The New Firaun".

Selain itu, IF juga membagikan foto manusia berpakaian hakim dan berkepala anjing dengan kata-kata "iblis berwajah anjing". Sontak postingan IF tersebut viral di media sosial.

Kita akan akan meminta keterangan ahli Kominfo dan ahli pidana untuk mendalami perkara ini

"Kita sudah amankan di Polres Blitar dan juga sudah diperiksa kemarin malam. Pelaku juga sudah mengakui kalau akun tersebut miliknya," ujarnya, Selasa 2 Juli 2019.

Saat diperiksa, kata dia, pelaku meminta maaf dan akan selektif dalam membagikan konten di media sosial. "Kita akan akan meminta keterangan ahli Kominfo dan ahli pidana untuk mendalami perkara ini," tegasnya.

Untuk saat ini, IF terancam Pasal 45A Ayat (2) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 1 miliar. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Seekor Harimau di Subulussalam Masuk Perangkap BKSDA
Seekor harimau Sumatera berhasil masuk perangkap yang dipasang oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Aceh.