UNTUK INDONESIA
Hewan Penyebab Virus Corona Ini Tetap Laris di Solo
Penjualan kelelawar di Pasar Depok Solo tetap laris meski hewan tersebut diduga sebagai penyebab virus Corona. Hewan ini berkhasiat sebagai onat.
Hewan kelelawar yang dijual di Pasar Burung Depok, Solo. (Tagar/Reyma Pramista)

Solo - Virus Corona yang mewabah di China salah satunya diduga bersumber dari kelelawar. Meski demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi aktivitas pedagang kelelawar di Pasar Burung Depok Kota Solo, Jawa Tengah. Pedagang kelelawar tetap saja menjual hewan yang diduga sebagai sumber penyebaran virus mematikan itu.

Pantauan Tagar, Selasa 20 Januari 2020 terlihat seorang pedagang kelelawar di Pasar Burung Depok menata kandang kelelawar di kiosnya. Pedagang kelelawar itu menempati kios di bagian belakang pasar. Tidak sulit untuk menemukan kios pedagang kelelawar ini karena hanya ada dua pedagang dan berdampingan.

Setiap pagi sampai sore mereka menjual kelelawar dengan menempatkan kandang itu di bagian depan kios. Satu ekor kelelawar dijual dengan harga Rp 10.000. Ada sekitar 50 sampai 60 ekor kelelawar yang dijual oleh pedagang bernama Haerulah.

Haerullah mengatakan kelelawar itu didapatkan dari seorang penjaring dari wilayah Solo dan sekitarnya. Sebagian besar warga yang membeli kelelawar itu adalah untuk pengobatan, seperti asma.

"Warga yang cari kelelawar ini mereka yang percaya untuk pengobatan. Biasanya itu ramainya pas akhir pekan. Hari Sabtu dan Minggu gitu bisa tujuh ekor yang terjual," kata dia.

Dirinya tidak khawatir dengan munculnya virus Corona di Wuhan dan sudah menyebar ke berbagai negara yang disebabkan dari hewan itu. Dia tetap menjual kelelawar karena selama lima tahun berjualan belum ada laporan dari pelanggannya yang terkena penyakit aneh. Apalagi terkena virus Corona dari kelelawar

"Mereka yang membeli kelelawar ini baik-baik saja. Malahan kata mereka setelah memakan daging kelelawar penyakitnya sembuh," ungkap dia.

Warga yang cari kelelawar ini mereka yang percaya untuk pengobatan.

Haerulah mengatakan dirinya juga menjual kelelawar jenis kalong atau kelelawar besar. Namun karena hewan ini langka tidak setiap hari ada. Harga kalong cukup mahal. Satu ekornya dijual dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. "Kalong ini langka sekali. Kalau ada harganya mahal. Satu ekor bisa Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu," ujarnya.

Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Solo Evi Nur Wulandari mengatakan sampai saat ini belum ditemukan adanya penyebaran virus Corona di Solo. Tetapi pengawasan terus dilakukan jangan sampai virus itu muncul.

Dia menambahkan belum lama ini tim dari Balai Penelitian Veteriner Bogor mengambil sempel kotoran kelelawar yang dijual pedagang di Pasar Burung Depok Solo untuk diuji laboratorium. "Kita tunggu saja hasilnya nanti. Setelah hasilnya keluar kita bisa mengambil tindakan antisipasi dan pencegahan virus Corona supaya tidak terjadi di Solo," ujar dia.

Seperti diketahui, virus Corona telah menelan 41 korban jiwa dan 1.300 kasus secara global. Virus mematikan ini berasal dari kelelawar dan musang. Penyebarannya melalui udara, dan bisa juga karena menyentuh sesuatu yang mengandung air ludah, urin atau feses penderita.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengeluarkan imbauan sebagai langkah pencegahan dan pengawasan soal Virus Corona. Penumpang yang datang dari negara lain tak luput dari pengawasan, dilakukan skrining menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (Thermal Scanner) dan Surveilans Syndrome. []

Baca Juga:

Berita terkait
Logistik Mahasiswa Indonesia di Kota Asal Corona?
Perkembangan logistik pemerintah kepada mahasiswa Indonesia yang berada di kota asal muasal wabah virus corona di China, Wuhan.
Virus Corona Mahasiswa Aceh Tidak Minum Air Galon
Mahasiswa Aceh di Wuhan, Provinsi Hubei China terpaksa minum air kemasan akibat virus corona.
Laju Ekonomi Indonesia Lambat Gara-gara Virus Corona
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta para pelaku ekonomi menyiapkan langkah antisipasi terhadap virus corona yang kini merebak di China.
0
Jenis Olahraga yang Aman Selama Puasa
Namun, saat menjalani puasa Ramadan banyak orang yang malas berolahraga karena takut kelelahan, dan batal puasanya.